BINJAI I galasibot.co.id — Cara pandang terhadap sektor pariwisata di Kota Binjai mulai diarahkan pada pendekatan yang lebih luas. Pariwisata tidak lagi hanya ditempatkan sebagai sektor yang mengandalkan destinasi, tetapi didorong menjadi ekosistem ekonomi yang mampu menggerakkan UMKM, ekonomi kreatif, kuliner, budaya, hingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Arah tersebut disampaikan Asisten I Setdako Binjai, Putri Syawal Sembiring, saat membacakan arahan Wali Kota Binjai dalam Apel Gabungan Pemerintah Kota Binjai di Lapangan Apel Pemko Binjai, Senin (10/8/2026).
Apel yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Kota Binjai itu diikuti Staf Ahli Wali Kota Binjai, Asisten Setdako Binjai, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah, serta aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Binjai.
Pariwisata Tidak Lagi Sekadar Destinasi
Dalam arahannya, perubahan paradigma terhadap pariwisata ditekankan sebagai bagian penting dari pembangunan ekonomi daerah.
“Pariwisata saat ini tidak lagi hanya berbicara tentang tempat wisata. Pariwisata adalah sebuah ekosistem yang melibatkan budaya, sejarah, kuliner, UMKM, ekonomi kreatif, teknologi, sumber daya manusia, dan masyarakat,” ujar Putri.
Dengan pendekatan tersebut, destinasi wisata tidak hanya diharapkan menjadi tempat yang dikunjungi wisatawan. Aktivitas ekonomi yang berada di sekitarnya juga perlu ikut tumbuh.
Kuliner lokal, produk UMKM, karya ekonomi kreatif, jasa pemandu wisata, hingga keterlibatan masyarakat diharapkan dapat menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pengalaman wisatawan.
Karena itu, pengembangan pariwisata dinilai perlu dilakukan secara terpadu. Setiap unsur yang terlibat harus diberikan ruang untuk berkembang agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih luas.
Prestasi Pariwisata Binjai Mulai Mendapat Pengakuan
Penguatan sektor pariwisata juga didukung oleh sejumlah capaian yang telah diraih Kota Binjai.
Dalam Karisma Event Nusantara (KEN) 2024, Perayaan Maha Puja Thaipussam Shri Mariamman Kuil disebut berhasil masuk enam besar usulan dari 252 event daerah se-Indonesia.
Sementara itu, destinasi Sawah Lukis masuk dua besar usulan kategori Daya Tarik Wisata tingkat Provinsi Sumatera Utara untuk diusulkan ke tingkat nasional dalam Wonderful Indonesia Award.
Capaian tersebut dinilai menunjukkan bahwa potensi wisata dan event di Kota Binjai telah mendapatkan perhatian lebih luas.
Namun, prestasi tersebut diingatkan tidak boleh berhenti pada status nominasi atau penghargaan.
Prestasi Harus Berujung pada Manfaat Ekonomi
Menurut Putri, keberhasilan pembangunan pariwisata seharusnya diukur dari dampak yang diterima masyarakat.
Peluang usaha diharapkan semakin terbuka. Pendapatan pelaku UMKM juga diharapkan meningkat, sementara ekonomi kreatif lokal dapat terus dikembangkan.
Untuk mencapai tujuan tersebut, kapasitas sumber daya manusia terus diperkuat melalui berbagai program pelatihan.
Pelatihan kuliner, sanitasi dan higienitas, digitalisasi, pemasaran dan branding, pemandu wisata, hingga gerakan sadar wisata telah diarahkan untuk mendukung pengembangan sektor tersebut.
Dengan peningkatan kapasitas itu, masyarakat tidak hanya diharapkan menjadi penonton dalam pertumbuhan pariwisata. Sebaliknya, masyarakat didorong menjadi bagian utama dari ekosistem ekonomi yang terbentuk.
Kanal Digital Dijadikan Etalase Pariwisata
Selain penguatan sumber daya manusia, promosi pariwisata juga diarahkan semakin kuat melalui kanal digital.
Situs resmi Dinas Pariwisata Kota Binjai disebut telah menjangkau sekitar 9,8 juta pengunjung dari berbagai negara. Capaian tersebut dinilai dapat menjadi modal penting untuk memperluas pengenalan potensi Kota Binjai.
Namun, media digital pemerintah diharapkan tidak berhenti sebagai sarana publikasi kegiatan pemerintahan.
Kanal digital tersebut perlu dimanfaatkan sebagai etalase yang memperkenalkan destinasi wisata, kuliner, budaya, UMKM, serta kreativitas anak muda Binjai.
Dengan demikian, informasi yang disampaikan tidak hanya meningkatkan visibilitas destinasi. Potensi ekonomi lokal juga dapat diperkenalkan kepada calon wisatawan secara lebih luas.
Raon-Raon Binjai City Tour Diperkuat
Pengalaman wisatawan juga menjadi perhatian dalam pengembangan pariwisata Kota Binjai.
Melalui inovasi daerah Raon-Raon Binjai City Tour, pengalaman berwisata diarahkan tidak hanya pada kunjungan ke sebuah lokasi. Cerita mengenai sejarah, budaya, dan kuliner Kota Binjai juga diharapkan dapat disajikan secara lebih kuat.
Pendekatan berbasis cerita tersebut menjadi penting karena pengalaman wisatawan tidak hanya dibangun melalui apa yang dilihat. Nilai sejarah, budaya, makanan khas, serta interaksi dengan masyarakat juga dapat menjadi bagian dari daya tarik perjalanan.
Oleh sebab itu, penguatan konten dan narasi lokal perlu terus dilakukan agar identitas Kota Binjai semakin mudah dikenali.
Kolaborasi Pentahelix Diperkuat
Pada sisi lain, pengembangan pariwisata tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah daerah.
Kolaborasi berbasis pentahelix diminta untuk terus diperkuat dengan melibatkan pemerintah, pelaku usaha dan UMKM, komunitas, akademisi, media, serta masyarakat.
Melalui kolaborasi tersebut, setiap pihak dapat memberikan kontribusi sesuai peran dan kapasitasnya.
Pemerintah dapat menyediakan kebijakan dan fasilitas. Pelaku usaha dapat mengembangkan produk dan layanan. Komunitas dapat memperkuat kreativitas serta pelestarian budaya, sementara akademisi dan media dapat memberikan dukungan melalui pengetahuan, riset, promosi, serta penguatan narasi.
Masyarakat pun ditempatkan sebagai bagian penting dalam memastikan keberlanjutan pariwisata.
Pariwisata Harus Menggerakkan Ekonomi Masyarakat
Pada akhirnya, ukuran keberhasilan pariwisata tidak hanya ditentukan oleh seberapa dikenal sebuah destinasi.
Manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat menjadi indikator yang tidak kalah penting. Semakin banyak peluang usaha yang tercipta, semakin besar pendapatan yang diperoleh pelaku UMKM, dan semakin berkembang ekonomi kreatif lokal, maka semakin nyata pula dampak pembangunan pariwisata.
“Keberhasilan pariwisata bukan hanya ketika Binjai semakin dikenal, tetapi ketika masyarakat merasakan manfaatnya melalui peluang usaha, peningkatan pendapatan, dan kesejahteraan,” pungkas Putri.
Dengan arah tersebut, pariwisata Kota Binjai diharapkan dapat berkembang sebagai ekosistem yang menghubungkan destinasi, budaya, ekonomi kreatif, UMKM, teknologi, dan masyarakat.
Bukan hanya wisatawan yang datang dan pergi, tetapi nilai ekonomi yang ditinggalkan diharapkan dapat terus berputar di tengah masyarakat.(*)










