Ketua STMIK Kaputama Dr.Realita Buaton, didampingi Pembina Yayasan PTIM Dr.Parlindungan Purba SH ,saat menerima plakat dari perwakilan Indako Ismed Risya, pada seminar edukasi berkendara bertajuk “Zen ON WHEELS” di Aula lantai IV STMIK Kaputama, Jalan Veteran, Binjai Kota, pada Rabu (22/4/2026).(Foto galasibot co id/Andi Nainggolan)
BINJAI | galasibot.co id
Dalam upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas dan memperingati semangat Hari Kartini, Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK) Kaputama menggelar seminar edukasi berkendara bertajuk “Zen ON WHEELS”. Acara ini berlangsung meriah di Aula lantai IV STMIK Kaputama, Jalan Veteran, Binjai Kota, pada Rabu (22/4/2026).
Bekerjasama dengan PT Astra Honda Motor (Indako Trading Coy) dan Satlantas Polres Binjai, kegiatan ini secara khusus menyasar mahasiswi sebagai representasi emansipasi wanita yang sadar akan keselamatan di jalan raya.
Menghapus Stigma “Lampu Sein Kiri, Belok Kanan”
Ketua STMIK Kaputama, Dr. Relita Buaton, ST., M.Kom, dalam sambutannya menekankan pentingnya pemahaman etika berlalu lintas bagi perempuan. Beliau sempat menyentil fenomena viral di media sosial mengenai pengendara wanita yang sering keliru memberikan isyarat lampu sein.
“Jangan seperti oknum ibu-ibu yang kita lihat di medsos, lampu sein ke kiri tapi belok ke kanan. Melalui edukasi ini, saya ingin mahasiswi STMIK Kaputama menjadi ‘Kartini Kampus’ yang cerdas dan taat aturan. Keselamatan adalah prioritas karena keluarga menanti di rumah,” ujar Dr. Relita.
Dorongan Penggunaan Fasilitas Umum dan Safety Riding
Pembina Yayasan PTIM, Dr. Parlindungan Purba, SH., MM, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), menyoroti tingginya populasi kendaraan roda dua di Binjai yang mencapai 232.000 unit.
“Mengingat fasilitas transportasi umum yang belum sepenuhnya memadai, sepeda motor tetap menjadi pilihan utama masyarakat. Karena itu, kesadaran memakai helm dan kelengkapan surat seperti SIM dan STNK adalah harga mati,” tegas Parlindungan.
Target Global Honda 2030
Pihak PT Indako Trading Coy, yang diwakili oleh Ismed Risya selaku Section Head Safety Riding and Motor Sport, mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari gerakan nasional untuk meminimalisir tingkat fatalitas kecelakaan.
“Target kami pada tahun 2030 adalah mengurangi angka fatalitas kecelakaan hingga 50 persen. Kami bertanggung jawab mengedukasi konsumen agar mereka tidak hanya bisa berkendara, tapi juga tahu cara berkendara yang aman,” jelas Ismed.
Acara diakhiri dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara STMIK Kaputama dan PT Indako Trading Coy, sesi latihan Yoga bersama Khaira Amna, serta pembagian hadiah melalui kuis interaktif bagi para mahasiswa.(*)