• Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
Senin, Juli 6, 2026
  • Login
GALASIBOT.CO.ID
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
GALASIBOT.CO.ID
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Home Opini

UHC Award 2026 Pemko Medan: Dari Selebrasi Angka Menuju Konsistensi Mutu Layanan Kesehatan

Redaksi Galasibot.co.id
4 Februari 2026
/ Opini
0 0
0
UHC Award 2026 Pemko Medan: Dari Selebrasi Angka Menuju Konsistensi Mutu Layanan Kesehatan

Walikota Medan, Rico Waas saat menerima Penghargaan UHC Award Kategori Madya Tahun 2026 di Jakarta.

Share on FacebookShare on Twitter

Baca Juga

Dugaan Mega Korupsi BGN: Saat Program Makan Bergizi Terjebak dalam Politik Relasi

Provinsi Tapanuli: Strategi Baru Pertumbuhan Ekonomi Sumatera

Provinsi Tapanuli: Dari Jejak Sejarah Menuju Pusat Pertumbuhan Baru Sumatera

Apresiasi tinggi patut dialamatkan kepada Pemerintah Kota Medan atas raihan UHC Award Kategori Madya Tahun 2026 di Jakarta baru-baru ini. Penghargaan tingkat nasional yang diterima langsung oleh Wali Kota Medan dari Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat ini bukan sekadar piala seremonial. Secara administratif, penghargaan ini menjadi pengakuan atas komitmen luar biasa Pemko Medan dalam menjamin hak konstitusional warga di sektor kesehatan, yang dibuktikan dengan capaian kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang menembus angka 100,12 persen.

Dari perspektif tata kelola keuangan daerah (fiscal governance), catatan Dinas Kesehatan Kota Medan yang menunjukkan nihilnya tunggakan iuran Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) yang didaftarkan pemerintah daerah hingga batas evaluasi merupakan sebuah prestasi kepatuhan fiskal yang langka. Kedisiplinan anggaran ini menjadi motor utama yang menggerakkan roda jaminan sosial bagi 7.442 pengguna layanan di tingkat puskesmas dan 15.555 pasien di tingkat rumah sakit selama periode evaluasi.

Namun, demi keadilan dan kesejahteraan bangsa, raihan penghargaan tidak boleh menghentikan fungsi kontrol sosial yang kritis. Pertanyaan strategis yang harus diajukan adalah: Apakah lompatan kuantitas di atas kertas ini sudah berbanding lurus dengan lompatan kualitas pelayanan (health outcome) yang dirasakan langsung oleh masyarakat di atas ranjang rumah sakit?

Kita harus jernih melihat bahwa keberhasilan mengintegrasikan 47 rumah sakit provider di dalam kota serta jejaring luas hingga 74 rumah sakit di luar Kota Medan—termasuk ke wilayah Aceh, Riau, Jambi, hingga Pulau Jawa—memiliki tantangan sistemik yang berlapis.

  • Pertama, tantangan standarisasi pelayanan inter-wilayah. Ketika warga Medan yang berada di luar daerah berobat dalam kondisi darurat menggunakan skema perluasan jaringan ini, kepastian kesamaan mutu medis dan kemudahan birokrasi rujukan menjadi ujian riil atas efektivitas kerja sama tersebut. Tanpa sistem pemantauan yang ketat, perluasan geografis ini berisiko menjadi klaim administratif tanpa proteksi riil.

  • Kedua, beban berlapis pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Dengan angka kepesertaan yang melampaui 100 persen dari target populasi, Puskesmas di Kota Medan kini memikul beban operasional yang jauh lebih masif. Risiko antrean yang mengular, waktu tunggu tindakan medis, serta potensi penurunan empati tenaga kesehatan akibat beban kerja yang meluap (burnout) adalah dampak logis yang wajib diantisipasi oleh manajemen Dinas Kesehatan.

  • Ketiga, keberlanjutan pembiayaan di tengah dinamika ekonomi makro. Keaktifan peserta yang berada di atas 85 persen membutuhkan kepastian bahwa pasokan dana APBD untuk menyubsidi sisa penduduk yang didaftarkan oleh Pemda (yang saat ini diakui masih tersisa sedikit lagi dari target 10 persen) tidak mengganggu pos pembangunan sektor fundamental lainnya, seperti pendidikan dan infrastruktur penanggulangan banjir.

Galasibot.co.id berpandangan bahwa UHC Award 2026 harus dijadikan momentum bagi Pemko Medan untuk bergeser dari paradigma “Cakupan Kuantitatif” (Universal Coverage) menuju “Kepuasan Kualitatif” (Universal Quality).

Sebagai langkah solutif yang strategis, Dinas Kesehatan Kota Medan perlu segera membangun Sistem Integrasi Data Rujukan Real-Time berbasis teknologi Smart City. Ketersediaan tempat tidur kosong, jadwal dokter spesialis, dan status ketersediaan obat di 47 rumah sakit provider di Medan dan jejaring luar daerah harus dapat diakses secara transparan oleh sistem rujukan puskesmas guna memangkas waktu tunggu pasien darurat.

Selain itu, Pemko Medan disarankan untuk membentuk tim audit mutu independen secara berkala yang melibatkan organisasi profesi medis dan pemangku kepentingan publik. Langkah ini penting untuk memitigasi adanya diskriminasi pelayanan antara pasien UHC Pemda dan pasien reguler mandiri di fasilitas-fasilitas kesehatan mitra.

Penghargaan nasional adalah cermin dari apa yang telah dikerjakan dengan baik di masa lalu. Namun, ujian sesungguhnya dari jurnalisme dan kepemimpinan daerah yang visioner adalah bagaimana memastikan bahwa esok hari, tidak ada satu pun warga Kota Medan—baik yang berada di dalam kota maupun yang sedang merantau—yang harus kehilangan nyawa hanya karena hambatan birokrasi layanan kesehatan. UHC Award adalah jangkar, mutu pelayanan yang konsisten adalah layarnya.

Tags: #Evaluasi APBD Dinas Kesehatan Medan#Jaminan Kesehatan Medan Berkah UHC JKMB#Sistem Rujukan Rumah Sakit BPJS Medan#UHC Award 2026 Pemko MedanLayanan Kesehatan Gratis Kota Medan
SendShareTweet
Kembali

Pansus DPRD Medan Bahas Strategi Peningkatan PAD dari Retribusi Sampah

Lanjut

Wakil Wali Kota Ajak Al-Washliyah Perkuat Sinergi Pembangunan Kota Binjai

Baca Juga

Dugaan Mega Korupsi BGN: Saat Program Makan Bergizi Terjebak dalam Politik Relasi
Opini

Dugaan Mega Korupsi BGN: Saat Program Makan Bergizi Terjebak dalam Politik Relasi

5 Juli 2026
Provinsi Tapanuli: Strategi Baru Pertumbuhan Ekonomi Sumatera
Opini

Provinsi Tapanuli: Strategi Baru Pertumbuhan Ekonomi Sumatera

29 Juni 2026
Provinsi Tapanuli: Dari Jejak Sejarah Menuju Pusat Pertumbuhan Baru Sumatera
JURNAL

Provinsi Tapanuli: Dari Jejak Sejarah Menuju Pusat Pertumbuhan Baru Sumatera

24 Juni 2026
Menelusuri Lorong Kepemimpinan: Mengalirkan Pengaruh Melampaui Jabatan
Opini

Menelusuri Lorong Kepemimpinan: Mengalirkan Pengaruh Melampaui Jabatan

13 Juni 2026
“Go and Sin No More” TPL: Sebuah Rekonstruksi Solusi atas Konflik Panjang di Tanah Batak
Opini

“Go and Sin No More” TPL: Sebuah Rekonstruksi Solusi atas Konflik Panjang di Tanah Batak

4 Juni 2026
Reformasi Parkir Medan: Menutup Kebocoran PAD dan Mewujudkan Smart City yang Berkeadilan
Opini

Reformasi Parkir Medan: Menutup Kebocoran PAD dan Mewujudkan Smart City yang Berkeadilan

31 Mei 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HPN 2026

POPULER

  • Perkumpulan Raja Parhata Sedunia Resmi Dibentuk, Jaga Marwah Adat Batak di Era Globalisasi

    Perkumpulan Raja Parhata Sedunia Resmi Dibentuk, Jaga Marwah Adat Batak di Era Globalisasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Provinsi Tapanuli Tinggal Ketok Palu? DPR RI Desak Kemendagri Rampungkan Aturan Pemekaran Daerah!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengakar di Tanah Batak: Kiprah Jenny Waskita di Prabowonomics hingga Rencana Penabalan Boru Sinaga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Felicia Babak 6 Besar The Icon Indonesia SCTV: Mohon Dukungan untuk Rebut Tiket Top 5 Senin Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, BPS Sumut Terjunkan Petugas Serentak ke Pelosok Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Usut Tuntas! Punguan Silauraja Indonesia Desak Keadilan atas Kematian Jaka Malau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Brigjen TNI Purn MJP Hutagaol Nilai Peninjauan Moratorium Provinsi Tapanuli Langkah Strategis dalam Prabowonomics Summit 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
GALASIBOT.CO.ID

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Navigate Site

  • Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In