Medan I galasibot.co.id
Yayasan Leluhur Cemerlang Abadi, bersama Kelenteng IM KONG KING, menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada warga kurang mampu di Lingkungan 22, Kelurahan Rengas Pulau, Medan Marelan, pada Minggu, 22 Desember 2024. Bantuan tersebut berupa paket sembako yang terdiri dari beras 5 kg, satu kardus mie instan, dan satu bungkus roti. Bantuan ini diberikan untuk menyambut Tahun Baru 2025, sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama.
Namun, saat pembagian sembako terjadi sedikit riak kecil antara warga dan petugas pembagi dari Yayasan Leluhur Cemerlang Abadi. Menanggapi situasi tersebut, Charlie, pengawas dari Yayasan dan Kelenteng IM KONG KING, dengan tenang dan bijaksana, meluruskan permasalahan yang timbul. Dalam sambutannya, Charlie mengajak warga untuk saling berkomunikasi dengan baik dan tidak mencari kekurangan atau tidak bersikap arogan terhadap satu sama lain.
“Marilah kita saling bertanya dan berkomunikasi dengan baik. Jangan saling mencari kesalahan atau perlakuan yang tidak pantas. Kita lupakan kejadian ini dan fokus pada kebaikan agar kejadian serupa tidak terulang lagi. Bantuan sosial ini berasal dari warga yang merasa diberkati setelah sembuh, mereka ikhlas menyumbang, dan juga dari donatur yang peduli. Ini adalah wujud kasih dan kepedulian bersama,” ujar Charlie.
Pak Putra, salah seorang warga Lingkungan 22, menyatakan bahwa kejadian tersebut murni merupakan miskomunikasi. Ia juga menyampaikan permohonan maaf jika ada kesilapan dalam perlakuan selama proses pembagian bansos. “Saya merasa bangga karena Kelenteng IM KONG KING bisa berbagi dengan warga untuk meringankan beban mereka, terutama dalam menyambut Tahun Baru. Mari kita lupakan kejadian ini dan saling memaafkan,” ungkap Pak Putra.
Ahoi, Kepala Lingkungan 22, menambahkan bahwa pertemuan ini harus menjadi momen yang baik untuk masa depan. “Kita harus terus memupuk kebaikan di antara kita. Saya berharap kita bisa saling menjaga dan menjaga tutur kata demi kedamaian di lingkungan ini. Saya merasa puas melihat warganya bisa saling memaafkan,” ujarnya di akhir acara.
Dengan adanya komunikasi yang baik dan saling memaafkan, semoga kejadian tersebut menjadi pelajaran berharga untuk lebih menjaga kedamaian dan kebersamaan di masa mendatang.(*)











