NIAS SELATAN | galasibot.co.id – Program Karya Bakti TNI untuk Rakyat terus mempercepat pembangunan infrastruktur di daerah terpencil. Salah satu wujudnya terlihat di Desa Bawomaniamolo, Kecamatan Luahagundre, Kabupaten Nias Selatan. Di lokasi ini, Satgas Karya Bakti TNI tengah menuntaskan pembangunan jembatan beton yang menjadi harapan masyarakat selama bertahun-tahun.
Hingga Kamis (30/7/2026), progres pembangunan telah mencapai 68 persen. Tahap pekerjaan kini memasuki pengecoran dek lantai jembatan. Proses tersebut menjadi bagian penting sebelum konstruksi memasuki tahap penyelesaian.
Jembatan Lama Dinilai Tidak Lagi Aman
Jembatan beton sepanjang delapan meter itu dibangun di atas Sungai Lewuo. Infrastruktur baru tersebut menggantikan jembatan kayu yang selama ini menjadi akses utama masyarakat.
Kondisi jembatan lama semakin rapuh. Struktur kayunya telah lapuk sehingga berisiko membahayakan keselamatan pengguna, terutama saat musim hujan ketika debit sungai meningkat.
Karena itu, pembangunan jembatan baru tidak hanya menjawab kebutuhan konektivitas. Proyek ini juga menjadi langkah nyata untuk meningkatkan keselamatan masyarakat.
Anak-anak sekolah, petani, pedagang, hingga warga yang membutuhkan layanan kesehatan nantinya dapat melintasi sungai dengan lebih aman dan nyaman.
Pemerataan Infrastruktur Hingga Wilayah Terpencil
Program Karya Bakti TNI untuk Rakyat merupakan bagian dari upaya mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur di berbagai daerah. Program tersebut diprakarsai Presiden RI Prabowo Subianto agar pembangunan tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan.
Melalui pembangunan infrastruktur dasar, pemerintah berharap mobilitas masyarakat semakin lancar. Dampaknya diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi desa, meningkatkan akses pendidikan, serta memperluas pelayanan publik.
Bagi masyarakat Desa Bawomaniamolo, kehadiran jembatan permanen menjadi investasi jangka panjang. Infrastruktur tersebut diproyeksikan memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Gotong Royong Menjadi Kekuatan Utama
Pembangunan jembatan melibatkan personel Yonif TP 905/TS, Yonzipur 1/DD, Koramil 12/Teluk Dalam Kodim 0213/Nias, serta masyarakat setempat.
Kolaborasi itu memperlihatkan semangat kemanunggalan TNI dan rakyat. Kehadiran warga dalam setiap tahapan pekerjaan mempercepat penyelesaian proyek sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas umum yang dibangun.
Model pembangunan berbasis gotong royong seperti ini juga memperkuat hubungan sosial antara aparat dan masyarakat.
TNI Dorong Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat
Kapendam I/BB Kolonel Inf Sandy, S.I.P., menegaskan TNI AD terus mendukung kebijakan pemerintah melalui Program Karya Bakti TNI untuk Rakyat.
Menurutnya, pembangunan jembatan tidak hanya menghadirkan akses transportasi yang lebih aman. Infrastruktur tersebut juga membuka peluang peningkatan aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan masyarakat.
“Melalui semangat gotong royong dan sinergi antara prajurit TNI dengan masyarakat, kami berharap pembangunan jembatan ini dapat segera diselesaikan sehingga manfaatnya bisa segera dirasakan oleh warga. TNI akan terus hadir membantu pemerintah mempercepat pembangunan di daerah serta mengatasi berbagai kesulitan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan rakyat,” ujar Kapendam.
Infrastruktur Desa Jadi Penggerak Pertumbuhan
Pembangunan jembatan di Nias Selatan menunjukkan bahwa infrastruktur dasar memiliki dampak besar terhadap kualitas hidup masyarakat.
Akses jalan yang aman akan mempercepat distribusi hasil pertanian, mempermudah aktivitas perdagangan, serta mengurangi risiko kecelakaan akibat penggunaan jembatan yang tidak layak.
Dengan progres yang telah mencapai lebih dari dua pertiga pekerjaan, masyarakat berharap pembangunan dapat segera rampung sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam waktu dekat.(*)










