Medan | galasibot.co.id – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan Perubahan APBD (P-APBD) Kota Medan Tahun Anggaran 2026 difokuskan untuk memperkuat pelayanan publik. Pemerintah Kota Medan mengarahkan anggaran ini untuk mempercepat pembangunan yang berdampak langsung pada masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Rico Waas dalam Sidang Paripurna DPRD Kota Medan pada Senin (21/9/2026). Ia memaparkan Tanggapan Kepala Daerah atas Pemandangan Umum Fraksi-fraksi DPRD terhadap Ranperda P-APBD 2026 untuk menjawab berbagai isu strategis kota.
Penanganan Banjir Terpadu
Rico menekankan bahwa penanganan banjir di Kota Medan tidak dapat dilakukan secara parsial. Pemko Medan merancang pemetaan lokasi genangan secara menyeluruh dari kawasan hulu hingga hilir.
“Penanganan saluran drainase harus secara kawasan, bukan parsial—satu kesatuan sistem dari hulu hingga hilir,” tegas Rico.
Pemko Medan terus berkoordinasi dengan BBWS Sumatera II dan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Langkah kolaborasi ini diambil untuk mengatasi kendala kewenangan antarlembaga di lapangan.
Prioritas Medan Utara dan Infrastruktur
Pemko Medan berkomitmen mengalokasikan 35 persen belanja pembangunan pada P-APBD untuk kawasan Medan Bagian Utara. Anggaran tersebut dialokasikan untuk pembangunan sistem drainase, perbaikan jalan, dan penyediaan fasilitas air minum.
Selain itu, Pemko Medan juga fokus memperbaiki Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di kawasan tersebut. Dinas SDABMBK bertugas mengoptimalkan perbaikan jalan serta pemeliharaan jembatan di seluruh wilayah kota.
Sektor Pendidikan dan Bantuan Sosial
Pada sektor pendidikan, penambahan anggaran difokuskan untuk membantu sekolah yang terdampak banjir. Pemko Medan menyediakan pakaian seragam, perbaikan ruang kelas, dan peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik.
Pemko Medan juga menyiapkan program pendidikan nonformal Setara Paket A, B, dan C. Program ini bertujuan untuk menekan angka 500 siswa putus sekolah di Kota Medan.
Penyesuaian PAD dan Target Ekonomi
Rico menjelaskan penyesuaian target PAD dilakukan berdasarkan kalkulasi kondisi ekonomi makro yang lebih realistis. Pemko Medan akan mengoptimalkan pendapatan melalui digitalisasi pajak dan perluasan pembayaran non-tunai.
Pemko Medan memasang target pertumbuhan ekonomi pada kisaran 5,2 hingga 5,7 persen. Sementara itu, tingkat kemiskinan ditargetkan turun ke angka 7,0 hingga 7,5 persen.










