• Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
Senin, September 28, 2026
  • Login
GALASIBOT.CO.ID
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
GALASIBOT.CO.ID
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Home Internasional

Asian Games 2026: Diperkuat 35 Cabor dan Skema Mandiri, Merah Putih Usung Misi Jaga Tradisi Emas di Jepang

Redaksi Galasibot.co.id
27 September 2026
/ Internasional, Nasional, News, Olahraga
0 0
0
Asian Games 2026: Diperkuat 35 Cabor dan Skema Mandiri, Merah Putih Usung Misi Jaga Tradisi Emas di Jepang
Share on FacebookShare on Twitter

Medan | galasibot.co.id — Kontingen Indonesia terus melanjutkan perjuangan di Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Jepang, yang berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober 2026. Dengan kekuatan 432 atlet dari 35 cabang olahraga, Merah Putih membawa misi mempertahankan tradisi medali emas sekaligus memperbaiki capaian pada Asian Games sebelumnya.

Hingga memasuki hari kesembilan kompetisi, Indonesia telah mengamankan dua medali emas. Salah satunya dipersembahkan lifter Rahmat Erwin Abdullah, yang tampil gemilang di nomor 75 kilogram putra dengan total angkatan 366 kilogram sekaligus mencatat rekor dunia. Raihan tersebut menjadi emas kedua Indonesia pada Aichi-Nagoya 2026.

Baca Juga

Rahmat Erwin Abdullah Sabet Emas Asian Games 2026: Mengukuhkan Tradisi Emas Angkat Besi Indonesia di Panggung Dunia

Mitigasi Sengketa Bisnis, Koperasi Pers Indonesia dan IMAC Medan Gelar Pelatihan Sertifikasi Mediator

Gubernur Sumut Ajak Ikatan Keluarga Minangkabau Akselerasi Industri Halal dan Ekonomi Keumatan

Perjalanan kontingen Merah Putih masih panjang. Sejumlah cabang olahraga andalan Indonesia masih berpeluang menambah medali, termasuk bulutangkis yang hingga 27 September masih menempatkan sejumlah wakil di babak semifinal.

432 Atlet dari 35 Cabang Olahraga

Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) telah menetapkan komposisi resmi kontingen Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Sebanyak 432 atlet diberangkatkan untuk bertanding pada 35 cabang olahraga. Mereka didampingi 148 pelatih dan ofisial, serta 32 personel Chef de Mission (CdM). Komposisi tersebut merupakan hasil evaluasi antara Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Komisi Sport NOC Indonesia, dan federasi masing-masing cabang olahraga.

Pengiriman atlet dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan dan peluang prestasi. Pendekatan tersebut menempatkan rekam jejak prestasi serta kemampuan bersaing di level Asia sebagai bagian penting dalam proses evaluasi.

Dengan komposisi tersebut, kontingen Indonesia tidak hanya mengandalkan jumlah atlet, tetapi juga berusaha memastikan atlet yang tampil memiliki kesiapan untuk bersaing di arena Asian Games.

Skema Pendanaan Mandiri Tetap Menjadi Bagian Tim Indonesia

Salah satu karakteristik kontingen Indonesia pada Aichi-Nagoya 2026 adalah adanya cabang olahraga yang mengikuti Asian Games melalui skema pendanaan mandiri.

NOC Indonesia mencatat tiga cabang olahraga yang berangkat dengan skema tersebut, yakni tinju, anggar, dan tenis meja. Pembiayaan berasal dari federasi masing-masing serta dukungan mitra.

Meskipun menggunakan sumber pendanaan berbeda, NOC Indonesia menegaskan tidak ada pembedaan dalam status maupun tanggung jawab prestasi setelah atlet resmi menjadi bagian dari Tim Indonesia.

Ketua Umum NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari menyampaikan bahwa perbedaan sumber pembiayaan tidak mengubah tanggung jawab atlet ketika mengenakan seragam Merah Putih.

“Skema pendanaan boleh berbeda, tetapi target prestasi tetap sama.”

Menurut NOC Indonesia, keberangkatan secara mandiri juga menunjukkan keterlibatan federasi dan mitra dalam mendukung keikutsertaan atlet di ajang olahraga terbesar di Asia. Seluruh cabang olahraga tetap melalui proses evaluasi mengenai kesiapan atlet, peluang prestasi, dan aspek operasional.

Rahmat Erwin Tambah Emas untuk Indonesia

Angkat besi kembali menunjukkan perannya sebagai salah satu cabang olahraga penting bagi Indonesia.

Rahmat Erwin Abdullah berhasil merebut medali emas nomor 75 kilogram putra pada 26 September 2026. Ia mencatat total angkatan 366 kilogram, terdiri dari 160 kilogram pada snatch dan 206 kilogram pada clean and jerk.

Catatan tersebut sekaligus mengantarkan Rahmat mencetak rekor dunia. Medali emas itu menjadi emas kedua Indonesia di Aichi-Nagoya 2026.

Prestasi Rahmat juga memperpanjang catatan keberhasilannya di Asian Games setelah sebelumnya meraih emas pada edisi Hangzhou.

Di cabang yang sama, Indonesia juga memperoleh medali perunggu melalui Luluk Diana Tri Wijayana, yang mencatat podium pada debutnya di Asian Games.

Bulutangkis Masih Menjadi Andalan

Bulutangkis kembali menjadi salah satu cabang yang menjadi perhatian dalam perjuangan Indonesia di Aichi-Nagoya.

Hingga 27 September, sejumlah wakil Indonesia masih bertahan di fase akhir turnamen. Ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin berhasil menembus semifinal, sementara Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri juga memastikan tempat di empat besar.

Di nomor tunggal putra, Alwi Farhan juga berhasil mencapai semifinal setelah memenangkan pertandingan perempat final. Sementara itu, perjalanan Jonatan Christie terhenti di babak perempat final.

Dengan masih bertahannya sejumlah wakil, bulutangkis berpotensi memberikan tambahan medali bagi Indonesia dalam lanjutan kompetisi.

Panjat Tebing, Dayung, Panahan dan Cabor Lain

Selain bulutangkis dan angkat besi, Indonesia juga menaruh perhatian pada sejumlah cabang olahraga yang memiliki rekam jejak prestasi di level Asia dan dunia.

Panjat tebing menjadi salah satu cabang yang mendapat perhatian karena prestasi atlet Indonesia dalam nomor speed. Dayung, panahan, atletik, menembak, wushu, serta sejumlah cabang bela diri juga menjadi bagian dari kekuatan kontingen Indonesia.

Namun, potensi medali tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan rekam jejak sebelumnya. Setiap pertandingan memiliki kondisi dan persaingan yang berbeda sehingga peluang tersebut tetap harus diwujudkan melalui performa di arena.

Belajar dari Jakarta-Palembang 2018 dan Hangzhou 2022

Perjalanan Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 tidak terlepas dari evaluasi terhadap dua edisi sebelumnya.

Pada Asian Games Jakarta-Palembang 2018, ketika menjadi tuan rumah, Indonesia menempati peringkat keempat klasemen akhir dengan 31 emas, 24 perak, dan 43 perunggu, atau total 98 medali.

Sementara pada Asian Games Hangzhou 2022, yang penyelenggaraannya berlangsung pada 2023, Indonesia mengakhiri kompetisi di peringkat ke-13 dengan raihan 7 emas, 11 perak, dan 18 perunggu.

Perbedaan capaian tersebut menjadi salah satu bahan evaluasi dalam persiapan menuju Aichi-Nagoya. Kali ini Indonesia kembali berlaga sebagai tamu, sehingga tantangan persaingan, adaptasi lingkungan pertandingan, dan efektivitas strategi menjadi bagian penting dalam perjalanan kontingen.

NOC Indonesia dan Kemenpora Tekankan Proses Seleksi

Penetapan kontingen Indonesia merupakan hasil proses evaluasi bersama antara Kemenpora, NOC Indonesia, dan federasi cabang olahraga.

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengatakan proses tersebut dilakukan untuk memastikan atlet yang berangkat memiliki kesiapan dan peluang prestasi di level Asia.

Menurut Erick, yang menjadi perhatian utama bukan hanya hasil akhir, tetapi juga kesiapan atlet untuk bertanding dengan fokus, menjunjung sportivitas, dan memberikan performa terbaik.

Sementara itu, Ketua Umum NOC Indonesia Raja Sapta Oktohari menekankan bahwa seluruh atlet yang telah masuk dalam Tim Indonesia memiliki tanggung jawab yang sama, terlepas dari sumber pembiayaan keberangkatannya.

Dengan demikian, skema APBN maupun pendanaan mandiri tidak menjadi pembeda dalam semangat perjuangan ketika atlet sudah mengenakan lambang Garuda.

CdM Pastikan Dukungan Operasional

Dari sisi operasional, Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia Todotua Pasaribu memastikan koordinasi dengan Kemenpora, NOC Indonesia, dan federasi nasional terus dilakukan.

Persiapan mencakup keberangkatan, akomodasi, kebutuhan operasional pertandingan, hingga proses kepulangan atlet.

Peran CdM menjadi penting karena atlet membutuhkan dukungan nonteknis yang memungkinkan mereka berkonsentrasi pada pertandingan. Karena itu, kelancaran koordinasi menjadi salah satu bagian dari strategi pendukung prestasi kontingen.

Kemenpora mencatat bahwa sebanyak 432 atlet Indonesia akan berlaga di 35 cabang olahraga dengan dukungan 148 pelatih dan ofisial serta 32 personel CdM.

Dukungan Mitra untuk Merah Putih

Perjuangan kontingen Indonesia juga mendapat dukungan dari berbagai mitra strategis.

NOC Indonesia menyampaikan apresiasi kepada Aice, Mills, BAIC, Kings Travel, TikTok, dan Perumnas yang memberikan dukungan bagi persiapan dan perjalanan Tim Indonesia menuju Aichi-Nagoya 2026.

Kolaborasi antara pemerintah, NOC Indonesia, federasi olahraga, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan menjadi bagian dari ekosistem pembinaan olahraga nasional.

Dukungan tersebut diharapkan tidak hanya membantu keikutsertaan Indonesia dalam satu ajang, tetapi juga memperkuat sistem olahraga nasional secara berkelanjutan.

Menjaga Tradisi Emas di Tengah Persaingan Asia

Asian Games Aichi-Nagoya 2026 masih berlangsung hingga 4 Oktober. Karena itu, perolehan medali Indonesia masih dapat berubah seiring bertambahnya pertandingan dan nomor final.

Dua emas yang telah diraih sejauh ini memberikan modal penting bagi perjalanan Merah Putih. Namun, tantangan berikutnya adalah bagaimana atlet-atlet Indonesia yang masih bertanding dapat mempertahankan konsentrasi dan menyelesaikan kompetisi dengan performa terbaik.

Bagi Indonesia, Asian Games bukan hanya tentang klasemen medali. Ajang ini juga menjadi ruang untuk mengukur perkembangan pembinaan olahraga nasional terhadap kekuatan-kekuatan olahraga Asia.

Dengan 432 atlet yang tersebar di 35 cabang olahraga, perjalanan Merah Putih di Jepang masih terus berlangsung. Setiap pertandingan menjadi kesempatan untuk menambah medali sekaligus memperlihatkan sejauh mana olahraga Indonesia mampu bersaing di level kontinental.(*)

Via: Editor Wilfrid Sinaga
Tags: #Aichi-Nagoya 2026#Asian Games 2026#Medali Indonesia#Olahraga Indonesia#Tim Indonesia
SendShareTweet
Kembali

Rahmat Erwin Abdullah Sabet Emas Asian Games 2026: Mengukuhkan Tradisi Emas Angkat Besi Indonesia di Panggung Dunia

Baca Juga

Rahmat Erwin Abdullah Sabet Emas Asian Games 2026: Mengukuhkan Tradisi Emas Angkat Besi Indonesia di Panggung Dunia
Internasional

Rahmat Erwin Abdullah Sabet Emas Asian Games 2026: Mengukuhkan Tradisi Emas Angkat Besi Indonesia di Panggung Dunia

27 September 2026
Mitigasi Sengketa Bisnis, Koperasi Pers Indonesia dan IMAC Medan Gelar Pelatihan Sertifikasi Mediator
Ekonomi

Mitigasi Sengketa Bisnis, Koperasi Pers Indonesia dan IMAC Medan Gelar Pelatihan Sertifikasi Mediator

27 September 2026
Gubernur Sumut Ajak Ikatan Keluarga Minangkabau Akselerasi Industri Halal dan Ekonomi Keumatan
Ekonomi

Gubernur Sumut Ajak Ikatan Keluarga Minangkabau Akselerasi Industri Halal dan Ekonomi Keumatan

27 September 2026
Pemprov Sumut Deklarasikan Target Bebas Rabies 2030 dan Pecahkan Rekor MURI Vaksinasi Massal
News

Pemprov Sumut Deklarasikan Target Bebas Rabies 2030 dan Pecahkan Rekor MURI Vaksinasi Massal

27 September 2026
Strategi Pemprov Sumut Tekan Harga Material dan Akselerasi Program Rumah Subsidi MBR
Medan

Strategi Pemprov Sumut Tekan Harga Material dan Akselerasi Program Rumah Subsidi MBR

27 September 2026
Wali Kota Medan Dorong Pelaku UMKM Tidak Hanya Bertahan, Namun Berani Naik Kelas
Ekonomi

Wali Kota Medan Dorong Pelaku UMKM Tidak Hanya Bertahan, Namun Berani Naik Kelas

27 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HPN 2026

POPULER

  • 5 Hari Tidur di Polsek Namorambe, Korban Teror Bom Molotov Tagih Ketegasan Polisi

    5 Hari Tidur di Polsek Namorambe, Korban Teror Bom Molotov Tagih Ketegasan Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Konsolidasi Marga Sinaga: Sairon Deklarasi Maju Calon Ketum PPTSB 2026-2030

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Pungutan Liar di MAN 2 Tanjung Pura Langkat Didorong ke Kejatisu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Eksklusif Wawancara Yohanes Suhardin: Dari Ruang Kuliah Menuju Panggung Advokasi Demi Penegakan Hukum Tanpa Politik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Melihat Titik Temu Migrasi “Ompu Jorang Raja Sinaga” Dengan “Pomparan Ompu Jorang Raja Sinaga”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Koperasi Merah Putih di Taput Mandek, Tumonggi: Jangan Jadi Program di Atas Kertas!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Memiskinkan Kejahatan vs Menjaga Keadilan: Menakar Arah RUU Perampasan Aset

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
GALASIBOT.CO.ID

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Navigate Site

  • Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In