Medan I galasibt.co.id
Aktivitas transportasi udara dan laut di Sumatera Utara mengalami penurunan signifikan pada Februari 2025. Data terbaru mencatat bahwa baik penumpang domestik maupun internasional yang melalui Bandara Internasional Kualanamu, serta penumpang kapal laut melalui Pelabuhan Belawan, mengalami penurunan dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara, jumlah penumpang domestik yang datang ke Sumatera Utara melalui Bandara Internasional Kualanamu tercatat sebanyak 161.330 orang. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 22,22 persen dibandingkan Januari 2025 yang mencapai 207.422 penumpang.
Penurunan juga terjadi pada penumpang tujuan luar negeri, baik yang menggunakan maskapai nasional maupun asing. Tercatat sebanyak 106.270 penumpang pada Februari 2025, atau turun 5,36 persen dibandingkan Januari 2025 yang mencatat 112.283 penumpang.
Sementara itu, aktivitas transportasi laut di Pelabuhan Belawan juga mengalami penurunan tajam. Jumlah penumpang angkutan laut antar pulau (dalam negeri) yang berangkat dari pelabuhan ini tercatat hanya 9.244 orang pada Februari 2025. Jumlah ini merosot 37,96 persen dari 14.901 orang pada Januari 2025.
Penurunan yang lebih drastis terjadi pada jumlah penumpang yang datang melalui Pelabuhan Belawan. Tercatat hanya 7.910 orang yang tiba di Sumatera Utara pada Februari 2025, anjlok 69,49 persen dibanding bulan sebelumnya yang mencapai 25.923 penumpang.
Analis transportasi menilai penurunan ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk berakhirnya musim liburan, kondisi cuaca yang tidak menentu, serta kemungkinan adanya penyesuaian jadwal atau kebijakan dari maskapai dan operator pelayaran.
“Penurunan jumlah penumpang di awal tahun merupakan pola musiman yang lazim, terutama setelah puncak liburan akhir tahun dan tahun baru. Namun, penurunan drastis di sektor laut memerlukan evaluasi lebih lanjut,” ungkap Dedi Hartono, pengamat transportasi dari Universitas Sumatera Utara.
Selain itu, beberapa pengamat ekonomi lokal menyoroti bahwa penurunan mobilitas masyarakat juga bisa terkait dengan meningkatnya biaya perjalanan serta fluktuasi harga bahan bakar yang berdampak pada tarif transportasi.
Bandara Internasional Kualanamu dan Pelabuhan Belawan merupakan dua simpul utama transportasi di Sumatera Utara yang memainkan peranan penting dalam konektivitas antarwilayah, baik dalam negeri maupun ke luar negeri. Oleh karena itu, penurunan aktivitas di kedua gerbang ini dapat berdampak langsung terhadap sektor pariwisata, perdagangan, serta ekonomi daerah secara umum.
Pemerintah daerah diharapkan dapat mengambil langkah-langkah strategis untuk mengantisipasi penurunan ini agar tidak berdampak jangka panjang terhadap ekonomi Sumatera Utara. Kebijakan promosi pariwisata, peningkatan layanan transportasi, dan sinergi dengan pelaku industri menjadi beberapa hal yang bisa dilakukan untuk kembali meningkatkan jumlah penumpang.
Dalam beberapa bulan ke depan, tren pergerakan penumpang akan terus dipantau, terutama menjelang musim liburan pertengahan tahun yang biasanya kembali meningkatkan arus penumpang.
BPS Sumatera Utara juga menyatakan akan terus mengupdate data pergerakan penumpang secara berkala untuk dijadikan acuan dalam perumusan kebijakan pemerintah dan pelaku industri transportasi.(*)











