MEDAN I galasibot.co.id – Di tengah kesibukan mengawal regulasi dan kebijakan makro di Senayan, Kombes Pol. (Purn.) Dr. Maruli Siahaan, S.H., M.H., menunjukkan bahwa esensi seorang wakil rakyat adalah kepekaan yang membumi. Melalui sebuah gerakan moral dan spiritual yang masif, Anggota DPR RI Komisi XIII Fraksi Partai Golkar dari Daerah Pemilihan Sumatera Utara I ini resmi memberangkatkan sebanyak 13.000 Anak Sekolah Minggu (ASM) untuk mengikuti wisata rohani ke Hillpark Sibolangit, Deliserdang.
Bukan sekadar rekreasi biasa, program ini dirancang secara VIP dan bergiliran setiap hari Minggu serta hari libur. Di balik angka fantastis 13.000 anak tersebut, ada visi besar tentang pembentukan karakter generasi masa depan.
“Anak-anak yang bermain bersama dan menikmati alam sekitar akan membuat mereka semakin kompak. Dari sanalah karakter, kebersamaan, dan rasa kepedulian mereka terbangun,” ujar Maruli Siahaan.
Pernyataan visioner tersebut disampaikannya di sela-sela menghadiri Pesta Pembangunan Gereja HKBP Ruth Resort Pardomuan Nauli Simalingkar B, Medan Tuntungan, Minggu (7/6/2026).
Lebih dari Sekadar Tugas Komisi XIII
Sebagai anggota Komisi XIII DPR RI, portofolio formal Maruli memang berfokus pada bidang hukum, HAM, dan kemasyarakatan. Namun bagi pria yang akrab disapa “Dansui” ini, pelayanan kepada masyarakat tidak boleh disekat oleh batasan birokrasi komisi. Rekam jejaknya sebagai Pemerhati HKBP dan tokoh masyarakat Sumatera Utara membuktikan bahwa kepeduliannya melintasi batas-batas formalitas politik.
Langkah konkret memberangkatkan belasan ribu anak dengan fasilitas bus dan tiket masuk VIP ini memicu apresiasi luas. Di alam terbuka Sibolangit, anak-anak tidak hanya menikmati wahana permainan, tetapi juga diajak beribadah di alam terbuka (outdoor worship), sebuah metode pengajaran iman yang menyegarkan psikologis anak di era digital.
Hangatnya Sambutan di HKBP Ruth Simalingkar B
Kehadiran sosok Dr. Maruli Siahaan di Jalan Bunga Rampai Raya Gang Gereja, Simalingkar B, disambut dengan sukacita dan karpet merah spiritual oleh para pimpinan jemaat. Tampak hadir menyambut beliau:
Pdt. Suwandi Sinambela, S.Th., M.Psi. (Praeses HKBP Distrik X Medan-Aceh)
Pdt. Dedi Donal Simanjuntak, S.Th. (Pendeta Ressort HKBP Pardomuan Simalingkar B)
Pdt. Sriandayani Br. Gultom. (Pendeta Jemaat HKBP Ruth)
Ukkap Sihombing (Ketua Panitia Pesta Pembangunan)
Dalam arahannya, Maruli memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jemaat dan panitia yang bergotong-royong membangun fisik gereja. Bagi mantan perwira tinggi Polri ini, gereja adalah pusat peradaban untuk menggodok nilai-nilai kasih, persaudaraan, dan kebersamaan di tengah kemajemukan masyarakat Kota Medan.
Dedikasi Lintas Batas yang Diakui Jemaat
Apresiasi mendalam datang langsung dari Praeses HKBP Distrik X Medan-Aceh, Pdt. Suwandi Sinambela. Ia menegaskan bahwa kedermawanan dan komitmen Maruli Siahaan bukanlah komoditas politik musiman menjelang pemilu.
“Bukan hanya ketika menjadi anggota DPR RI, tetapi jauh sebelumnya Pak Maruli sudah memberi perhatian penuh kepada gereja, khususnya HKBP. Kita berdoa Beliau terpilih kembali pada Pemilu 2029,” ungkap Pdt. Suwandi yang langsung disambut gemuruh tepuk tangan riuh dari jemaat yang hadir.
Hal senada diamini oleh Jadi Pane, S.Pd., M.M., Direktur Operasional RPH Medan. Dalam sambutannya, ia menekankan betapa inklusifnya sosok Maruli Siahaan. “Perhatian Beliau luar biasa, bukan hanya untuk HKBP, tetapi juga lintas denominasi gereja, bahkan hingga ke penganut agama lain,” tuturnya.
Menghimpun Kekuatan Tokoh Sumatera Utara
Acara pesta pembangunan ini juga menjadi momentum berkumpulnya para tokoh intelektual dan praktisi hukum Sumatera Utara yang memiliki kesamaan visi dalam membangun daerah. Di antara undangan VIP, terlihat:
Dr. Manumpak Pane, S.H., M.H. (Mantan Kajati Maluku Utara)
Tulus Siambaton, S.H., M.Hum.
- R. Pane, Sp.PK.
Ny. Tobing Br. Tambunan
St. Nardi Pasaribu, S.Pd., M.Pd.
Dimeriahkan oleh alunan Kidung Pujian dari berbagai paduan suara lintas gereja, momentum ini menegaskan kembali satu hal: Di tangan pemimpin yang tepat, politik dan pelayanan keagamaan bisa berjalan beriringan demi melahirkan generasi muda yang berkarakter kuat dan tangguh.(*)











