• Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
Rabu, September 16, 2026
  • Login
GALASIBOT.CO.ID
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
GALASIBOT.CO.ID
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Home News

Mengubah Kartu Kuning Jadi Hijau: Apakah Edukasi Geopark Kaldera Toba Sudah Sesuai Standar UNESCO?

Dr. Wilmar Eliaser Simandjorang, Dipl_Ec., M.Si (Penggiat Lingkungan /Ketua Pusat Studi Geopark Indonesia (PS_GI)

Redaksi Galasibot.co.id
4 Mei 2025
/ News, Opini
0 0
0
Mengubah Kartu Kuning Jadi Hijau: Apakah Edukasi Geopark Kaldera Toba Sudah Sesuai Standar UNESCO?

Dr. Wilmar Eliaser Simandjorang, Dipl_Ec., M.Si

Share on FacebookShare on Twitter
Dr. Wilmar Eliaser Simandjorang, Dipl_Ec., M.Si saat berbincang dengan warga terkait upaya pelestarian lingkungan di Geopark Kaldera Toba.

Pada bulan Juni 2025, Toba Caldera Unesco Global Geopark (TC UGGp) akan menghadapi momen penting: kedatangan asesor dari UNESCO yang akan mengevaluasi kelayakan status geopark ini. Masyarakat dan pemangku kepentingan berharap kartu kuning yang sempat disematkan pada TC UGGp bisa berubah menjadi kartu hijau—sebagai simbol keberhasilan tata kelola, pelestarian, dan tentu saja, edukasi. Namun pertanyaannya: sudahkah pelaksanaan edukasi Geopark Kaldera Toba dilakukan sesuai standar UNESCO?

Pentingnya Pendidikan dalam Geopark

Geopark bukan sekadar kawasan wisata atau koleksi lanskap cantik. Ia adalah pusat pembelajaran, pelestarian, dan pemberdayaan. Dalam filosofi UNESCO, edukasi geopark adalah jembatan yang menghubungkan manusia dengan alam secara sadar, kritis, dan partisipatif. Pelaksanaan pendidikan ini bertujuan membangun pengetahuan masyarakat tentang geologi, ekologi, budaya lokal, serta membentuk perilaku berkelanjutan.

Edukasi geopark seharusnya tidak hanya berlangsung di ruang kelas, melainkan juga dalam bentuk pengalaman langsung di lapangan, dialog antar generasi, serta penguatan nilai-nilai lokal yang dikaitkan dengan pengetahuan ilmiah.

Siapa yang Harus Diedukasi?

Standar UNESCO menyebutkan bahwa edukasi geopark harus melibatkan berbagai kelompok: siswa sekolah, masyarakat lokal, wisatawan, pekerja pariwisata, pengelola geopark, guru, dosen, dan pemerintah daerah. Artinya, edukasi tidak boleh eksklusif, melainkan inklusif dan lintas-sektor.

Lantas, apakah di Kaldera Toba semua kelompok ini telah disentuh secara menyeluruh oleh program edukasi yang terstruktur? Apakah kegiatan seperti field trip, pelatihan guide lokal, dan penyuluhan budaya telah dilakukan dengan pendekatan yang partisipatif dan konsisten?

Materi dan Hasil Edukasi: Sudahkah Terukur?

Materi edukasi yang baik mencakup pengetahuan geologi dan lingkungan, sejarah budaya lokal, konservasi, dan kegiatan lapangan. Tapi materi saja tidak cukup. Yang terpenting adalah dampak: apakah masyarakat lokal kini lebih sadar akan pentingnya pelestarian warisan geologi dan budaya? Apakah mereka sudah menjadi bagian aktif dari proses konservasi?

Geopark yang sukses biasanya memperlihatkan indikator-indikator ini secara jelas: kesadaran meningkat, partisipasi aktif, perilaku ramah lingkungan, dan evaluasi berkelanjutan. Kita bisa berkaca pada Geopark Madonie di Italia yang telah membuktikan keberhasilan edukasi melalui keterlibatan siswa, kegiatan lapangan, dan penguatan identitas lokal.

Kompetensi Pengelola Jadi Kunci

Satu aspek yang kerap diabaikan adalah kualitas pengelola edukasi. UNESCO menggarisbawahi pentingnya kapasitas SDM yang terlibat: dari pemahaman geologi, manajemen edukasi, komunikasi dengan stakeholder, hingga evaluasi program. Tanpa pengelola yang kompeten dan berkomitmen, edukasi geopark hanya akan jadi formalitas tanpa dampak jangka panjang.

Di Kaldera Toba, apakah para pengelola pendidikan geopark sudah dilengkapi dengan pelatihan intensif dan sertifikasi kompetensi? Apakah mereka memiliki kemampuan leadership dan analisis strategis yang dibutuhkan untuk menjaga keberlanjutan edukasi?

Tantangan dan Harapan

Tidak dapat dipungkiri, upaya menuju perbaikan telah dilakukan. Namun mengubah kartu kuning menjadi kartu hijau bukan hanya soal dokumentasi teknis atau kunjungan singkat. Ini adalah evaluasi atas sejauh mana filosofi geopark benar-benar dijalankan—terutama dalam bidang edukasi.

Harapan masyarakat sangat tinggi. Edukasi yang menyentuh nurani dan membentuk pola pikir masyarakat adalah senjata utama menjaga keberlanjutan geopark. Jika pelatihan dan penyuluhan belum menyentuh semua lapisan masyarakat, maka masih ada waktu untuk bergerak.

Sebelum asesor UNESCO tiba, mari kita refleksi bersama: Sudahkah edukasi Geopark Kaldera Toba sesuai standar dan pedoman UNESCO? Jika belum, inilah waktunya memperkuat kapasitas, membenahi pelaksanaan, dan memastikan bahwa edukasi benar-benar menciptakan perubahan.

 

Baca Juga

Pemko Binjai Beri Penjelasan Resmi Terkait NIB Fresh Reflexology dan Komitmen Kota Religius

Peluang Emas! Produk Pertanian Karo Siap Tembus Pasar Eropa Lewat Kolaborasi Ekspor

Bupati Karo Sambut Tim Kejagung, Tinjau Persiapan Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi di Merek

 

 

 

 

 

Via: Editor Wilfrid Sinaga
Tags: #EdukasiGeoparkUNESCO#GeoparkKalderaToba#GeowisataBerbasisPendidikan#KartuHijauGeoparkUNESCO#PelestarianLingkunganToba
SendShareTweet
Kembali

Ketua BK DPRD Medan Tunggu Perintah Pimpinan untuk Panggil Salomo Pardede Terkait Dugaan Pemerasan

Lanjut

Wali Kota Binjai Letakkan Batu Pertama Renovasi Shri Shivan Kuil: Simbol Harmoni dan Kemajuan Kota

Baca Juga

Pemko Binjai Beri Penjelasan Resmi Terkait NIB Fresh Reflexology dan Komitmen Kota Religius
Binjai

Pemko Binjai Beri Penjelasan Resmi Terkait NIB Fresh Reflexology dan Komitmen Kota Religius

16 September 2026
Peluang Emas! Produk Pertanian Karo Siap Tembus Pasar Eropa Lewat Kolaborasi Ekspor
Ekonomi

Peluang Emas! Produk Pertanian Karo Siap Tembus Pasar Eropa Lewat Kolaborasi Ekspor

16 September 2026
Bupati Karo Sambut Tim Kejagung, Tinjau Persiapan Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi di Merek
Karo

Bupati Karo Sambut Tim Kejagung, Tinjau Persiapan Pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi di Merek

16 September 2026
Wali Kota Medan Sampaikan PAPBD 2026, Pendapatan Diproyeksikan Rp7,13 Triliun dan Belanja Rp7,73 Triliun
Medan

Wali Kota Medan Sampaikan PAPBD 2026, Pendapatan Diproyeksikan Rp7,13 Triliun dan Belanja Rp7,73 Triliun

16 September 2026
Proyek Rp169 Miliar Menjadi Aset Daerah: Mampukah Samosir Mengelola WFC dan Tele?
Nasional

Proyek Rp169 Miliar Menjadi Aset Daerah: Mampukah Samosir Mengelola WFC dan Tele?

16 September 2026
Bupati Humbahas Ingatkan Bantuan Beras Bukan untuk Dijual: Di Balik 702,96 Ton Beras untuk Warga
Humbanghasundutan

Bupati Humbahas Ingatkan Bantuan Beras Bukan untuk Dijual: Di Balik 702,96 Ton Beras untuk Warga

16 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HPN 2026

POPULER

  • Rekonsiliasi Jakarta Raya: Saatnya Menguatkan BPH dan Menjaga Marwah PPTSB

    Rekonsiliasi Jakarta Raya: Saatnya Menguatkan BPH dan Menjaga Marwah PPTSB

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Meriahkan HUT ke-81 RI, Karang Taruna Desa Pollung Gelar Lomba Antardusun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Warisan Kita Hanya Kegaduhan? : Jadilah “Tua-Tua” yang Dicatat Sejarah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Konsolidasi Marga Sinaga: Sairon Deklarasi Maju Calon Ketum PPTSB 2026-2030

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 Hari Tidur di Polsek Namorambe, Korban Teror Bom Molotov Tagih Ketegasan Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemimpinan dalam Marga: Jangan Biarkan Ambisi Mengalahkan Persaudaraan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Eksklusif Wawancara Yohanes Suhardin: Dari Ruang Kuliah Menuju Panggung Advokasi Demi Penegakan Hukum Tanpa Politik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
GALASIBOT.CO.ID

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Navigate Site

  • Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In