Humbanghasundutan I galasibot.co.id – Oloan Paniaran Nababan memimpin rapat perdana pelaksanaan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 Kabupaten Humbang Hasundutan di Ruang Rapat Perkantoran Bukit Inspirasi, Doloksanggul, Kamis (21/5/2026). Rapat tersebut menjadi langkah awal dalam menyusun rangkaian agenda perayaan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga diarahkan sebagai momentum memperkuat identitas budaya, pelayanan masyarakat, serta konsolidasi pembangunan daerah.
Turut hadir dalam rapat itu Sekretaris Daerah Chiristison R. Marbun, para asisten, staf ahli bupati, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), camat, hingga panitia pelaksana kegiatan.
Perayaan HUT Kabupaten tahun ini memiliki makna strategis karena memasuki usia ke-23 tahun sejak pemekaran daerah. Dalam dua dekade lebih perjalanan pemerintahan, Humbang Hasundutan terus berkembang sebagai salah satu daerah di kawasan Tapanuli yang memiliki potensi besar di sektor pertanian, pariwisata, budaya, dan ekonomi masyarakat.
Momentum Persatuan dan Identitas Daerah
Dalam arahannya, Oloan Paniaran Nababan menegaskan bahwa peringatan HUT daerah bukan sekadar agenda tahunan, tetapi momentum penting untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat.
Menurutnya, semangat gotong royong dan kolaborasi antarlembaga menjadi kunci utama agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan sukses dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Peringatan HUT Kabupaten Humbang Hasundutan merupakan momentum penting untuk memperkuat persatuan, kebersamaan serta semangat membangun daerah,” ujar Bupati.
Pesan tersebut menggambarkan bahwa pemerintah daerah ingin menjadikan perayaan HUT tidak hanya sebagai kegiatan hiburan, tetapi juga ruang membangun rasa memiliki masyarakat terhadap daerahnya sendiri.
Budaya dan Hiburan Rakyat Jadi Fokus
Dalam rapat tersebut, berbagai agenda mulai dibahas secara rinci, mulai dari kegiatan seremonial pemerintahan, pagelaran budaya Batak, hiburan rakyat, perlombaan olahraga, pelayanan publik, hingga kesiapan teknis acara puncak.
Kegiatan budaya diperkirakan menjadi salah satu fokus utama perayaan HUT tahun ini. Pemerintah daerah berupaya menampilkan kekayaan budaya lokal sebagai identitas daerah sekaligus sarana memperkuat pelestarian tradisi di tengah perkembangan modernisasi.
Atraksi seni tradisional, musik daerah, tarian adat, hingga kuliner khas Humbang Hasundutan diharapkan dapat menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang melibatkan masyarakat secara luas.
Selain menjadi hiburan masyarakat, kegiatan budaya juga dinilai memiliki potensi mendorong sektor ekonomi kreatif dan pariwisata lokal.
Peran OPD dan Koordinasi Antarinstansi
Sementara itu, Chiristison R. Marbun menegaskan pentingnya keterlibatan aktif seluruh OPD dalam menyukseskan kegiatan HUT daerah.
Ia meminta setiap perangkat daerah segera menindaklanjuti persiapan administrasi maupun teknis sesuai bidang masing-masing agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan maksimal.
Koordinasi lintas instansi menjadi perhatian utama mengingat pelaksanaan kegiatan diperkirakan melibatkan banyak peserta dan pengunjung dari berbagai kecamatan di Humbang Hasundutan.
Diskusi dalam rapat juga membahas konsep acara, pembagian tugas, pengamanan, kesiapan fasilitas umum, hingga pengaturan teknis pelaksanaan di lapangan.
HUT Daerah dan Harapan Masyarakat
Bagi masyarakat Humbang Hasundutan, perayaan hari jadi daerah tidak hanya menjadi pesta tahunan, tetapi juga simbol perjalanan pembangunan dan identitas kolektif masyarakat.
Momentum ini juga menjadi ruang evaluasi terhadap capaian pembangunan daerah, sekaligus harapan baru terhadap peningkatan pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan kesejahteraan sosial.
Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan berharap seluruh rangkaian HUT ke-23 nantinya mampu mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus memperkuat citra daerah sebagai kawasan yang kaya budaya dan memiliki semangat pembangunan yang terus tumbuh.
Dengan semangat kolaborasi dan partisipasi masyarakat, HUT Kabupaten Humbang Hasundutan ke-23 diharapkan menjadi perayaan yang tidak hanya meriah, tetapi juga memberi makna bagi perjalanan pembangunan daerah ke depan.(*)











