MEDAN | galasibot co id – Wajah baru Stadion Teladan Medan kini sedang bersiap mencatatkan sejarah baru. Diplot sebagai salah satu kandidat kuat venue ajang sepak bola bergengsi tingkat Asia Tenggara, Piala AFF U-19, Pemerintah Kota (Pemko) Medan langsung tancap gas melakukan akselerasi di segala lini.
Pada Sabtu pagi (23/5/2026), Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, memimpin langsung aksi gotong royong massal lintas sektoral di kawasan stadion legendaris tersebut. Langkah taktis ini diambil guna memastikan proyek yang sedang dalam tahap finalisasi konstruksi tersebut tidak hanya rampung secara struktural, tetapi juga bersih, estetis, dan memenuhi standar ketat regulasi internasional.
Sinergi Lintas Sektoral: Membaur Tanpa Sekat
Sejak matahari baru beranjak naik, area Stadion Teladan sudah dipadati oleh ratusan petugas. Tidak sekadar memberi instruksi dari balik meja, Wali Kota Rico Waas tampak turun langsung ke lapangan, membaur bersama unsur Forkopimda Kota Medan, pimpinan perangkat daerah, para camat, seluruh perangkat kecamatan dan kelurahan, hingga petugas kebersihan (pasukan melati dan bestari).
Fokus utama dari operasi pembersihan skala besar ini meliputi:
-
Pembersihan dan evakuasi sisa-sisa material pembangunan di sekitar area concourse dan tribun.
-
Perapian lansekap luar stadion demi mematangkan estetika estetis kawasan.
-
Pengecekan aksesibilitas dan sterilisasi jalur evakuasi penonton serta pemain.
“Hari ini kita menginisiasi gotong royong massal. Kali ini kita ajak seluruh perangkat kecamatan dan kelurahan untuk bersama-sama turun ke Stadion Teladan. Karena masih ada beberapa bagian stadion yang dalam tahap konstruksi, kita bersihkan sama-sama di akhir minggu ini,” ujar Rico Waas di sela-sela kegiatannya.
Menjawab Tantangan Standar Internasional
Menjadi tuan rumah turnamen internasional sekelas Piala AFF U-19 bukanlah perkara mudah. Federasi Sepak Bola Asia Tenggara (AFF) dikenal memiliki indikator penilaian yang sangat ketat, mulai dari kualitas rumput, fasilitas ruang ganti, aspek keamanan, hingga kebersihan lingkungan sekitar stadion.
Gotong royong massal akhir pekan ini menjadi pembuktian bahwa Pemko Medan memperlakukan detail sekecil apa pun dengan serius. Kehadiran fisik para pejabat teras kota di lapangan mengirimkan sinyal kuat kepada panitia pusat dan AFF bahwa Kota Medan sangat siap secara infrastruktur dan mentalitas.
Komitmen Medan Sebagai Tuan Rumah yang Ramah
Revitalisasi Stadion Teladan bukan sekadar proyek fisik, melainkan momentum rebranding Kota Medan di mata dunia. Suksesnya penyelenggaraan turnamen internasional diproyeksikan akan membawa dampak ekonomi berganda (multiplier effect) bagi sektor perhotelan, UMKM kuliner, hingga pariwisata lokal.
Rico Waas menegaskan, dengan kemajuan pengerjaan dan kematangan persiapan yang ada saat ini, ibu kota Provinsi Sumatera Utara ini siap menyambut kedatangan tim-tim nasional dari berbagai negara dengan standar terbaik.
“Medan harus siap. Kita ingin membuktikan kepada dunia luar bahwa kota ini bukan hanya sekadar siap secara fisik, tetapi juga mampu menjadi tuan rumah yang ramah, aman, tertib, dan benar-benar berstandar internasional,” pungkas Rico penuh optimisme.
Dengan semangat gotong royong yang mempertemukan komitmen birokrasi dan kerja keras di lapangan, Stadion Teladan kini tinggal menghitung hari untuk bertransformasi dari sekadar situs konstruksi menjadi panggung megah tempat talenta-talenta muda terbaik Asia Tenggara berlaga.(*)











