Medan I galasibot.co.id
Warga yang bermukim di Kecamatan Medan Petisah resah keberadaan rumah kos-kosan dijadikan hotel.
Pasalnya, kos-kosan tersebut sudah menjamur sampai ke setiap gang-gang di kecamatan tersebut dan menjadi tontonan anak-anak karena kerap wanita berpakaian seksi keluar masuk.
” Sesuai dengan instruksi Bapak Presiden Jokowi karakter dan pembinaan mental saat ini diperlukan.Tapi, saat ini mental-mental anak sudah rusak karena banyak rumah kos-kosan yang sudah beralih fungsi dijadikan hotel ,” keluh Darwin saat mengikuti kegiatan Reses Masa Sidang I Tahun Sidang Keempat 2023 yang digelar Anggota DPRD Kota Medan Fraksi PDIP, Robi Barus SE M.AP di Jalan Sekip Gg Damar, Kelurahan Sei Putih Timur I, Kecamatan Medan Petisah, Sabtu (11/2/2023) .
Turut dihadiri Camat Medan Petisah Budi Anshari, Lurah Sei Putih Timur I, perwakilan Dinas SDABMBK Medan Abdul Hakim, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Medan Zulfan Ariyanto, dan Koordinator PKH Ester Hutabarat.
Ia mengeluhkan rumah kos-kosan tersebut berada disepanjang Jalan Ayahanda, Jalan Sekip dan sekitarnya.
“Bukan hanya kos-kosan pinggir jalan berubah fungsi, tapi sampai ke gang-gang sudah.Mau jadi apa anak-anak kami, tiap malam melihat pandangan tidak sedap bahkan terkadang bahasa-bahasa tak sopan disampaikan ya karena para wanita itu kadang berbicara yang tak sopan ,” keluh Darwin.
Untuk itulah, kata Darwin pihaknya berharap agar segera dilakukan tindakan.
“Segeralah dilakukan tindakan rumah kos-kosan diubah jadi hotel yang namanya OYO atau apalah.Kami minta Pemko Medan bertindak ,” ucapnya seraya langsung direspon warga lainya.
Lain halnya dengan Endang Susilawati Br Ginting, tak mampu membendung air matanya tatkala menceritakan kesedihan hidupnya.
Endang yang mengaku sebagai seorang warga miskin dan berstatus janda itu mengaku tidak juga mendapatkan Program Keluarga Harapan (PKH), meskipun dirinya telah berkali-kali mencoba untuk mengurusnya.
“Saya orang miskin, saya janda. Saya sudah capek ngurus supaya bisa dapat program PKH ini, bahkan saya ke (kantor) Dinas Sosial sudah tiga kali, semua (prosedur) sudah saya ikuti, tapi tidak juga dapat bantuan,” ucap Endang.
Sedangkan, Netty Hutagalung selaku warga Jalan Sei Sikambing Gg Citarum, Medan Petisah.
Ia menyebutkan, banyak sekali sampah pada drainase-drainase yang ada di lingkungannya. Akibatnya, wilayah tempat tinggalnya tersebut kerap kali banjir setiap turun hujan.
Selanjutnya, L Sihombing warga Gg Suropati meminta Dinas SDABMBK agar dapat meninjau kondisi jalan dan parit disana. Pasalnya, kondisi jalan Gg Suropati sudah lama kupak-kapik dan belum juga tersentuh perbaikan.
Menjawab keluhan banyaknya drainase yang dipenuhi sampah dan jalan yang kupak-kapik, perwakilan Dinas SDABMBK Abdul Hakim mengaku akan segera menindaklanjuti keluhan tersebut.
Dan pada pelaksanaan reses dihari kedua, Minggu (12/2) dihalaman Vihara Amitayus, Jalan Meranti, Kelurahan Sekip, Kecamatan Medan Petisah.
Dalam pertemuan itu, Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Medan itu, menerima keluhan warga terkait maraknya maling.
“Saya mantan Kepling, kami perlu perhatian Bapak karena di Lingkungan IX Jalan Meranti ini banyak maling sampai tabung gas pun dicuri,” keluhnya.
Soal drainase dikeluhkan oleh Indra Kesuma, pegawai Dinas Sosial ( Dinsos) Medan di Jalan Punak hingga Lorong Nauli.
Hingga persoalan tiang listrik di Jalan Cenggal, Sekip, Medan Petisah hingga persoalan air bersih di Gg.Tukang.
Robi Barus yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi I DPRD Medan menyampaikan untuk persoalan rumah kos-kosan tersebut pihaknya mendorong stakeholder terkait segera mengambil tindakan.
“Ya, kita merasa prihatin untuk persoalan rumah kos-kosan yang dijadikan alih fungsi hotel.Ini menjadi perhatian kami untuk mengkaji izinya ,” kata Robi.
Sambung, Robi dalam hal ini pihaknya mendorong agar Satpol PP segera bertindak cepat.
“Kita desak stakeholder terkait khususnya Satpol PP khususnya polisi bisa bertindak dengan cepat terkait dengan rumah kos-kosan segera dirazia.Dan untuk soal maling juga sama peran Bhabinkamtibmas diperlukan termasuk masyarakat agar mengaktifkan poskamling ,” tegas Robi seraya mengatakan untuk kabel listrik akan segera disampaikan kepada pihak PLN.
Ia pun berjanji akan menindaklanjuti semua aspirasi masyarakat dengan menyampaikan keluhan tersebut pada sidang Paripurna DPRD Medan agar dapat ditindaklanjuti oleh OPD terkait.(*)
Penulis berita :Romulo/editor:Pangihutan Sinaga










