JAKARTA I galasibot.co.id – Bupati Humbang Hasundutan (Humbahas), Dr. Oloan P. Nababan, SH, MH, melakukan langkah proaktif dengan menyambangi kantor Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) di Jakarta, Rabu (6/5/2026). Audiensi ini fokus pada percepatan penanganan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dan pembangunan Hunian Tetap (Huntap) bagi warga terdampak bencana.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Oloan diterima langsung oleh Direktur Jenderal Kawasan Permukiman, Ir. Fitrah Nur, M.Si, beserta jajaran pejabat eselon Kementerian PKP. Turut mendampingi Bupati, Sekda Chiristison R. Marbun, Kadis PKP Anggiat Simanullang, dan tim dari Bappelitbangda.
Atasi Backlog Perumahan dan RTLH
Bupati memaparkan kondisi krusial di Kabupaten Humbang Hasundutan, di mana tercatat ada 6.154 unit RTLH dengan angka backlog perumahan mencapai 9.047 kepala keluarga.
“Audiensi ini bertujuan mencari solusi nyata bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Dari 880 unit BSPS yang kami usulkan, baru 457 unit yang disetujui. Masih ada kekurangan 423 unit yang memerlukan intervensi pusat,” ungkap Bupati Oloan.
Penyediaan Huntap Korban Bencana
Selain RTLH, agenda utama lainnya adalah pembangunan Huntap bagi korban bencana. Pemkab Humbahas telah bergerak cepat menyiapkan lahan di dua lokasi strategis:
-
Desa Sampetua: Lahan seluas 5.592 m² untuk 30 KK.
-
Desa Pulogodang: Lahan seluas 1.800 m² untuk 17 KK.
Bupati berharap kementerian segera merealisasikan pembangunan fisik agar masyarakat dapat tinggal di hunian yang layak, aman, dan jauh dari zona risiko bencana.
Respon Kementerian PKP
Menanggapi hal tersebut, Dirjen Kawasan Permukiman, Fitrah Nur, memberikan apresiasi atas kesiapan dokumen dan lahan dari Pemkab Humbahas. Ia berjanji akan segera menginstruksikan Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Sumatera II untuk melakukan verifikasi lapangan.
“Tim akan diturunkan untuk memastikan kelayakan penerima, keabsahan lahan, dan kesiapan swadaya masyarakat agar bantuan benar-benar tepat sasaran,” tegas Fitrah Nur.
Sinergi antara Pemerintah Pusat dan Daerah ini diharapkan menjadi titik terang bagi ribuan keluarga di Humbang Hasundutan untuk memiliki hunian yang lebih manusiawi.(*)











