Simalungun | galasibot.co.id
Gerakan Aspirasi Mahasiswa Pembela Rakyat (GAMPAR) telah melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat selama satu bulan, dari 28 Juli hingga 28 Agustus 2024, di Desa Sipolha Horison, Kecamatan Pematang Sidamanik. Kegiatan ini merupakan upaya GAMPAR dalam menjalankan perannya sebagai kontrol sosial, sekaligus mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada poin ketiga, yaitu pengabdian kepada masyarakat.
Selama kegiatan, GAMPAR menemukan kondisi sekolah yang memprihatinkan, baik dari segi fasilitas maupun infrastruktur. Ruangan kelas 1 hingga kelas 3 sering terendam air saat hujan karena tidak adanya saluran air atau parit di depan kelas. Hal ini menyebabkan kelas-kelas harus digabung, sehingga proses belajar mengajar menjadi terganggu. Selain itu, fasilitas lain seperti toilet juga sering tidak berfungsi dengan baik, terutama ketika pasokan air mati.
Ketua Panitia kegiatan, Sabar, menyampaikan bahwa pengabdian ini bertujuan untuk membangun karakter, disiplin, dan moral anak-anak di desa, serta menyadarkan masyarakat akan pentingnya pendidikan. “Kami berharap dengan kehadiran kami di sini, apa yang telah didiskusikan dengan para guru dan ilmu yang kami sampaikan kepada anak-anak dapat bermanfaat dan membuat mereka memahami pentingnya pendidikan,” ujar Sabar.
Koordinator GAMPAR, Gadri, turut menyampaikan harapannya agar kegiatan ini dapat membawa dampak positif bagi pendidikan di Desa Sipolha Horison. “Kami berharap pendidikan di desa ini dapat lebih baik, sumber daya manusianya meningkat, dan para stakeholder serta kepala sekolah dapat melakukan perubahan yang diperlukan untuk mencapai pendidikan yang layak,” katanya.
Dalam kegiatan ini, turut hadir Frans Sipayung, seorang alumni GAMPAR, yang memberikan apresiasinya terhadap pengabdian yang dilakukan oleh rekan-rekan mahasiswa. “Pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh GAMPAR adalah langkah mulia yang perlu dilestarikan. Semoga ke depannya semakin banyak mahasiswa yang terlibat dalam mencerdaskan anak bangsa, terutama di desa-desa yang membutuhkan,” ungkap Frans.
Pengabdian ini tidak hanya berfokus pada perbaikan fisik sekolah, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pendidikan, serta menekankan pentingnya partisipasi aktif semua pihak untuk menciptakan lingkungan belajar yang layak dan mendukung perkembangan anak-anak di desa tersebut.(*)
Penulis berita :Edi Galinggjng











