BELAWAN | galasibot.co.id
Situasi keamanan di wilayah Medan Utara kian mengkhawatirkan. Aksi kejahatan jalanan/begal meraja lela di Medan Utara, meliputi Kecamatan Belawan, Labuhan, Marelan, dan Medan Deli. Para pelaku kini tak lagi pandang bulu dalam memilih korban, di mana pengendara sepeda motor menjadi sasaran empuk setiap harinya, baik siang maupun malam hari.
Kondisi yang kian mencekam ini membuat masyarakat resah. Tokoh masyarakat Martubung, Mutiha Sitorus BA (81), bersama Perdy Sinaga (60) warga Marelan, secara terbuka meminta pihak kepolisian untuk memberikan atensi serius dan tindakan nyata. Pasalnya, korban aksi begal di wilayah ini disinyalir telah mencapai ratusan orang, dengan dampak yang mengerikan mulai dari luka ringan, luka parah, cacat seumur hidup, hingga korban jiwa.
Laporan Polisi Belum Ada Kepastian
Kejadian pahit baru-baru ini menimpa P. Sinaga (58). Saat melintas di Jalan Kol. Yos Sudarso KM 13, tepat di depan Pabrik Coca-Cola Martubung, Medan Labuhan, ia diadang tiga orang begal tak dikenal. Meski mengalami luka ringan, sepeda motor Honda Beat tahun 2023 miliknya dengan nomor polisi BK 4550 ALR raib dibawa kabur pelaku.
P. Sinaga mengaku telah melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Medan Labuhan. Namun, hingga saat ini dirinya belum mendapatkan kepastian hukum. Laporan tersebut dikabarkan masih dalam proses penyidikan tanpa progres yang jelas bagi korban.
Desakan Tembak Mati dan Sikat Penadah
Mutiha Sitorus BA dengan nada tegas meminta kepolisian bertindak cepat demi memberikan efek jera. Menurutnya, pendekatan biasa tidak lagi cukup untuk meredam keganasan para pelaku jalanan ini.
“Pihak kepolisian harus serius melakukan tindakan positif dalam menangani masalah ini. Bila perlu, pelaku ditembak mati. Begitu juga dengan penadah yang menampung barang hasil kejahatan, mereka harus disikat habis. Jika hulu dan hilirnya diputus, saya yakin penjahat begal ini akan terkikis habis dan masyarakat bisa tenang berkendara lagi,” ujar Mutiha Sitorus dengan nada geram.
Kaitan Erat dengan Narkoba dan Judi
Selain desakan kepada aparat, Mutiha juga mengajak para orang tua dan masyarakat luas untuk memperketat pengawasan terhadap anak-anak dan anggota keluarga mereka. Ia mensinyalir bahwa akar dari keberanian para pelaku melakukan tindakan sadis adalah ketergantungan pada zat terlarang.
“Faktor kejahatan begal ini hampir 100% terlibat dengan masalah Narkoba dan judi. Ini yang harus kita waspadai bersama agar keluarga kita tidak terjerumus menjadi pelaku kejahatan,” tutupnya. (*)











