Deliserdang | galasibot.co.id
Bendungan Lau Simeme yang bernilai Rp1,65 triliun, merupakan salah satu dari 61 Proyek Strategis Nasional (PSN), ditargetkan akan beroperasi pada Juli 2024. Hal ini terungkap dalam kunjungan Danrem 022/PT, Kolonel Inf Tagor Rio Pasaribu, SE, yang meninjau progres bendungan tersebut di Desa Sarilaba Jahe, Kecamatan Sibiru-Biru, Kabupaten Deli Serdang, pada Selasa (28/5/2024).
Danrem yang didampingi Dandim 0204/Deli Serdang, Letkol Inf Alex Sandri, SHub Int, MHI, mengawali kunjungan itu dengan mendatangi Markas Koramil 0204-04/Sibiru-Biru untuk menerima laporan situasi wilayah dari Danramil 0204-04/Sibiru-Biru, Kapten Arh AW Sembiring, serta melakukan tatap muka dengan prajurit setempat.
Pada kesempatan itu, Danrem juga bertemu dan beramah tamah dengan unsur Forkopimca Sibiru-Biru, termasuk Camat Rahmad Hidayat, SIP, dan Kapolsek AKP Natanael Sitepu. Selanjutnya, Danrem bersama Dandim, Danramil, serta Pasi Intel Kodim 0204/DS, Lettu Kav Murfi, bergerak menuju lokasi Bendungan Lau Simeme dan diterima oleh Maruli Simatupang, ST, MDM, di Kantor Proyek Bendungan Lau Simeme.
Di lokasi, Danrem mendapat penjelasan mengenai progres pengerjaan bendungan yang ditargetkan beroperasi pada Juli 2024. Bendungan Lau Simeme, yang dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, dimulai pada tahun 2017 dengan konstruksi paket 1 oleh PT Wijaya Karya – PT Bumi Karsa (KSO) dan paket 2 oleh PT Pembangunan Perumahan (PP) – PT Andesmon Sakti (KSO).
Bendungan dengan kapasitas tampung 21,07 juta m³ ini memiliki dua fungsi utama: reduksi banjir di area Kota Medan sebesar 289 m³/detik atau mampu mereduksi 30 persen debit banjir, serta penyediaan air baku sebesar 3.000 liter/detik untuk tambahan suplai air baku bagi 600 ribu jiwa di Medan dan Deli Serdang. Selain itu, bendungan ini juga memiliki fungsi tambahan sebagai penyedia energi listrik sebesar 1 MW dan sebagai destinasi pariwisata.(*)











