DELI SERDANG | galasibot co.id — Suara deru mesin pemotong padi bersahut-sahutan memecah keheningan hamparan sawah di kawasan Sinar Gunung, Jalan Padat Karya, Desa Pematang Johar, Kecamatan Labuhan Deli, Selasa (13/10/2026). Memasuki pertengahan Oktober, geliat panen raya padi di wilayah tersebut tampak berbeda berkat hadirnya teknologi mekanisasi yang akrab disapa warga setempat sebagai mesin “Odong-odong Combi” (combine harvester modifikasi/skala lokal).
Penggunaan alat panen modern ini menjadi solusi praktis bagi para petani setempat. Tanpa harus berlelah-lelah menunduk dan memotong bulir padi secara manual menggunakan sabit, keberadaan odong-odong combi terbukti mampu memangkas waktu kerja sekaligus mengoptimalkan hasil panen secara maksimal.
Efisiensi Lahan dan Sinergi Pemilik Mesin
Berdasarkan pantauan di lapangan, sedikitnya enam unit mesin odong-odong combi terlihat beroperasi secara bersamaan melintasi petak-petak sawah siap panen. Salah seorang pemilik sekaligus operator mesin, Dedi, mengungkapkan bahwa dalam kondisi normal, satu unit mesin mampu menyelesaikan pemanenan hingga rata-rata 3 hektar lahan per hari.
“Kerja mesin ini sangat efektif. Rata-rata per hari satu unit bisa menggarap sekitar 3 hektar lahan sawah milik warga,” ujar Dedi saat dikonfirmasi di lokasi panen, Selasa (13/10/2026).
Mesin-mesin pemanen ini umumnya dikelola secara swadaya atau perseorangan yang kemudian disewakan kepada para petani saat musim panen tiba. Skema penyewaan ini dinilai sangat saling menguntungkan (win-win solution) bagi kedua belah pihak.
Seorang petani setempat, Purba, mengakui dampak positif dari hadirnya jasa alat panen modern ini. Menurutnya, keterbatasan tenaga kerja panen manual kini tak lagi menjadi kendala utama.
“Sangat terbantu. Selain hemat waktu dan tenaga, penggunaan mesin ini meminimalisir rontokan bulir padi yang terbuang, sehingga hasil gabah yang didapat lebih maksimal,” tutur Purba.
Potensi Lumbung Pangan Kabupaten Deli Serdang
Penggunaan teknologi mekanisasi pertanian di Desa Pematang Johar menjadi potret nyata pentingnya efisiensi sektor agraris di Kabupaten Deli Serdang. Secara geografis, Kecamatan Labuhan Deli memiliki luas wilayah mencapai 127,23 km². Sementara itu, total luas wilayah Kabupaten Deli Serdang membentang hingga 2.497,72 km² atau setara dengan 249.772 hektar.
Dengan bentang alam yang begitu luas dan didukung oleh 22 kecamatan di dalamnya, Kabupaten Deli Serdang terus memantapkan posisinya sebagai salah satu daerah penghasil komoditas pertanian dan lumbung padi utama di Provinsi Sumatera Utara.
Kehadiran inovasi seperti odong-odong combi di tingkat tapak menjadi bukti ketahanan sektor pertanian lokal yang terus beradaptasi dengan teknologi demi menjaga produktivitas pangan daerah.(*)
Source:
Yose Simamora










