BINJAI – Pemerintah Kota (Pemko) Binjai menegaskan komitmennya dalam mendukung pelestarian budaya Melayu melalui penguatan kolaborasi dengan organisasi kemasyarakatan. Komitmen tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Binjai Hasanul Jihadi saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) II Pengurus Daerah Gerakan Angkatan Melayu Indonesia (PD GAMI) Kota Binjai di Graha Kardopa Hotel & Convention Hall, Sabtu (1/8).
Komitmen tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menjaga warisan budaya lokal di tengah arus modernisasi. Pemko Binjai menilai pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan organisasi masyarakat, tokoh adat, dan generasi muda.
Musda Jadi Momentum Evaluasi dan Regenerasi Organisasi
Dalam sambutannya, Hasanul Jihadi menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Musda II PD GAMI Kota Binjai. Menurutnya, forum tersebut memiliki makna strategis karena menjadi wadah evaluasi terhadap program kerja organisasi sekaligus menentukan arah kebijakan untuk lima tahun ke depan.
Selain memilih kepengurusan baru, Musda juga menjadi kesempatan menyusun program yang lebih relevan dengan tantangan pelestarian budaya di era digital.
“Musda bukan sekadar agenda organisasi. Forum ini menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi, mengevaluasi program kerja, memilih kepengurusan baru, serta merumuskan langkah strategis bagi kemajuan organisasi,” ujarnya.
Budaya Melayu Dinilai Sebagai Identitas Bangsa
Hasanul Jihadi menegaskan bahwa GAMI memiliki posisi penting dalam menjaga eksistensi budaya Melayu sebagai bagian dari identitas bangsa. Menurutnya, budaya Melayu tidak hanya menyimpan nilai sejarah, tetapi juga mengandung nilai moral, etika, dan kearifan lokal yang dapat menjadi pedoman bagi generasi muda.
Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang berlangsung cepat, pelestarian budaya menjadi tantangan yang memerlukan pendekatan kolaboratif. Karena itu, pemerintah mendorong organisasi kemasyarakatan untuk terus aktif dalam kegiatan pelestarian adat, seni, bahasa, dan tradisi Melayu.
Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah, organisasi masyarakat, tokoh adat, akademisi, dan masyarakat luas menjadi modal penting dalam mewujudkan Kota Binjai yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan tanpa meninggalkan identitas budayanya.
GAMI Susun Arah Organisasi Lima Tahun Mendatang
Sementara itu, Ketua Panitia Musda II PD GAMI Kota Binjai, Rudi Iskandar Barus, menjelaskan bahwa Musda merupakan forum tertinggi organisasi di tingkat daerah. Agenda utama kegiatan meliputi evaluasi program kerja, penyusunan arah kebijakan organisasi, serta pemilihan kepengurusan PD GAMI Kota Binjai periode 2026–2031.
Ia berharap kepengurusan yang terpilih mampu memperkuat peran organisasi dalam membangun kepedulian masyarakat terhadap pelestarian budaya Melayu sekaligus memperluas kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan.
Rudi juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga pelaksanaan Musda dapat berlangsung dengan baik.
Perkuat Sinergi Budaya dan Pembangunan Daerah
Pelaksanaan Musda II PD GAMI Kota Binjai diharapkan menjadi awal penguatan sinergi antara organisasi budaya dan pemerintah daerah. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar pelestarian budaya Melayu berjalan seiring dengan pembangunan daerah, termasuk dalam sektor pendidikan, pariwisata, ekonomi kreatif, dan pembinaan karakter generasi muda.
Dengan semakin kuatnya kemitraan antara Pemko Binjai dan organisasi masyarakat, budaya Melayu diharapkan tetap hidup, berkembang, serta menjadi identitas yang mampu memperkuat daya saing Kota Binjai di tingkat regional maupun nasional.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum PB GAMI Indonesia Drs. H. M. Subandi, S.T., M.M., Ketua Harian PB GAMI Indonesia Ari Ismail, S.Sos., M.M., Ketua Karateker PD GAMI Kota Binjai Dr. Ade Gunawan, S.E., M.Si., perwakilan Polres Binjai, perwakilan Kodim 0203/Langkat, serta sejumlah tokoh masyarakat dan tamu undangan lainnya.










