• Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
GALASIBOT.CO.ID
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Tidak ada
Tampilkan semua
GALASIBOT.CO.ID
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Home Ekonomi

Hutang Koperasi Rp2,9 Miliar Final, Pembayaran Mulai Berjalan

Redaksi Galasibot.co.id
23 April 2026
/ Ekonomi
0 0
0
Hutang Koperasi Rp2,9 Miliar Final, Pembayaran Mulai Berjalan

Kuasa hukum Ketua Ad Interim Koperasi Produsen Multi Pihak Tumbuh Sejahtera Bersama Petani, Melva Tambunan

Share on FacebookShare on Twitter

Taput I galasibot.co.id – Hutang koperasi Rp2,9 miliar final akhirnya menemukan titik terang setelah melalui proses audit menyeluruh. Kuasa hukum Ketua Ad Interim Koperasi Produsen Multi Pihak Tumbuh Sejahtera Bersama Petani, Melva Tambunan, menegaskan bahwa total kewajiban kepada supplier telah dikunci per 18 April 2026.

Penegasan ini sekaligus menjawab polemik yang selama ini berkembang di tengah publik. Selain itu, kepastian angka hutang menjadi dasar hukum untuk memulai proses pembayaran kepada para mitra usaha.

Baca Juga

Pengiriman Cabai Karo Tahap 3 Tekan Inflasi Pangan

Gebyar Pajak Sumut 2026 Dongkrak PKB 30%

Dukung Pemberdayaan Penenun, Pemkab Taput Apresiasi 6 Tahun Jabu Bonang Berkarya Angkat Potensi Lokal

Audit Menyeluruh Tetapkan Angka Final

Melva menjelaskan, total hutang koperasi kepada supplier pada masa kepengurusan sebelumnya mencapai Rp2.902.196.561. Jumlah ini telah disepakati bersama oleh 40 supplier yang selama ini menjadi mitra koperasi.

Menurutnya, angka tersebut tidak muncul secara tiba-tiba. Namun, tim konsultan melakukan audit sejak 27 Maret hingga 18 April 2026 dengan mengumpulkan data riil melalui undangan resmi dan komunikasi langsung dengan para supplier.

“Jumlah ini sudah final dan kami kunci. Semua pihak sudah menyepakati berdasarkan data hasil audit,” tegas Melva.

Sementara itu, proses audit juga menghadapi kendala serius. Tim konsultan mengaku kesulitan mengakses data dari pengurus sebelumnya, yakni Erni Mesalina Hutauruk.

Hambatan Data Picu Keterlambatan Pembayaran

Melva menilai hambatan akses data menjadi penyebab utama keterlambatan pembayaran. Di sisi lain, publik sempat menilai proses ini lamban tanpa mengetahui persoalan internal yang terjadi.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa keterlambatan bukan disebabkan oleh faktor lain seperti penggalangan dana, melainkan murni karena proses verifikasi data yang belum lengkap.

“Setelah data terbuka dan audit selesai, proses langsung bergerak cepat,” ujarnya.

Pembayaran Dimulai, Target Tuntas Mei 2026

Lebih lanjut, pembayaran hutang kepada supplier mulai dilakukan sejak 20 April 2026. Keputusan tersebut diambil dalam rapat resmi di BGN yang dihadiri seluruh pihak terkait.

Dalam rapat tersebut, Ketua Dewan Pengawas Koperasi, Erikson Sianipar, mendorong percepatan penyelesaian kewajiban agar kepercayaan mitra dapat dipulihkan.

Selain itu, seluruh pembayaran dilakukan berdasarkan bukti sah seperti bon faktur dan surat pemesanan barang. Hal ini menjadi langkah penting untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas.

“Tidak ada pembayaran tanpa dasar. Semua sesuai dokumen resmi,” tegas Melva.

Adapun batas akhir pelunasan seluruh hutang disepakati paling lambat 20 Mei 2026.

Temuan Konsultan: Sistem Tidak Sehat

Sementara itu, Konsultan Improvement QYSA, Rio B. Simbolon, mengungkap sejumlah temuan krusial selama proses audit.

Ia menyebut sistem transaksi koperasi sebelumnya tidak berjalan sesuai standar bisnis yang sehat. Selain itu, pihaknya menemukan pola pembayaran kepada supplier yang dilakukan secara mencicil hingga melewati batas waktu.

“Kami menemukan pembayaran dilakukan hingga tiga kali cicilan dan pelunasan molor berbulan-bulan. Ini memicu banyak komplain,” jelas Rio.

Lebih lanjut, ia juga menyoroti tidak adanya sistem pencatatan transaksi yang tertib. Kondisi ini memperparah situasi keuangan koperasi dan menyulitkan proses audit.

Harapan Pemulihan dan Kepercayaan Mitra

Dengan ditetapkannya hutang koperasi Rp2,9 miliar final, seluruh pihak kini memiliki dasar yang jelas untuk menyelesaikan kewajiban secara bertahap.

Di sisi lain, langkah ini diharapkan mampu memulihkan kepercayaan supplier serta menstabilkan operasional koperasi ke depan.

Melva menegaskan bahwa kliennya bersikap kooperatif dan berkomitmen menyelesaikan seluruh kewajiban sesuai kesepakatan.

Di penutup, penyelesaian hutang koperasi Rp2,9 miliar final ini menjadi momentum penting untuk membenahi tata kelola koperasi agar lebih transparan, profesional, dan berkelanjutan.(*)

 

Source: Penulis berita : Bangkit Nababan
Tags: #AuditKoperasi#EkonomiDaerah#HutangKoperasi#Taput#TransparansiKeuangan
SendShareTweet
Kembali

Bupati Taput Tinjau Bencana di Simangumban, Instruksikan Gerak Cepat

Lanjut

Low Tourism Danau Toba Jadi Pilihan Strategis Keberlanjutan Kawasan Wisata Unggulan Nasional

Baca Juga

Pengiriman Cabai Karo Tahap 3 Tekan Inflasi Pangan
Ekonomi

Pengiriman Cabai Karo Tahap 3 Tekan Inflasi Pangan

24 April 2026
Gebyar Pajak Sumut 2026 Dongkrak PKB 30%
Ekonomi

Gebyar Pajak Sumut 2026 Dongkrak PKB 30%

22 April 2026
Dukung Pemberdayaan Penenun, Pemkab Taput Apresiasi 6 Tahun Jabu Bonang Berkarya Angkat Potensi Lokal
Ekonomi

Dukung Pemberdayaan Penenun, Pemkab Taput Apresiasi 6 Tahun Jabu Bonang Berkarya Angkat Potensi Lokal

21 April 2026
Kahiyang Ayu Dorong UMKM Naik Kelas, Gandeng Bank Indonesia Perkuat Ekonomi Sumut
Ekonomi

Kahiyang Ayu Dorong UMKM Naik Kelas, Gandeng Bank Indonesia Perkuat Ekonomi Sumut

18 April 2026
Terungkap di Podcast: Skema Ponzi Oknum Kepala Kantor Kas BNI Aek Nabara Gerogoti Dana CU
Ekonomi

Terungkap di Podcast: Skema Ponzi Oknum Kepala Kantor Kas BNI Aek Nabara Gerogoti Dana CU

18 April 2026
Rico Waas Dorong Pedagang Pasar Tradisional Medan Jadi Pemasok Utama Program Makan Bergizi Gratis
Ekonomi

Rico Waas Dorong Pedagang Pasar Tradisional Medan Jadi Pemasok Utama Program Makan Bergizi Gratis

15 April 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULER

  • Sikapi Pernyataan Jusuf Kalla, DPD Patria Sumut: Martir Kristen Itu Kasih, Bukan Membunuh

    Sikapi Pernyataan Jusuf Kalla, DPD Patria Sumut: Martir Kristen Itu Kasih, Bukan Membunuh

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sarjana atau Tertinggal: Cermin Keras dari Budaya Pendidikan Orang Batak

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sinergi Budaya dan Alam: PPTSB dan Toba Caldera UNESCO Global Geopark Resmi Jalin Kerja Sama Strategis

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • BPODT dan Ilusi Kesejahteraan: Infrastruktur Tertinggal di Pesisir Danau Toba, Simalungun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Melihat Titik Temu Migrasi “Ompu Jorang Raja Sinaga” Dengan “Pomparan Ompu Jorang Raja Sinaga”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • SD Budi Murni 2 Medan Raih Juara II Umum Kejuaraan Karate TAKO Piala Direktur POLMED 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harianto Sinaga Tantang Debat Terbuka Bane Raja Manalu: “BPODT Itu Perbaiki, Bukan Bubarkan!”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
GALASIBOT.CO.ID

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Navigate Site

  • Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In