Medan | galasibot.co.id
Dalam rangka memperkuat kesadaran nasional terhadap nilai-nilai bela negara, Joint to US bekerja sama dengan Indonesia EMAS akan menyelenggarakan prakegiatan Simposium Bela Negara bertema “Reaktualisasi Kegiatan Bela Negara Humanisme” secara daring melalui platform Zoom Meeting pada Kamis, 5 Juni 2025, pukul 09.30 – 12.00 WIB.
Acara ini dapat diikuti melalui Meeting ID: 86186207105 dan Passcode: 330079.
Kegiatan ini menjadi ajang penting untuk menyosialisasikan nilai-nilai bela negara dalam konteks kekinian, khususnya pendekatan humanisme dalam menghadapi tantangan sosial, seperti penyalahgunaan narkoba. Salah satu topik sentral yang diangkat adalah “Sumut Bebas Penyalahgunaan Narkoba”, sejalan dengan semangat membangun ketahanan nasional berbasis kesadaran masyarakat.
Berbagai sesi akan mewarnai simposium ini, mulai dari laporan Ketua Panitia, sambutan dari Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan RI serta Gubernur Sumatera Utara, hingga orasi ilmiah dan diskusi panel yang akan ditutup dengan pembacaan rekomendasi strategis.
Beberapa tokoh dan akademisi nasional turut menjadi narasumber dalam diskusi panel, antara lain:
- Prof. Ir. Zulkarnain Lubis, MS, PhD – Pendidikan Karakter
- Prof. Dr. Yasmimrah Mandasari Saragih, SH., MH – Sosial Budaya
- Prof. Dr. Ir. Bilter Sirait, MS – Ketahanan Pangan
- Prof. Dr. Eliaebet Butarbutar, SH., MH – Kesadaran Hukum
- Prof. Dr. Cia Cai Cen, SE, MSi – Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan
- Dr. Sunarto, SPsi., M.Psi., Psikolog – Kesehatan Mental
- Soritua Sihombing, M.Pd – Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan Narkoba (P4GN)
- Prof. Sahar Arifin Matondang, MA., PhD – Ketua LDII Sumut
- Brigjen Pol. Drs. Toga H. Panjaitan – Kepala BNNP Sumut)
- Muharianto, S.Sos.I – Kepala Kesbangpol Sumut
- Prof. Dr. Syaiful Sagala, M.Pd – Ketua ABPPTSI Sumut
- Prof. Dr. Jan Patar Simatupang, M.Kes – Ketua Umum FBN
Diskusi ini akan dimoderatori oleh Andria Zulfa, SE., M.Si., Ph.D, dan terbuka bagi masyarakat umum, khususnya warga Sumatera Utara yang peduli terhadap masa depan generasi muda dan ketahanan bangsa dari ancaman narkoba.
Simposium ini juga menjadi bagian awal dari kegiatan yang lebih besar untuk merumuskan pendekatan bela negara berbasis humanisme—yaitu pendekatan yang menempatkan martabat manusia, nilai sosial budaya, serta kesejahteraan masyarakat sebagai fondasi pertahanan non-militer.(*)











