• Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
Senin, September 14, 2026
  • Login
GALASIBOT.CO.ID
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
GALASIBOT.CO.ID
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Home News

Menjemput Memori Sang Legenda: Merajut Kesejahteraan dan Ekosistem Olahraga dari Dari Sumut

Redaksi Galasibot.co.id
14 September 2026
/ News, Olahraga, Sumut
0 0
0
Menjemput Memori Sang Legenda: Merajut Kesejahteraan dan Ekosistem Olahraga dari Dari Sumut

Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Nasution menyerahkan tali asih secara simbolis kepada purna olahragawan berprestasi dalam rangka peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43 di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Senin (14/9/2026). Pemprov Sumut memberikan apresiasi kepada 13 legenda olahraga dan atlet disabilitas yang telah mengharumkan nama daerah dan bangsa di kancah internasional. (Foto galasibot.co.id/Wilfrid)

Share on FacebookShare on Twitter

Medan I galasibot.co.id – Menghapus Sunyi Para Pahlawan: Ketika Bendera Merah Putih Pernah Berkibar di Puncak Dunia

Suara deru angin lintasan balap Asia, gemuruh penonton di arena SEA Games, hingga keheningan tegang di papan catur ASEAN Para Games—nama-nama besar seperti Mardi Lestari, Sutiyono, Rosalina Manurung, dan Lamhot Simamora pernah menjadi episentrum kebanggaan nasional. Mereka adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang keringat, air mata, dan darahnya dipertaruhkan demi satu tujuan mulia: mengibarkan Sang Merah Putih di tiang tertinggi kancah internasional.

Namun, di balik gemerlap medali emas dan tepuk tangan meriah masa lalu, ada sebuah ironi klasik yang kerap membayangi purna olahragawan Indonesia. Ketika masa emas pudar dan usia merangkuh senja, ingatan publik sering kali menipis, menyisakan sunyi bagi mereka yang pernah mengharumkan nama bangsa.

Senin, 14 September 2026, suasana di halaman Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, terasa berbeda. Di tengah khidmatnya upacara peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-43, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mencoba merengkuh kembali kepingan memori kejayaan tersebut. Melalui tangan Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution, secercah perhatian dihadirkan dalam bentuk tali asih bagi 13 purna olahragawan berprestasi—sebuah langkah kecil yang sarat makna untuk merawat martabat para legenda.

Dari Sutiyono hingga Rosalina: Wajah-Wajah Tangguh Penembus Batas

Peringatan Haornas ke-43 tahun ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan panggung penghormatan bagi mereka yang rekam jejaknya terukir abadi di lantai sejarah olahraga. Sebanyak 13 purna olahragawan menerima tali asih tersebut, terbagi secara proporsional ke dalam 6 olahragawan reguler dan 7 olahragawan disabilitas.

Deretan nama yang dipanggil ke podium adalah mereka yang pernah membuat Indonesia disegani di Asia Tenggara hingga panggung dunia. Sebut saja Sutiyono, legenda balap sepeda yang koleksi medali emas SEA Games-nya mencapai angka fantastis: 7 medali emas. Ada pula Lidya S. Titaley dengan 4 medali emasnya, sang legenda “manusia tercepat Asia” Mardi Lestari yang pernah menghentak dunia lari dunia, serta petinju tangguh tak terkalahkan, Lamhot Simamora.

Tidak kalah membanggakan, ketangguhan mental juga dipancarkan dari para purna atlet disabilitas. Nama-nama seperti Azhar Panjaitan peraih 4 medali emas catur ASEAN Para Games, Ismayuddin Simangunsong, hingga Rosalina Manurung—atlet luar biasa yang memborong 6 medali emas catur ASEAN Para Games plus 1 medali emas di ajang prestisius Asian Para Games—turut berdiri tegap menerima apresiasi. Barisan ini disempurnakan oleh kehadiran Yuddi Ana (tolak peluru), Anto Boy, serta Nasip Farta Simanja yang mengoleksi hingga 10 medali emas catur ASEAN Para Games.

“Ini salah satu bentuk apresiasi dan penghormatan masyarakat Sumut karena telah mengharumkan nama Sumut dan Indonesia di dunia, menorehkan prestasi yang luar biasa dan keaktifan bapak/ibu sekalian di dunia olahraga,” tegas Bobby Nasution usai upacara, menyapa langsung para legenda yang hadir.

Membangun Ekosistem: Dari Budaya Olahraga Menuju Industri Mandiri

Namun, laporan mendalam ini tidak berhenti pada seremoni pemberian tali asih semata. Di balik apresiasi terhadap masa lalu, Gubernur Sumut Bobby Nasution melontarkan gagasan krusial yang menyasar masa depan: urgensi membangun ekosistem olahraga yang berkelanjutan.

Bagi kepemimpinan Pemprov Sumut saat ini, rantai prestasi tidak boleh dibiarkan lahir secara kebetulan atau instan. Bobby mengingatkan bahwa atlet-atlet juara sejati hanya akan lahir dari rahim masyarakat yang memiliki kecintaan mendalam terhadap olahraga. Olahraga harus ditransformasikan dari sekadar aktivitas fisik menjadi bagian dari kebudayaan sehari-hari masyarakat Sumut.

“Kita harus ingat, atlet-atlet juara lahir dari masyarakat yang gemar olahraga, karena itu budaya olahraga, prestasi dan industrinya kita harus bangun sebagai satu kesatuan ekosistem,” ujar Bobby, yang bertindak sebagai pembina upacara.

Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa pembangunan olahraga modern menuntut kolaborasi lintas sektoral. Kehadiran para pemangku kepentingan kunci dalam upacara tersebut—mulai dari Pj Sekdaprov Sumut Timor Tumanggor, Ketua KONI Sumut Hatunggal Siregar, Ketua NPCI Sumut Alan Sastra Ginting, Ketua Kormi Muhammad Daffasya Adnan, hingga jajaran OPD Pemprov Sumut—menjadi sinyal kuat perlunya orkestrasi kebijakan. Olahraga kini tidak boleh lagi berdiri sendiri di menara gading prestasi, melainkan harus terhubung dengan sektor pendidikan, kesehatan, pariwisata, hingga penciptaan nilai ekonomi (industri olahraga).

Menyongsong Masa Depan: Tantangan Kesejahteraan dan Regulasi Jangka Panjang

Kendati langkah pemberian tali asih ini patut diapresiasi, kacamata investigatif dan analitis menuntut kita untuk melihat lebih jauh ke depan. Persoalan kesejahteraan purna atlet di Indonesia selama bertahun-tahun kerap menjadi pekerjaan rumah (PR) yang belum tuntas terselesaikan secara sistemik. Insentif seremonial dan tali asih, betapa pun bernilainya di mata para penerima, pada hakikatnya hanyalah bentuk pertolongan reaktif.

Tantangan sesungguhnya bagi Pemprov Sumut dan pemangku kebijakan nasional adalah bagaimana merintis sebuah ekosistem perlindungan sosial dan jaminan hari tua (JHT) yang permanen bagi para atlet berprestasi. Sebuah jaminan bahwa mereka yang telah mendedikasikan masa muda dan fisiknya untuk kejayaan Merah Putih tidak perlu merisaukan kepastian hidup di masa senja mereka.

Langkah Pemprov Sumut menyatukan simpul-simpul kekuatan—melalui KONI, NPCI, dan KORMI—harus diejawantahkan ke dalam rumusan regulasi daerah yang lebih progresif. Misalnya, melalui skema jaminan kerja di sektor publik maupun swasta bagi purna atlet berprestasi, alokasi beasiswa pendidikan berkelanjutan, hingga inkubasi kewirausahaan agar para purna atlet mampu mandiri secara finansial.

Merawat Semangat, Menyalakan Asa

Peringatan Haornas ke-43 di Medan telah membuka mata kita kembali bahwa di balik kokohnya infrastruktur fisik Sumut hari ini, terdapat fondasi mental dan kebanggaan yang dibangun oleh keringat para purna olahragawan.

Olahraga Sumut tidak boleh kehilangan arah, dan para legendanya tidak boleh dilupakan oleh sejarah yang mereka tulis sendiri. Dengan menyatukan budaya gemar berolahraga di tengah masyarakat, memperkuat pembinaan usia dini, serta merajut kepedulian sosial yang berkelanjutan, Sumatera Utara sedang meletakkan batu bata pertama bagi lahirnya era keemasan baru olahraga daerah.

Sebab, bangsa dan daerah yang besar adalah mereka yang tidak pernah lupa cara berterima kasih kepada pahlawannya, sekaligus berani menyiapkan masa depan bagi generasi penerusnya.(*)

 

Baca Juga

Disdik Kota Medan Bungkam soal Kasus Siswa Patah Tulang di SD Integritas Bangsa, Somasi PBHI Sumut Belum Ditanggapi

Polda Sumut Selidiki Kasus Keracunan Massal 353 Siswa di Karo, Sampel Makanan Positif MengandungBakteri

Hari Keenam Pencarian di Selat Sunda: TNI AL Temukan Pelampung Bertuliskan KM Samudera Pratama

 

Source: Penulis berita : Wilfrid Sinaga
Tags: #Haornas 2026#KONI Sumut#Purna Olahragawan SumutBobby NasutionPemprov Sumut
SendShareTweet
Kembali

Menyalakan Nalar, Merawat Realitas: Meneguhkan Kembali Pilar Perjuangan PMKRI di Kampus dan Masyarakat

Lanjut

Wagub Surya Saksikan Penandatanganan SKB RBI, Komitmen Sumut Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

Baca Juga

Disdik Kota Medan Bungkam soal Kasus Siswa Patah Tulang di SD Integritas Bangsa, Somasi PBHI Sumut Belum Ditanggapi
Medan

Disdik Kota Medan Bungkam soal Kasus Siswa Patah Tulang di SD Integritas Bangsa, Somasi PBHI Sumut Belum Ditanggapi

14 September 2026
Polda Sumut Selidiki Kasus Keracunan Massal 353 Siswa di Karo, Sampel Makanan Positif MengandungBakteri
Karo

Polda Sumut Selidiki Kasus Keracunan Massal 353 Siswa di Karo, Sampel Makanan Positif MengandungBakteri

14 September 2026
Hari Keenam Pencarian di Selat Sunda: TNI AL Temukan Pelampung Bertuliskan KM Samudera Pratama
Nasional

Hari Keenam Pencarian di Selat Sunda: TNI AL Temukan Pelampung Bertuliskan KM Samudera Pratama

14 September 2026
Tinjau SMPN 16 Medan Bersama Menteri, Wali Kota Rico Waas Pastikan Pengadaan Mebelair Baru Tahun 2026
Medan

Tinjau SMPN 16 Medan Bersama Menteri, Wali Kota Rico Waas Pastikan Pengadaan Mebelair Baru Tahun 2026

14 September 2026
Semangat Anak Indonesia Hebat Menggema: Mendikdasmen Abdul Mu’ti dan Rico Waas Senam Bersama di SMPN 1 Medan
Medan

Semangat Anak Indonesia Hebat Menggema: Mendikdasmen Abdul Mu’ti dan Rico Waas Senam Bersama di SMPN 1 Medan

14 September 2026
Satres Narkoba Polrestabes Medan Grebek Kamar Kos Tempat Transit Sabu dan Ganja di Medan Petisah
News

Satres Narkoba Polrestabes Medan Grebek Kamar Kos Tempat Transit Sabu dan Ganja di Medan Petisah

13 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HPN 2026

POPULER

  • Rekonsiliasi Jakarta Raya: Saatnya Menguatkan BPH dan Menjaga Marwah PPTSB

    Rekonsiliasi Jakarta Raya: Saatnya Menguatkan BPH dan Menjaga Marwah PPTSB

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Meriahkan HUT ke-81 RI, Karang Taruna Desa Pollung Gelar Lomba Antardusun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Warisan Kita Hanya Kegaduhan? : Jadilah “Tua-Tua” yang Dicatat Sejarah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Konsolidasi Marga Sinaga: Sairon Deklarasi Maju Calon Ketum PPTSB 2026-2030

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemimpinan dalam Marga: Jangan Biarkan Ambisi Mengalahkan Persaudaraan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Eksklusif Wawancara Yohanes Suhardin: Dari Ruang Kuliah Menuju Panggung Advokasi Demi Penegakan Hukum Tanpa Politik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Koperasi Merah Putih di Taput Mandek, Tumonggi: Jangan Jadi Program di Atas Kertas!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
GALASIBOT.CO.ID

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Navigate Site

  • Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In