BATAM | galasibot.co.id – Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Nasution memperjuangkan penambahan Transfer Keuangan Daerah (TKD) bagi daerah terdampak bencana. Bobby menyampaikan hal itu secara langsung kepada Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam Rapat Koordinasi Forkopimda se-Sumatera di BP. Batam, Rabu (12/8/2026).
Selain soal TKD, Bobby mempertanyakan kepastian acuan anggaran yang dipakai pemerintah daerah dalam menyusun Rancangan APBD 2027. Kepastian tersebut sangat mendesak karena kabupaten dan kota di Sumut sedang menyusun P-APBD 2026 serta bersiap menyusun R-APBD 2027.
Menanti Kejelasan Acuan Anggaran
Bobby menyoroti pemulihan TKD daerah terdampak bencana di Sumut yang mencapai sekitar Rp1,1 triliun. Ia mempertimbangkan apakah penyusunan anggaran 2027 memakai angka sebelum atau sesudah pemulihan TKD tersebut.
“Tentu ini sangat menentukan perencanaan kegiatan di lapangan,” tegas Bobby.
Tiga Skenario Alokasi TKD dari Kemendagri
Menanggapi hal itu, Mendagri Tito Karnavian menjelaskan bahwa kementeriannya sudah mengusulkan tiga opsi alokasi TKD Tahun 2027 kepada Kementerian Keuangan dan Bappenas. Tiga opsi tersebut meliputi skenario maksimal Rp982 triliun, moderat Rp932 triliun, dan minimal Rp910 triliun.
Tito menegaskan bahwa keputusan akhir mengenai besaran TKD berada di tangan Presiden. Namun, Kemendagri menetapkan dua kelompok prioritas penerima tambahan alokasi.
Prioritas utama mencakup daerah terdampak bencana di Sumatera, Flores, dan Kepulauan Sitaro. Serta daerah berkapasitas fiskal rendah agar belanja wajib dan pembangunan tidak terganggu.
Mendagri meminta kepala daerah menunggu pengumuman resmi alokasi TKD melalui Pidato Presiden mengenai Nota Keuangan RAPBN 2027 pada pertengahan Agustus. Pertemuan tersebut juga mengapresiasi kecepatan penanganan sektor kesehatan pascabencana di Sumatera.(*)
Source:
Penulis berita : Wilfrid Sinaga









