Simalungun | galasibot co.id
Irigasi di Kecamatan Pematang Bandar, Simalungun, kini berubah fungsi menjadi tempat pembuangan sampah. Kurangnya pembinaan mengenai kebersihan lingkungan menyebabkan warga setempat membuang sampah di saluran irigasi secara sembarangan.
Pantauan wartawan pada Kamis (01/08/2024) sekitar pukul 09.00 WIB menunjukkan tumpukan sampah di saluran pembuangan Irigasi Perpayakan Nagori Talun Rejo, Irigasi Javakolonisasi, dan Saluran Daerah Irigasi (DI) Kerasaan. Kondisi ini menimbulkan keresahan bagi warga yang tinggal di hilir akibat aroma tak sedap dari tumpukan sampah, yang mencemari air yang biasa digunakan warga untuk mandi dan mencuci.
Tumpukan sampah yang terdiri dari batang sawit, batang pisang, limbah rumah tangga, dan lainnya juga menghambat arus air di saluran irigasi. Oleh karena itu, dinas kebersihan diharapkan memberikan pengarahan kepada masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya, dan mengangkut sampah dengan truk kebersihan dari kecamatan.
MS, warga Nagori Talun Rejo, menyatakan ketidaknyamanannya dengan tumpukan sampah di irigasi yang terletak di belakang rumahnya. Aroma busuk sering kali masuk ke dalam rumahnya, membuatnya berharap warga berhenti membuang sampah di saluran irigasi.
Sandi Siahaan, tokoh pemuda Kecamatan Pematang Bandar, menilai kinerja Pemerintah Kecamatan Pematang Bandar lamban dalam mengatasi masalah pembuangan sampah ini. Ia menyarankan agar kendaraan pengangkut sampah lebih diberdayakan, tidak hanya mengangkut sampah pekan Pematang Bandar setiap hari Sabtu. Sandi berharap pihak kecamatan segera mengadakan sosialisasi kepada masyarakat untuk membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.(*)
Penulis berita :JAT Purba











