• Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
Rabu, November 4, 2026
  • Login
GALASIBOT.CO.ID
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
GALASIBOT.CO.ID
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Home Hukum

29 Penyanyi Indonesia Ajukan Gugatan Uji Materiil UU Hak Cipta ke MK: Isu Royalti dan Perlindungan Hak Moral

Redaksi Galasibot.co.id
13 Maret 2025
/ Hukum
0 0
0
29 Penyanyi Indonesia Ajukan Gugatan Uji Materiil UU Hak Cipta ke MK: Isu Royalti dan Perlindungan Hak Moral
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta I galasibot.co.id

 

Baca Juga

​Jejak Aliran Dana Korupsi Lampu Jalan Taput Rp4,8 Miliar: Terungkap Siasat Pecah Paket Hingga Indikasi Ke Bupati

Pemprov Sumut Latih Paralegal Desa Dorong Penyelesaian Sengketa Nonlitigasi

Di Balik Putusan MK Ijazah Gibran: Membaca Masa Depan Penegakan Hukum dan Demokrasi Indonesi

Sebanyak 29 penyanyi Indonesia, yang terdiri dari solois dan vokalis band ternama, telah mengajukan gugatan uji materiil terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta ke Mahkamah Konstitusi (MK). Gugatan ini diajukan pada 7 Maret 2025, pukul 19.10 WIB, dengan nomor perkara 33/PUU/PAN.MK/AP3/03/2025. Para penggugat meminta agar Mahkamah Konstitusi menguji beberapa ketentuan dalam undang-undang tersebut yang dianggap merugikan pencipta lagu, termasuk penyanyi dan musisi.

 

Gugatan ini mengangkat sejumlah masalah utama yang berkaitan dengan hak moral dan ekonomi para pencipta lagu, khususnya dalam industri musik digital yang berkembang pesat. Para pemohon menilai bahwa pasal-pasal dalam UU Hak Cipta saat ini tidak memberikan perlindungan yang memadai, baik dari segi royalti maupun pengakuan terhadap kontribusi mereka sebagai pengkarya seni.

 

Di antara nama-nama besar yang tergabung dalam gugatan ini adalah Armand Maulana (Gigi), Ariel NOAH, dan Nino. Sebagian besar dari mereka adalah solois dan vokalis band yang merasa bahwa hak-hak mereka sebagai pencipta dan eksekutor lagu belum sepenuhnya dihargai. Mereka mengkritik rendahnya pembagian royalti yang diterima, terutama dalam konteks era digital di mana musik lebih mudah diakses namun sistem royalti yang ada dinilai tidak cukup adil.

 

Armand Maulana, yang menjadi salah satu penggugat, dalam beberapa kesempatan mengungkapkan kekecewaannya atas rendahnya royalti yang diterima oleh para penyanyi dan musisi Indonesia. Ariel NOAH juga menegaskan bahwa meskipun industri musik digital berkembang pesat, hak para pencipta lagu sering kali diabaikan.

 

Tiga Poin Utama dalam Gugatan Uji Materiil

Para penyanyi ini mengajukan gugatan dengan fokus pada tiga isu utama yang dianggap sangat penting untuk kelangsungan industri musik di Indonesia:

  1. Perizinan Performing Rights: Apakah penyanyi wajib meminta izin langsung dari pencipta lagu untuk membawakan karyanya?
  2. Kewajiban Pembayaran Royalti: Siapa saja yang memiliki kewajiban hukum untuk membayar royalti performing rights kepada pencipta lagu?
  3. Penentuan Tarif Royalti dan Wanprestasi Pembayaran: Apakah ada pihak yang dapat menentukan tarif royalti di luar Lembaga Manajemen Kolektif Nasional (LMKN) dan apakah keterlambatan pembayaran royalti dapat dikenakan sanksi pidana atau perdata?

 

Gugatan ini juga menekankan pentingnya kejelasan hukum mengenai sistem royalti agar industri musik Indonesia dapat lebih sehat dan berkeadilan. Dengan langkah ini, para penyanyi dan musisi berharap dapat mendorong perubahan yang lebih adil dalam pengelolaan hak cipta di Indonesia.

 

Para penyanyi yang mengajukan gugatan berharap agar Mahkamah Konstitusi dapat meninjau ulang ketentuan-ketentuan yang dinilai merugikan mereka dan memberikan keputusan yang dapat meningkatkan kesejahteraan serta perlindungan hak cipta. Mereka ingin agar para pencipta lagu dan musisi mendapatkan hak yang sebanding dengan keuntungan yang dihasilkan dari karya mereka.

 

Seiring dengan berkembangnya teknologi dan semakin banyaknya platform digital yang memutar lagu-lagu mereka, penting bagi para pengkarya seni untuk mendapatkan hak yang adil, baik dari sisi royalti maupun pengakuan atas karya yang mereka hasilkan. Jika permohonan uji materiil ini diterima oleh MK, maka prosesnya bisa memakan waktu lama. Namun, hasil akhirnya berpotensi untuk mengubah sistem pengaturan hak cipta di Indonesia dan membawa dampak besar terhadap industri musik Tanah Air.

 

Jika Mahkamah Konstitusi memutuskan untuk menerima gugatan ini, ada kemungkinan bahwa pengaturan hak cipta dan royalti di Indonesia akan berubah secara signifikan. Para penyanyi dan musisi Indonesia berharap reformasi ini akan menciptakan ekosistem musik yang lebih adil, yang tidak hanya melindungi hak moral dan ekonomi mereka, tetapi juga mendorong perkembangan industri musik yang lebih transparan dan berkelanjutan.

 

Dengan adanya gugatan ini, penyanyi dan musisi Indonesia berharap bahwa hak cipta mereka akan dihargai lebih tinggi, serta sistem royalti dapat diperbaiki agar sesuai dengan kebutuhan zaman digital yang semakin berkembang.(*)

 

 

 

 

 

 

 

Via: Editor : Baldwin
Tags: Gugatan Terhadap Pembagian RoyaltiPenyanyi Indonesia Ajukan Gugatan ke MKReformasi Hak Cipta di IndonesiaUU Hak Cipta dan Penyanyi Indonesia
SendShareTweet
Kembali

Pemprov Sumut Tandatangani PKS dengan DJPK dan DJP untuk Optimalkan Pemungutan Pajak

Lanjut

Saatnya Pejabat Daerah Indonesia Meniru Kepemimpinan Sejati ala Presiden Muda Senegal

Baca Juga

​Jejak Aliran Dana Korupsi Lampu Jalan Taput Rp4,8 Miliar: Terungkap Siasat Pecah Paket Hingga Indikasi Ke Bupati
Hukum

​Jejak Aliran Dana Korupsi Lampu Jalan Taput Rp4,8 Miliar: Terungkap Siasat Pecah Paket Hingga Indikasi Ke Bupati

14 Oktober 2026
Pemprov Sumut Latih Paralegal Desa Dorong Penyelesaian Sengketa Nonlitigasi
Hukum

Pemprov Sumut Latih Paralegal Desa Dorong Penyelesaian Sengketa Nonlitigasi

12 Oktober 2026
Di Balik Putusan MK Ijazah Gibran: Membaca Masa Depan Penegakan Hukum dan Demokrasi Indonesi
Hukum

Di Balik Putusan MK Ijazah Gibran: Membaca Masa Depan Penegakan Hukum dan Demokrasi Indonesi

7 Oktober 2026
MK Nyatakan Gugatan Syarat Pendidikan Gibran Tak Dapat Diterima
Hukum

MK Nyatakan Gugatan Syarat Pendidikan Gibran Tak Dapat Diterima

7 Oktober 2026
Polda Sumut Tetapkan Mantan Wali Kota Sibolga Tersangka Korupsi Proyek Pasar Ikan Rp22,5 Miliar
Hukum

Polda Sumut Tetapkan Mantan Wali Kota Sibolga Tersangka Korupsi Proyek Pasar Ikan Rp22,5 Miliar

29 September 2026
Skandal Proyek Fiktif di Binjai: Asisten II Setda dan Mantan Kadis Didakwa Keruk Aliran Dana Rp2,8 Miliar
Binjai

Skandal Proyek Fiktif di Binjai: Asisten II Setda dan Mantan Kadis Didakwa Keruk Aliran Dana Rp2,8 Miliar

28 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HPN 2026

POPULER

  • Tiger Sumatra Binjai Juara Umum Kejuaraan Taekwondo Piala Dansat Siber TNI

    Tiger Sumatra Binjai Juara Umum Kejuaraan Taekwondo Piala Dansat Siber TNI

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Menanti Dua Dekade Air Bersih: Asa Baru Warga Griya Kencana Usai Disinggahi Walikota Medan Rico Waas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sumpah Pemuda 2026: Pemuda Bersumpah, Elit Berkuasa? 

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Warga  Desak Transparansi Kompensasi dan Legalitas Proyek Perumahan, Antonius Tumanggor Minta Pemko Medan Turun Tangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengurai Teror Bom Molotov di Namorambe: Polisi Naikkan Status Penyelidikan dan Ancam Jemput Paksa Saksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Jebakan Formalisme Hukum: Menakar Batas Substansi dan Kewenangan dalam Putusan MK Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Melihat Titik Temu Migrasi “Ompu Jorang Raja Sinaga” Dengan “Pomparan Ompu Jorang Raja Sinaga”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
GALASIBOT.CO.ID

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Navigate Site

  • Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In