
Vatikan | galasibot.co.id
Hari ini dunia menyaksikan momen bersejarah: terpilihnya Paus Leo XIV sebagai pemimpin baru Gereja Katolik sedunia. Sebelumnya, beliau menjabat sebagai Kepala Kantor untuk Uskup-uskup di Vatikan selama dua tahun terakhir. Sosoknya yang dikenal sederhana, rendah hati, dan berpihak pada kebenaran kini resmi melanjutkan tongkat estafet dari Paus Fransiskus.
Paus Leo XIV, yang berasal dari Amerika Serikat, adalah pribadi yang pendiam namun bersahaja. Setiap pagi antara pukul 7:00 dan 7:30, ia kerap terlihat berjalan kaki dari Vatikan menuju biaranya di Augustinianum — gambaran kesederhanaan yang nyata. Dengan tinggi sekitar 175 cm dan tubuh kecil, beliau tidak mencolok secara fisik, namun pemikiran dan tindakannya dalam isu-isu gerejawi menunjukkan sikap yang moderat dan terbuka terhadap dunia.
Pemilihan nama “Leo XIV” menunjukkan kesinambungan arah pastoral dengan pendahulunya, sembari memberi penekanan baru pada ajaran sosial Gereja. Dengan meneladani Paus Leo XIII — yang terkenal lewat ensiklik sosial Rerum Novarum — Paus Leo XIV mengisyaratkan komitmen mendalam terhadap keadilan sosial dan perdamaian global.
Dalam pidato perdananya dari balkon Basilika Santo Petrus, ia menekankan pentingnya perdamaian — tema yang diyakini akan menjadi benang merah dalam masa kepemimpinannya. Keterampilannya dalam berbagai bahasa — termasuk bahasa Inggris, Italia, Spanyol, dan Latin — menunjukkan kapasitas internasionalnya sebagai pemimpin spiritual global.
Mari kita doakan Paus Leo XIV dalam tugas beratnya membimbing Gereja Katolik menuju masa depan yang lebih inklusif, damai, dan penuh harapan.(Padre Marco SVD, Vatikan.)











