Dairi I galasibot.co.id, – Sektor pertanian yang menjadi urat nadi perekonomian Kabupaten Dairi kini memasuki babak baru dalam mitigasi risiko iklim. Menghadapi ketidakpastian cuaca global yang kian mengancam produktivitas komoditas unggulan daerah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi resmi meluncurkan Pilot Model Produk Asuransi Parametrik Indeks Cuaca dan Tabungan di Hotel Beristra, Senin (25/5/2026).
Langkah inovatif ini ditandai dengan penyerahan langsung Polis Asuransi Parametrik Indeks Cuaca dan Buku Tabungan Martabe kepada 199 petani kopi tangguh yang tergabung dalam program Resilience Oriented Solutions for Thriving Smallholders (ROOTS). Program strategis ini digagas oleh Mercy Corps Indonesia dengan sokongan dari The Starbucks Foundation.
Bupati Dairi, Vickner Sinaga, menegaskan bahwa inovasi perlindungan finansial seperti ini sudah sangat mendesak bagi wilayahnya. Mengingat Dairi yang mencakup 15 kecamatan, 169 desa/kelurahan, dengan populasi 329.341 jiwa, mayoritas menggantungkan hidup pada sektor agraris.
“Melalui produk asuransi ini, diharapkan petani kopi akan beralih dari manajemen krisis yang bersifat reaktif menuju pembangunan ketahanan yang proaktif. Kita harus mengamankan mata pencaharian mereka sekaligus menjaga masa depan pertanian kopi yang berkelanjutan di Kabupaten Dairi,” ujar Bupati Vickner Sinaga dalam sambutannya.
Membedah Asuransi Parametrik: Solusi Cepat Tanpa Survei Lapangan
Berbeda dengan skema asuransi konvensional yang membutuhkan proses verifikasi kerusakan fisik yang lama dan rumit di lapangan, Asuransi Parametrik Indeks Cuaca menawarkan model proteksi modern berbasis data teknologi.
Dikembangkan melalui kolaborasi lintas sektor antara Mercy Corps Indonesia, Bank Sumut, dan Zurich Syariah Indonesia, produk ini menjadikan parameter data cuaca—seperti curah hujan ekstrem atau kekeringan panjang—sebagai indikator utama pencairan klaim.
-
Berbasis Data Akurat: Menggunakan pemantauan parameter cuaca dari BMKG.
-
Klaim Otomatis & Transparan: Jika data cuaca melewati ambang batas (threshold) yang disepakati, klaim cair secara otomatis.
-
Efisien: Memotong jalur birokrasi karena tidak memerlukan survei fisik kerugian ke kebun petani.
Untuk tahap awal, intervensi Program ROOTS menyasar 1.000 petani kopi di enam desa percontohan yang tersebar di dua kecamatan sentra kopi, yaitu:
-
Kecamatan Sumbul: Desa Pegagan Julu VI, Pegagan Julu VII, Pegagan Julu VIII, dan Desa Perjuangan.
-
Kecamatan Parbuluan: Desa Parbuluan III dan Parbuluan IV.
Menariknya, program ini juga mengusung misi kesetaraan jender yang kuat dalam struktur ekonomi pertanian dengan melibatkan 60 persen petani perempuan dan 40 persen petani laki-laki.
Sinergi Literasi Keuangan dan Keberlanjutan Transaksi Digital
Ketahanan petani tidak hanya dibangun di atas lahan, melainkan juga melalui penguatan kapasitas finansial. Kepala Bappeda Kabupaten Dairi, Romedi Bangun, menyebutkan bahwa Program ROOTS merupakan paket lengkap yang mengintegrasikan mitigasi iklim dengan inklusi keuangan. Petani tidak sekadar diberi polis, tetapi juga dibekali edukasi literasi keuangan, akses ke rekening tabungan, hingga ekosistem pembayaran digital.
Romedi juga memaparkan rekam jejak keberhasilan program pendahulu, yakni BENTANI Light, yang berjalan dari Juni 2024 hingga Januari 2026.
| Indikator Program | Capaian Program BENTANI Light (2024 – 2026) |
| Cakupan Wilayah | 10 Desa di 5 Kecamatan Kabupaten Dairi |
| Total Penerima Manfaat | 3.700 Orang Petani |
| Fokus Sasaran | Petani Kopi Perempuan, Istri Petani, dan Anak Perempuan |
| Pilar Utama | Pemanfaatan Teknologi, Literasi Keuangan, Kesehatan, & Bisnis |
“Kami berharap rangkaian program, mulai dari BENTANI hingga ROOTS ini, mampu melahirkan ekosistem masyarakat petani kopi Dairi yang jauh lebih tangguh, mandiri secara finansial, sehat, dan memiliki daya saing tinggi di pasar global,” tambah Romedi Bangun.
Dukungan Multipihak dari Pusat hingga Daerah
Peluncuran program ini mendapat atensi besar dari level pemerintahan pusat hingga pelaku industri makro. Agenda strategis ini turut dihadiri oleh Wakil Bupati Dairi Wahyu Daniel Sagala, Sekda Surung Charles Bantjin, perwakilan Kemenko Perekonomian RI Dr. Fatma, serta Direktur Pembiayaan Pertanian Kementan RI Dr. drh. Purwanta, M.Kes.
Dari jajaran kemitraan strategis, hadir Executive Director Mercy Corps Indonesia Ade Soekadis, Pimpinan Zurich Syariah Bramantyo Yogireinanto, Robert Hastoaji selaku perwakilan FSC Starbucks Berastagi, perwakilan BMKG Wilayah I Sumut, serta jajaran Direksi PT Bank Sumut.
Guna memastikan program ini berdampak jangka panjang, Bupati Vickner Sinaga secara khusus menginstruksikan kepada para camat dan kepala desa di lokasi intervensi untuk terjun langsung mengawal jalannya program di lapangan.
“Aparatur desa harus aktif memotivasi petani agar memanfaatkan fasilitas proteksi ini dengan optimal. Kolaborasi erat bersama Mercy Corps dan para mitra harus kita jaga demi kesejahteraan petani Dairi,” pungkas Bupati.(*)











