Medan I galasibot.co.id
Wali Kota Medan Bobby Nasution menyatakan bahwa Pemerintah Kota (Pemko) Medan siap menyambut dan mendukung investasi dalam pengolahan sampah menjadi energi listrik, sebagai upaya untuk mengatasi masalah sampah sekaligus menghasilkan energi terbarukan. Pernyataan ini disampaikannya usai mendengarkan presentasi dari PT Sinar Sejahtera Terbarukan dan SCG Indonesia mengenai potensi pengolahan sampah di TPA Terjun menjadi energi listrik, pada Jumat (24/1/2025), di Ruang Rapat I Kantor Wali Kota Medan.
Dalam pertemuan yang dihadiri oleh sejumlah pejabat Pemko Medan, termasuk Pj Sekda Topan Obaja Putra Ginting, serta pimpinan perangkat daerah lainnya, Bobby Nasution menyatakan bahwa pengelolaan sampah adalah tanggung jawab Pemko Medan yang harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Ia juga menekankan pentingnya dukungan penuh untuk memastikan agar investasi dalam pengolahan sampah menjadi energi dapat terlaksana dengan baik.
“Pemko Medan sangat menyambut baik rencana ini. Pengelolaan persampahan memang merupakan tanggung jawab Pemko yang harus dilaksanakan dengan optimal. Kami siap memberikan dukungan agar investasi ini berjalan dengan lancar,” ujar Bobby Nasution dalam pertemuan tersebut.
Sebagai informasi, PT SCG Indonesia mengungkapkan ketertarikannya untuk mengolah sampah yang ada di TPA Terjun menjadi energi listrik. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan, perusahaan tersebut meyakini bahwa sampah di TPA Terjun dapat menghasilkan energi listrik sebesar 50 MW, yang tentunya dapat berkontribusi pada kebutuhan energi di Kota Medan dan sekitarnya.
Untuk mewujudkan proyek ambisius ini, SCG Indonesia membutuhkan beberapa bentuk dukungan dari Pemko Medan. Salah satunya adalah perizinan dan penyediaan lahan seluas 5 hingga 10 hektar yang diperlukan untuk membangun fasilitas pengolahan sampah menjadi energi.
Menanggapi hal ini, Bobby Nasution menyatakan bahwa Pemko Medan sangat terbuka dan siap mendukung, asalkan perusahaan tersebut menunjukkan keseriusan dalam berinvestasi. “Jika perusahaan ini serius, tentu kami akan memberikan dukungan yang diperlukan. Namun, sebelum kita menandatangani MoU, kami membutuhkan perencanaan yang jelas, termasuk studi kelayakan yang mendalam untuk memastikan keberlanjutan proyek ini,” jelas Bobby.
Sementara itu, pihak SCG Indonesia menyatakan komitmennya untuk menyediakan perencanaan yang lebih detail, termasuk studi kelayakan dan perkiraan keuntungan atau investasi return yang dapat dihasilkan dari proyek pengolahan sampah ini. Studi kelayakan yang komprehensif diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan dari proyek ini.
Investasi pengolahan sampah menjadi energi ini tidak hanya diharapkan dapat membantu mengurangi masalah sampah di Kota Medan, tetapi juga dapat berkontribusi pada pengembangan energi terbarukan yang ramah lingkungan. Selain itu, dengan kapasitas yang diperkirakan mampu menghasilkan 50 MW, proyek ini juga berpotensi untuk mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil.
Bobby Nasution berharap agar semua tahapan perencanaan, termasuk studi kelayakan, dapat segera diselesaikan sehingga proses investasi ini dapat segera dilanjutkan. Pemko Medan berkomitmen untuk mendukung setiap langkah yang membawa manfaat besar bagi kota, baik dari segi ekonomi maupun lingkungan.
Dengan semakin banyaknya perhatian terhadap pengelolaan sampah dan energi terbarukan, diharapkan rencana ini bisa menjadi solusi yang menguntungkan bagi Kota Medan, serta menjadi contoh bagi daerah lain dalam memanfaatkan potensi sampah sebagai sumber energi yang berkelanjutan.(*)
Wali Kota Medan Bobby Nasution saat menerima kunjungan investor dari PT Sinar Sejahtera Terbarukan dan SCG Indonesia Jumat (24/1/2025), Jumat (23/1/2025) di Ruang Rapat I Kantor Wali Kota Medan.(Foto galasibot.co.id/Wilfrid)











