• Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
Kamis, September 17, 2026
  • Login
GALASIBOT.CO.ID
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
GALASIBOT.CO.ID
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Home Medan

DPD PATRIA Sumut Buka Kembali Ruang Dialog: Dari Kerinduan Kader Menuju Kaderisasi Politik Berbasis Pelayanan

Redaksi Galasibot.co.id
16 September 2026
/ Medan, Nasional, News, Politik, Sumut
0 0
0
DPD PATRIA Sumut Buka Kembali Ruang Dialog: Dari Kerinduan Kader Menuju Kaderisasi Politik Berbasis Pelayanan

Ketua DPD Patria Sumut Soritua Sitohang, ST, bersama Bendahara Simeon Samosir, Wakil Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga Mian Silalahi SE, serta narasumber Oloan Simbolon, ST dan Sahat Maruli Tarigan, SE, berfoto bersama perwakilan WKRI Etti Tarigan, Interl Zalukhu, SH, dan Atgandi Manalu dari Pemuda Katolik usai Diskusi Reflektif Politisi (Umat) Katolik yang digelar DPD Perhimpunan Alumni Margabina Republik Indonesia, Jumat (12/9/2026).(Foto galasibot.co.id/Dok Patria)

Share on FacebookShare on Twitter

Medan | galasibot.co.id — Hampir dua dekade komunikasi antarkader menjadi salah satu persoalan yang kembali mencuat dalam diskusi DPD Perhimpunan Alumni Margabina Republik Indonesia (PATRIA) Sumatera Utara. Pertemuan bertajuk Diskusi Reflektif Politisi (Umat) Katolik yang digelar di Kota Kota Café, Jalan Setia Budi, Medan, Jumat (12/9/2026), tidak hanya membicarakan politik, tetapi juga membuka kembali pertanyaan tentang bagaimana kader Katolik mengambil peran dalam kehidupan sosial, budaya, ekonomi, dan politik.

Ketua Patria Sumut, Soritua Sitohang, ST yang didampingi Bendahara: Simeon Samosir, SE, Wakil Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga Mian Silalahi SE dalam siaran persnya, Senin (15/9/2026) di Kanaya Café Medan mengatakan dalam pertemuan tersebut memperlihatkan adanya kerinduan untuk kembali membangun komunikasi antarkader sekaligus membaca perubahan sosial dan politik di Sumatera Utara maupun tingkat nasional.

Baca Juga

Rico Waas: Pemko Medan Siap Perkuat Sinergi Dukung Pertahanan Negara

Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap Tinjau Drainase Medan Helvetia, Janji Atasi Banjir

Ketua DPRD Medan Desak Pemprov Sumut Segera Salurkan DBH Rp310 Miliar

Menurut Soritua Sitohang, ST yang lebih dikenal dengan panggilan Soter, komunikasi antarkader selama hampir dua dekade tidak berjalan sebagaimana mestinya. Pertemuan tersebut kemudian menjadi ruang untuk kembali mempertemukan pengalaman, gagasan, dan perhatian terhadap masa depan kader.

Patria Sumut, kata dia, ke depan berupaya menghimpun dan mendistribusikan kader ke berbagai ruang pelayanan, termasuk sosial, budaya, politik, dan ekonomi.

“Komunikasi kita sesama kader hampir dua dekade terputus. Dalam kegiatan diskusi ini ternyata ada kerinduan bersama,” ujar Soter.

Politik Tidak Hanya Soal Jabatan

Diskusi menghadirkan sejumlah tokoh dengan pengalaman organisasi, politik, dan hukum. Tiga narasumber utama ialah Sahat Maruli Tua Tarigan, mantan anggota DPRD Kota Medan periode 2014–2019 dan Wakil Ketua DPD Partai NasDem, serta Oloan Simbolon, yang pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Tobasa periode 1999 – 2004, Periode 2004 – 2009 DPRD Samosir, Periode 2009 – 2014 DPRD Sumatera Utara  dan  Dedi Handoko SH, mantan aktivis dan praktisi hukum,dan Aktif di Forum Masyarakat Katolik Indonesia (FMKI) memberikan pandangan bagaimana kader Katolik berbuat .

Sahat Maruli Tua Tarigan menempatkan keberanian, motivasi, dan iman sebagai bagian penting bagi kader yang ingin memasuki dunia politik.

Ia juga membagikan pandangannya mengenai konsekuensi material dalam politik praktis. Menurut pengalaman yang disampaikannya dalam forum, biaya menjadi salah satu realitas yang perlu diperhitungkan oleh seseorang yang ingin berpolitik.

Namun, Sahat mengingatkan agar politik tidak dijadikan semata-mata sebagai jalan memperoleh kekayaan.

Bagi kader muda, ia menekankan pentingnya memiliki motivasi dan target yang jelas sebelum mengambil keputusan untuk masuk ke ruang politik.

Pengalaman Senior Menjadi Pengetahuan bagi Generasi Muda

Oloan Simbolon ST membawa diskusi pada pengalaman perjalanan organisasi dan politik yang dijalaninya sejak aktif di Pemuda Katolik hingga memasuki politik praktis setelah era Reformasi.

Menurut Oloan, pengalaman berorganisasi dan berinteraksi dengan berbagai komunitas menjadi salah satu modal ketika dirinya kemudian memasuki kontestasi politik.

Ia melihat situasi politik saat ini berbeda dengan masa sebelumnya. Salah satu persoalan yang menurutnya perlu dibicarakan adalah biaya politik, terutama karena kondisi tersebut dapat menjadi hambatan bagi kader muda yang memiliki kemampuan tetapi tidak mempunyai sumber daya finansial besar.

Karena itu, menurut Oloan Simbolon, motivasi menjadi politisi harus diperjelas sejak awal.

“Motivasi itu harus jelas. Berbicara politik untuk apa? Orientasi kita menjadi politisi apa? Kalau hanya uang, jangan,” demikian garis besar pandangannya dalam diskusi.

Oloan juga menilai keterwakilan masyarakat di lembaga politik tetap penting dan mendorong kader muda Katolik mempersiapkan diri untuk mengambil bagian dalam kehidupan politik.

Kerasulan Awam dan Tanggung Jawab di Ruang Publik

Pembicaraan kemudian bergerak dari pengalaman politik menuju hubungan antara iman, Gereja, dan tanggung jawab kaum awam.

Semangat Konsili Vatikan II mengenai kerasulan awam menjadi salah satu rujukan yang dibicarakan. Dalam konteks diskusi, perhatian diarahkan bukan hanya pada pertanyaan apakah kader Katolik perlu berada di dunia politik, tetapi juga mengenai tujuan keterlibatan tersebut dan nilai yang hendak dibawa ke ruang publik.

Louis dari DPC PMKRI Medan, yang juga bertindak sebagai notulis, membawa refleksi mengenai modernisme, liberalisme, dan individualisme. Ia mengajak peserta melihat tanggung jawab manusia dalam kehidupan publik dari perspektif moral dan spiritual.

Dengan demikian, diskusi tidak diarahkan hanya pada persoalan siapa yang akan menjadi politisi. Perhatian justru diperluas pada bagaimana kader dipersiapkan agar memiliki kapasitas, integritas, jejaring, dan orientasi pelayanan.

Ketika Politik Bertemu AI dan Era Digital

Dedi Handoko SH membawa isu lain yang semakin relevan bagi kader muda: perubahan pola relasi manusia di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan artifisial atau AI.

Dalam refleksinya mengenai “hyperpolitik”, Daeli menyoroti peluang sekaligus tantangan perkembangan teknologi dan media sosial. Ia mengingatkan pentingnya menjaga relasi sosial secara langsung dan tidak mengandalkan komunikasi digital semata.

Bagi kader, jejaring tidak hanya berarti koneksi di media sosial. Relasi nyata, pertemuan, diskusi, persahabatan, dan kemampuan bekerja bersama tetap menjadi bagian penting dari pembentukan kapasitas kepemimpinan.

Anak Muda dan Pertanyaan tentang Politik yang Ingin Dibangun

Inter Zaluku SH dari Unsur Pemuda Katolik dan Sintong Sinaga dari unsur PMKRI mengajak peserta melihat persoalan politik secara lebih kontemplatif. Salah satu kekhawatirannya adalah ketika politik semakin dipersepsikan sebagai arena yang membutuhkan biaya besar, generasi muda dapat kehilangan minat untuk terlibat.

Namun, menurutnya, persoalan biaya politik perlu dibedah lebih jauh. Pertanyaan yang lebih mendasar adalah politik seperti apa yang hendak dibangun dan ruang seperti apa yang tersedia bagi generasi muda.

Sementara Oloan kemudian mengaitkan persoalan tersebut dengan minimnya komunikasi antarkader yang telah berlangsung lama. Baginya, kaderisasi dan komunikasi diperlukan agar keterlibatan politik tidak berhenti pada identitas, tetapi memiliki orientasi dan motivasi yang jelas.

Dari Persepsi Politik yang “Kotor” Menuju Politik sebagai Pelayanan

Refleksi Etti Tarigan dari WKRI memperluas pembicaraan mengenai persepsi publik terhadap politik.

Menurut Etti, politik sering dipandang sebagai sesuatu yang kotor. Karena itu, generasi yang lebih tua memiliki tanggung jawab memberikan contoh kepada generasi muda mengenai praktik politik yang baik dan berorientasi pada pelayanan.

Persoalan tersebut menjadi penting karena kaderisasi tidak cukup hanya dengan mengajak anak muda masuk ke ruang politik. Mereka juga membutuhkan pengetahuan, pengalaman, kemampuan membaca situasi, jejaring, dan pemahaman mengenai tanggung jawab publik.

Gereja, Kaum Awam dan Pembentukan Pemimpin

Pertanyaan mengenai posisi Gereja dalam pembentukan calon pemimpin juga menjadi bagian dari diskusi.

Oloan berpandangan bahwa Gereja dapat hadir dalam pembentukan iman dan karakter, tetapi keterlibatan tersebut tidak berarti membawa institusi Gereja ke dalam kepentingan politik praktis.

Menurutnya, Gereja dapat membantu membentuk manusia yang memiliki iman, integritas, dan jiwa patriotik. Sementara kaum awam memiliki tanggung jawab menerjemahkan nilai tersebut dalam kehidupan sosial dan politik.

Dari sini muncul satu pertanyaan penting bagi kaderisasi Patria: bagaimana membangun manusia yang memiliki kapasitas untuk melayani sebelum berbicara mengenai jabatan politik?

Dari Pertemuan Menjadi Pekerjaan Rumah

Pertemuan di Kota Kota Café tidak berhenti pada nostalgia generasi sebelumnya.

Justru, forum tersebut membuka pekerjaan rumah baru: bagaimana komunikasi yang telah lama terputus dapat dihidupkan kembali dan diterjemahkan menjadi kerja bersama.

Soritua Sitohang, ST yang dipercaya memimpin DPD Patria Sumut bersama Sekretaris: Manahan Herbert Sinurat, SP., SH., MM., Bendahara: Simeon Samosir, SE melihat momentum tersebut sebagai awal untuk membangun kembali jejaring kader sekaligus mempertemukan pengalaman generasi sebelumnya dengan energi generasi muda.

“Kerinduan untuk kembali bersama sudah muncul. Tantangannya sekarang adalah bagaimana kerinduan itu diterjemahkan menjadi kerja bersama.”

Dalam kerangka tersebut, politik dipahami sebagai salah satu ruang pelayanan publik, berdampingan dengan ruang sosial, budaya, dan ekonomi.

Informasi Patria Jangan Berhenti Menjadi Berita

Gagasan untuk mengubah setiap kegiatan menjadi pengetahuan kemudian mendapat perhatian dari Wilfrid Sinaga, SH, alumni PMKRI Cabang Medan yang selama 27 tahun menggeluti dunia jurnalistik dan saat ini memimpin media online Galasibot.co.id.

Menurut Wilfrid, informasi yang lahir dari kegiatan Patria sebaiknya tidak berhenti sebagai berita yang dibaca dalam satu hari kemudian selesai. Informasi tersebut dapat diolah secara berkelanjutan menjadi bahan pembelajaran, dokumentasi pengalaman, ruang dialog, dan pengetahuan publik.

“Bagi saya, setiap kegiatan Patria memiliki nilai informasi. Tetapi informasi itu akan jauh lebih bermanfaat apabila diverifikasi, diberi konteks, dianalisis, kemudian diolah menjadi pengetahuan yang bisa dipelajari dan dikembangkan,” kata Wilfrid.

Ia melihat pengalaman para senior dapat didokumentasikan melalui wawancara dan kisah pembelajaran. Perdebatan mengenai biaya politik dapat dikembangkan menjadi studi kasus. Sementara pandangan generasi muda dapat menjadi bahan forum tersendiri.

Isu kecerdasan artifisial atau AI, literasi informasi, kepemimpinan, komunikasi, dan jejaring juga dapat dikembangkan menjadi serial edukasi yang relevan dengan kebutuhan kader dan masyarakat.

Menurut Wilfrid, pendekatan tersebut merupakan bagian dari cara kerja jurnalistik sekaligus infopreneurship, yakni mengolah informasi menjadi produk pengetahuan yang memiliki manfaat lebih panjang.

Melalui pendekatan tersebut, Galasibot.co.id akan berupaya hadir dalam perkembangan kegiatan Patria bukan semata-mata untuk mengejar kecepatan pemberitaan, tetapi juga untuk mendokumentasikan proses, mengembangkan isu, dan membangun pengetahuan yang akurat, proporsional, kontekstual, serta dapat dipertanggungjawabkan.

Wilfrid Sinaga menilai pola ini sekaligus dapat menjadi jembatan antara dunia jurnalistik dengan kebutuhan kaderisasi. “Jurnalisme tidak hanya mencatat apa yang terjadi. Dari informasi yang benar dan kontekstual, kita juga bisa membuka ruang pembelajaran. Di situlah berita dapat berkembang menjadi pengetahuan,” ujarnya.

Dari “Kerinduan” Menjadi Ekosistem Kaderisasi

Menurut Wilfrid, apabila gagasan yang muncul dalam forum diskusi Patria tersebut diteruskan, terdapat sejumlah tema yang dapat dikembangkan menjadi agenda diskusi dan serial pengetahuan secara berkelanjutan.

Pertama, Politik dan Generasi Muda, yang dapat membahas pentingnya pemahaman politik sebelum seseorang memutuskan mengambil peran di ruang publik.

Kedua, Berapa Mahal Politik?, yang membahas persoalan biaya politik melalui pengalaman, data, regulasi, dan berbagai perspektif.

Ketiga, Senior Meets Young, sebagai ruang untuk mendokumentasikan pengalaman generasi sebelumnya dan mempertemukannya dengan pertanyaan serta gagasan generasi muda.

Keempat, Literasi Politik Digital, yang membahas cara membaca informasi politik, media sosial, AI, dan misinformasi secara kritis.

Kelima, Politik sebagai Pelayanan, yang membahas hubungan kepemimpinan, integritas, tanggung jawab, dan kepentingan publik.

Keenam, Kerasulan Awam dan Ruang Publik, yang mengajak peserta membaca kembali gagasan mengenai keterlibatan kaum awam dalam kehidupan masyarakat.

Ketujuh, Dari Organisasi ke Ruang Publik, yang menggali bagaimana pengalaman berorganisasi dapat membentuk kapasitas kepemimpinan dan pelayanan.

Kedelapan, Jejaring Tanpa Transaksi, yang mendorong budaya membangun jaringan berdasarkan pengetahuan, kolaborasi, pengalaman, dan pelayanan.

Menurut Wilfrid, rangkaian tema tersebut dapat menjadi ruang bertemunya tiga kepentingan sekaligus: dokumentasi jurnalistik, pendidikan publik, dan kaderisasi organisasi.

Dengan demikian, satu forum tidak harus menghasilkan satu berita saja. Satu forum dapat berkembang menjadi berita utama, wawancara tokoh, podcast, video pendek, infografik, studi kasus, artikel analisis, forum lanjutan, hingga modul pembelajaran.

Bagi Patria Sumut, pekerjaan berikutnya bukan sekadar menentukan siapa yang akan tampil di ruang politik. Pekerjaan yang lebih mendasar adalah membangun ekosistem pengetahuan, kaderisasi, jejaring, dan pelayanan.

Sementara bagi Galasibot.co.id, pendekatan tersebut membuka kemungkinan bagi berkembangnya jurnalisme yang tidak hanya memberitakan peristiwa, tetapi juga mengikuti perjalanan sebuah gagasan dari waktu ke waktu.

Pada akhirnya, semangat yang muncul dalam forum tersebut dapat dirumuskan dalam satu rangkaian sederhana: Informasi menjadi pengetahuan. Pengetahuan membangun kapasitas. Kapasitas memperkuat jejaring. Jejaring diarahkan untuk pelayanan.

Diskusi di Kota Kota Café tersebut dihadiri berbagai elemen organisasi Katolik, antara lain PMKRI, WKRI, Pemuda Katolik, Ikatan Sarjana Katolik, FMKI, serta Patria dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Utara. Sejumlah pengurus dan kader yang hadir di antaranya Ketua Soter Sitohang, ST, Wakil Sekretaris Ihot Rumapea, Bendahara Simeon Samosir, Wakil Ketua Bidang Hubungan Antar Lembaga Mian Silalahi SE, Wakil Bendahara, Leonardus Naibaho SE,  Wakil Bendahara Alfred Ichwan, SE.(*)

 

 

Source: Penulis berita : Wilfrid Sinaga
Tags: #AI dan politik#jejaring kader#kader Katolik Sumatera Utara#kaderisasi Patria#kepemimpinan publik#literasi politik#politik generasi muda#politik sebagai pelayanan
SendShareTweet
Kembali

KPK Tetapkan 8 Tersangka Kasus Suap HGB Summarecon di BPN, Sita Uang Ratusan Miliar Rupiah

Lanjut

Pemprov Sumut Perkuat Optimalisasi Aset dan BUMD untuk Dongkrak PAD, Komisi II DPR RI Beri Apresiasi

Baca Juga

Medan

Rico Waas: Pemko Medan Siap Perkuat Sinergi Dukung Pertahanan Negara

17 September 2026
Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap Tinjau Drainase Medan Helvetia, Janji Atasi Banjir
Medan

Wakil Wali Kota Medan Zakiyuddin Harahap Tinjau Drainase Medan Helvetia, Janji Atasi Banjir

17 September 2026
Ketua DPRD Medan Desak Pemprov Sumut Segera Salurkan DBH Rp310 Miliar
Dprd medan

Ketua DPRD Medan Desak Pemprov Sumut Segera Salurkan DBH Rp310 Miliar

17 September 2026
Presiden Prabowo Resmikan LRT Kelapa Gading–Manggarai, Manggarai Resmi Jadi Transport Hub Terpadu
Nasional

Presiden Prabowo Resmikan LRT Kelapa Gading–Manggarai, Manggarai Resmi Jadi Transport Hub Terpadu

16 September 2026
Pemko Binjai Beri Penjelasan Resmi Terkait NIB Fresh Reflexology dan Komitmen Kota Religius
Binjai

Pemko Binjai Beri Penjelasan Resmi Terkait NIB Fresh Reflexology dan Komitmen Kota Religius

16 September 2026
Peluang Emas! Produk Pertanian Karo Siap Tembus Pasar Eropa Lewat Kolaborasi Ekspor
Ekonomi

Peluang Emas! Produk Pertanian Karo Siap Tembus Pasar Eropa Lewat Kolaborasi Ekspor

16 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HPN 2026

POPULER

  • Rekonsiliasi Jakarta Raya: Saatnya Menguatkan BPH dan Menjaga Marwah PPTSB

    Rekonsiliasi Jakarta Raya: Saatnya Menguatkan BPH dan Menjaga Marwah PPTSB

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Warisan Kita Hanya Kegaduhan? : Jadilah “Tua-Tua” yang Dicatat Sejarah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Meriahkan HUT ke-81 RI, Karang Taruna Desa Pollung Gelar Lomba Antardusun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Konsolidasi Marga Sinaga: Sairon Deklarasi Maju Calon Ketum PPTSB 2026-2030

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 Hari Tidur di Polsek Namorambe, Korban Teror Bom Molotov Tagih Ketegasan Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemimpinan dalam Marga: Jangan Biarkan Ambisi Mengalahkan Persaudaraan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Melihat Titik Temu Migrasi “Ompu Jorang Raja Sinaga” Dengan “Pomparan Ompu Jorang Raja Sinaga”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
GALASIBOT.CO.ID

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Navigate Site

  • Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In