• Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
Kamis, Juni 25, 2026
  • Login
GALASIBOT.CO.ID
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
GALASIBOT.CO.ID
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Home News

GMNI Medan Kritik Rekrutmen PPPK Badan Gizi: Jangan Ciptakan Kasta Baru ASN di Atas Penderitaan Guru Honorer

Redaksi Galasibot.co.id
26 Januari 2026
/ News
0 0
0
GMNI Medan Kritik Rekrutmen PPPK Badan Gizi: Jangan Ciptakan Kasta Baru ASN di Atas Penderitaan Guru Honorer
Share on FacebookShare on Twitter

MEDAN | galasibot co id

Kebijakan percepatan pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Badan Gizi Nasional (BGN) kembali disorot. Kritik keras disampaikan oleh Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Kota Medan karena kebijakan tersebut dinilai melukai rasa keadilan sosial, khususnya bagi guru honorer.

Baca Juga

Usut Tuntas! Punguan Silauraja Indonesia Desak Keadilan atas Kematian Jaka Malau

Dekapan Hangat KH Fathulloh dan Romo Damianus di Banyuwangi: Ikthtiar Merawat Toleransi yang Kian Langka

Polres Dairi Bongkar Drama Penipuan: Habiskan Uang Perusahaan untuk Judi Online, Karyawan di Dairi Rekayasa Kasus Begal

Kebijakan Dinilai Timbulkan Ketimpangan

Kritik tersebut disampaikan oleh Ketua DPC GMNI Kota Medan, Bung Ramot Simarmata. Menurutnya, kebijakan rekrutmen PPPK BGN yang ditujukan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah dijalankan tanpa mempertimbangkan nasib ratusan ribu guru honorer di Indonesia.

Kebijakan ini disebut sebagai bentuk ketidakadilan struktural karena kemudahan pengangkatan pegawai baru justru dilakukan di tengah belum tuntasnya persoalan kesejahteraan pendidik dan tenaga kesehatan.

Disorientasi Politik Anggaran Negara

Lebih lanjut, disorientasi serius dalam politik anggaran negara dinilai telah terjadi. Program MBG memang diklaim sebagai investasi sumber daya manusia, namun pendidikan dan kesehatan sebagai pilar utama pembangunan justru belum diprioritaskan secara adil dalam kebijakan kepegawaian.

Berdasarkan data anggaran tahun 2026, dari total anggaran pendidikan sebesar Rp769 triliun, sekitar Rp223 triliun dialokasikan khusus untuk program MBG. Sementara itu, Badan Gizi Nasional juga menganggarkan belanja SDM sebesar Rp7,1 triliun pada tahun yang sama.

Kontras dengan Nasib Guru Honorer

Ketimpangan semakin terlihat ketika data pengangkatan pegawai BGN disandingkan dengan kondisi guru honorer. Sebanyak 32.000 pegawai inti Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dijadwalkan diangkat sebagai ASN PPPK per 1 Februari 2026. Sebelumnya, pada tahap awal per 1 Juli 2025, sebanyak 2.080 pegawai telah lebih dahulu diangkat.

Sebaliknya, dari sekitar 800 ribu guru honorer yang telah diangkat sebagai ASN PPPK, sebagian besar masih berstatus PPPK Paruh Waktu. Upah yang diterima pun disebut masih jauh dari layak, dengan kisaran Rp200.000 hingga Rp1.000.000 per bulan, bahkan belum menyentuh standar Upah Minimum Provinsi (UMP).

Peringatan Soal “Kasta Baru” ASN

Fenomena tersebut dinilai sebagai upaya penciptaan “kasta baru” ASN. Kondisi ini disebut sangat mencederai rasa keadilan, terutama bagi guru yang telah mengabdi selama bertahun-tahun dalam keterbatasan.

Jika negara terus mendahulukan program baru tanpa menyelesaikan kewajiban terhadap tenaga pendidik dan kesehatan, maka amanat Pasal 34 UUD 1945 dinilai telah diabaikan. Nilai-nilai Trisakti dan Marhaenisme pun dianggap hanya menjadi jargon tanpa implementasi nyata.

Tiga Tuntutan GMNI Medan

Menyikapi kondisi tersebut, DPC GMNI Kota Medan menyampaikan tiga tuntutan utama kepada pemerintah.
Pertama, evaluasi total politik anggaran diminta segera dilakukan agar alokasi dana pendidikan benar-benar diprioritaskan untuk kesejahteraan pendidik.
Kedua, kepastian status ASN PPPK penuh waktu didesak segera diberikan kepada guru dan tenaga kesehatan yang telah lama mengabdi.
Ketiga, praktik pencitraan sektoral diminta untuk dihentikan karena dinilai mengabaikan keadilan sosial bagi rakyat marhaen.

Di akhir pernyataannya, ditegaskan bahwa negara tidak boleh bersikap oportunistik dengan memanfaatkan tenaga honorer saat dibutuhkan, lalu menyingkirkannya atas nama efisiensi fiskal demi program populis.(*)

 

Tags: #GMNI Medan#Guru Honorer#Keadilan ASN#PPPK Badan GiziProgram Makan Bergizi Gratis
SendShareTweet
Kembali

DPRD Medan Gelar Rapat Pansus Penertiban Aset Kota Medan

Lanjut

Kebersamaan dengan Driver Online Dijalin Kapolres Binjai

Baca Juga

Usut Tuntas! Punguan Silauraja Indonesia Desak Keadilan atas Kematian Jaka Malau
News

Usut Tuntas! Punguan Silauraja Indonesia Desak Keadilan atas Kematian Jaka Malau

20 Juni 2026
Dekapan Hangat KH Fathulloh dan Romo Damianus di Banyuwangi: Ikthtiar Merawat Toleransi yang Kian Langka
Budaya

Dekapan Hangat KH Fathulloh dan Romo Damianus di Banyuwangi: Ikthtiar Merawat Toleransi yang Kian Langka

16 Juni 2026
Polres Dairi Bongkar Drama Penipuan: Habiskan Uang Perusahaan untuk Judi Online, Karyawan di Dairi Rekayasa Kasus Begal
News

Polres Dairi Bongkar Drama Penipuan: Habiskan Uang Perusahaan untuk Judi Online, Karyawan di Dairi Rekayasa Kasus Begal

10 Juni 2026
Provinsi Tapanuli Tinggal Ketok Palu? DPR RI Desak Kemendagri Rampungkan Aturan Pemekaran Daerah!
News

Provinsi Tapanuli Tinggal Ketok Palu? DPR RI Desak Kemendagri Rampungkan Aturan Pemekaran Daerah!

8 Juni 2026
Mengapa Enam Dapur SPPG di Binjai Berhenti Beroperasi? Sengkarut Birokrasi Bank dan Aturan Ketat Dana Talangan
News

Mengapa Enam Dapur SPPG di Binjai Berhenti Beroperasi? Sengkarut Birokrasi Bank dan Aturan Ketat Dana Talangan

8 Juni 2026
Mengisolasi Oknum, Menyelamatkan Visi: Tanggapan Resmi The Prabowonomics Institute atas Badai di Badan Gizi Nasional
News

Mengisolasi Oknum, Menyelamatkan Visi: Tanggapan Resmi The Prabowonomics Institute atas Badai di Badan Gizi Nasional

8 Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HPN 2026

POPULER

  • Perkumpulan Raja Parhata Sedunia Resmi Dibentuk, Jaga Marwah Adat Batak di Era Globalisasi

    Perkumpulan Raja Parhata Sedunia Resmi Dibentuk, Jaga Marwah Adat Batak di Era Globalisasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Provinsi Tapanuli Tinggal Ketok Palu? DPR RI Desak Kemendagri Rampungkan Aturan Pemekaran Daerah!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengakar di Tanah Batak: Kiprah Jenny Waskita di Prabowonomics hingga Rencana Penabalan Boru Sinaga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, BPS Sumut Terjunkan Petugas Serentak ke Pelosok Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Usut Tuntas! Punguan Silauraja Indonesia Desak Keadilan atas Kematian Jaka Malau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Beredar Informasi Yang Membawa Kontraktor Proyek Sihapilis dan Huta Ginjang Samosir Adalah “OB”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Brigjen TNI Purn MJP Hutagaol Nilai Peninjauan Moratorium Provinsi Tapanuli Langkah Strategis dalam Prabowonomics Summit 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
GALASIBOT.CO.ID

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Navigate Site

  • Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In