Binjai.galsibot.co.id, Seluruh unsur pengurus partai yang ada di kota Binjai hadiri diskusi kebangsaan dengan mengambil tema Demokrasi Sarana Integritas Bangsa di Gedung Biestro jalan Diponogoro kelurahan Sei Mencirim kecamatan Binjai Timur ,Sabtu(15/4/23).
Acara tersebut juga dihadiri dari tokoh masyarakat ,pengurus Panitia pemilihan Kecamatan ( PPK) kota Binjai serta pengurus panitia pemungutan Suara (PPS) kota Binjai.
Ketua KPU Kota Binjai Zulfan Efenddy,sebelum acara ini digelar tadi pagi telah melaksanakan persentasi kepada masyarakat dengan lokasi di Brahrang,pasar kebun lada dan terakhir di pasar Tapiv kota Binjai.
Kirab pemilu 2024 akan dilaksanakan secara bertahap hingga bulan November 2023 di laksanakan di 15 titik ,ucapnya.
Diskusi kebangsaan ini menghadirkan dua Nara sumber yakni Dr.Hatta Rido yang juga dekan Fakultas Fisip USU dan Dr Arifin Saleh yang juga Dekan Fakultas Fisip UMSU .
Dr Hatta Ridho dalam paparannya menyampaikan ,Indonesia memang negara besar daratan dan perairan namun untuk kwalitas demokrasi indonesia masih menduduki peringkat yang jauh dari harapan demokrasi.
Menurut Dr Muhamad Hatta yang juga wakil presiden pertama Indonesia ” Demokrasi Barat berbeda Dengan demokrasi Indonesia ” Indonesia menduduki tingkat demokrasi ke 54 dunia , tambahnya .
Masih menurut Hatta ,menuntut penundaan pemilu merupakan hal yang keliru karena penundaan pemilu itu bukan hal dari pengadilan negeri. “Menuntut penundaan pemilu di pengadilan sama halnya dengan menuntut perceraian di peradilan militer ” ucapnya.
” Demokrasi adalah kita yang memberi pemimpin bukan pemimpin yang memberi kita ,jika terjadi seorang pemimpin yang memberi kepada masyarakat maka akan hancur suatu negara ” ,ucapannya.
Politik uang pada akhirnya dimana pemimpin yang setelah menang nantinya akan berusaha mencari uang untuk mengembalikan angaran yang telah di habiskan atau dikeluarkan suatu calon .imbuhnya.
Jika kita sepakat untuk menghancurkan negara maka kita sepakat dengan pemilu politik uang ,dan kita mulai dari diri kita sendiri, tuturnya.
Arifin Saleh pemateri kedua menyampaikan ,politik adalah bagaimana cara memperoleh kekuasaan dan bagaimana cara mempertahankannya dengan cara apapun.
Selain ,Ekskutif , Yudikatif dan Legislatif politik merupakan pembagian kekuasaan untuk kesejahteraan rakyat .
” Integrasi harus kita Kampanyekan, integrasi berjalan dengan baik jika hidup bersama antara suku ,kebudayaan dan bangsa yang tidak menganggu dan menjalankan kebudayaan , serta caranya sesuai aturan dengan kesadaran yang di utamakan”. (*)
Penulis berita : Andi Nainggolan










