MEDAN I galasibot.co.id — Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) tengah mengusut tuntas kasus dugaan keracunan massal yang menimpa 353 siswa di Kabupaten Karo. Insiden kesehatan serius ini diduga kuat bersumber dari menu makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikonsumsi para pelajar pada pertengahan Agustus lalu.
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol. Ferry Walintukan, mengonfirmasi bahwa penanganan perkara tersebut saat ini ditangani secara intensif oleh jajaran Polres Tanah Karo dan berada dalam tahap penyelidikan mendalam.
“Masih diproses, didalami. Masih dalam penyelidikan,” ujar Kombes Ferry Walintukan.
Hasil Laboratorium Ungkap Kontaminasi Bakteri Berbahaya
Kasus ini kembali menjadi sorotan publik setelah dokumen hasil uji laboratorium dari sampel makanan yang dikonsumsi para siswa di Berastagi, Kabupaten Karo, beredar luas dan viral di media sosial. Dokumen tersebut bersumber dari UPTD Laboratorium Kesehatan atas permintaan Dinas Kesehatan Kabupaten Karo.
Berdasarkan dokumen hasil uji laboratorium yang mencuat ke publik, sampel makanan dari sekolah disebut terkontaminasi sejumlah bakteri di antaranya:
-
Sampel Nasi: terkontaminasi bakteri Bacillus cereus.
-
Sampel Ikan Dencis Bersaus: terdeteksi mengandung bakteri Staphylococcus aureus.
-
Sampel Buah Melon: terpapar bakteri Escherichia coli (E. coli).
Ketiga jenis bakteri tersebut dikenal dapat memicu gangguan pencernaan akut hingga keracunan parah yang membahayakan jika masuk ke dalam tubuh manusia dalam jumlah tertentu.
Dugaan Awal: Ikan Tidak Masuk Freezer Selama Belasan Jam
Sebelumnya, insiden keracunan massal ini melibatkan total 353 siswa di Kabupaten Karo yang mendadak mengalami gejala keracunan usai menyantap paket menu MBG.
Dari penelusuran awal di lapangan, dugaan sementara mengarah pada tata kelola pengolahan bahan pangan yang tidak sesuai standar higienitas. Salah satu indikasi utama menyebutkan bahwa bahan baku ikan yang digunakan sempat dibiarkan tidak dimasukkan ke dalam lemari pendingin (freezer) selama 10 hingga 12 jam sebelum dimasak, sehingga memicu perkembangbiakan bakteri dengan cepat.
Pihak kepolisian memastikan akan terus menggali keterangan dari berbagai pihak, termasuk penyedia katering, pihak sekolah, serta tim pengawas program, guna mengusut tuntas unsur kelalaian dalam insiden yang melibatkan ratusan anak sekolah tersebut.(*)
Source:
Penulis berita : Wilfrid Sinaga










