Samosir I galasibot.co.id
Paripurna yang sudah dijadwalkan Kamis (29/9/2022) tidak berhasil kuorum. Paripurna dimaksud sigoyanya sesuai jadwal dimulai pukul 10.00 wib. Namun sampai menjelang tengah malam tepatnya pukul 23.20 wib jumlah anggota DPRD yang hadir sejumlah 10 orang yaitu; Pantas Marroha Sinaga, Nasib Simbolon, Jony Sagala, Parluhutan Sinaga, Pantas Limbong, Parluhutan Samosir, Nurmerita Sitorus, Noni Situmorang, Magdalena Sitinjak, Saurtua Silalahi. Kedua wakil ketua DPRD Samosir, Nasip Simbolon dan Pantas Marroha Sinaga bersama beberapa OPD memasuki ruang paripurna pukul 23:20 wib, rapat pun dibuka kemudian karena belum kuorum rapat diskors 10 menit.
Selanjutnya pada pukul 23:48 skors dicabut dan rapat dilanjutkan, juga tidak kuorum, kemudian diskors 10 menit lagi. Pada skors kedua Baringin Sihotang dan Suhanto Sitanggang memasuki ruang paripurna, sehingga jumlah anggota DPRD yang hadir sebanyak 12 orang.
Karena tidak kuorum sampai tiga kali skors, Nasip kemudian menyampaikan “ Sesuai Pasal 106 Tatib DPRD Samosir no 1 tahun 2022, bahwa paripurna belum bisa dimulai karena tidak memenuhi kuorum. Pada pukul 00:17 wib diskors selama 5 menit. Rapat kembali dilanjutkan pukul 00:25 wib, artinya sudah berganti tanggal dan hari, bukan lagi tanggal 29, tapi sudah tanggal 30.
Bupati Samosir tampak memasuki ruang paripurna pada Pada pukul 23:57 wib bersama beberapa pimpinan OPD, lalu rapat dibuka kembali. Saat menjelang masuk pintu ruang paripurna melirik kepada wartawan seraya melontarkan kalimat “ Mengerikan”. Entah kepada siapa kalimat bupati Vandiko tersebut ditujukan tidak diketahui secara pasti.
Nasib Simbolon sebagai pimpinan sidang, mengajukan pertanyaan kepada anggota DPRD yang hadir guna meminta tanggapan atau masukan, namun beberapa anggota DPRD yang memberikan tanggapan atau masukan tampaknya semua hanya memberikan pendapat “ tidak salah dilanjutkan esok hari”. Tanggapan tersebut diungkapkan oleh; Parluhutan Sinaga, Magdalena N Sitinjak dan Parluhutan Samosir, juga mereka senada menyampaikan narasi “ dikembalikan ke pimpinan,”.
Pimpinan Sidang Nasib Simbolon yang juga politisi PKB itupun menyampaikan “Pimpinan memutuskan melanjutkan rapat pada hari Jumat 30 september pukul 10:00 wib, 12:00 wib, 14:00 wib, dan 16:00 wib,”. Kemudian anggota DPRD dan bupati Samosir beranjak dari ruang sidang.
Selanjutnya, Bupati milenial itu tampak dari raut wajahnya menunjukkan kekesalannya saat meninggalkan ruang rapat. Ia kembali menoleh dan berseru kepada wartawan.
“Kalau rekan rekan media tidak memunculkan berita, wah tak tahu lagi saya,” sebutnya sambil meninggalkan ruang rapat.Kemudian bupati Vandiko tampak memasuki salah satu ruangan di lantai bawah Sekretariat DPRD Samosir.
Bersama beberapa legislatif, Bupati Samosir didampingi aparaturnya dan pimpinan DPRD menggelar rapat “khusus”.
Penulis berita : Pangihutan Sinaga/editor: red











