MEDAN I galasibot.co.id — Pemerintah Kota (Pemko) Medan menyalurkan bantuan biaya pendidikan Tahun Anggaran 2026 kepada 214 mahasiswa dari keluarga prasejahtera. Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyerahkan bantuan tersebut secara langsung di Hotel Grand Kanaya, Jumat (23/10/2026).
Program melalui Dinas Sosial Kota Medan ini mengalokasikan bantuan hingga maksimal Rp6 juta per mahasiswa setiap semester. Bantuan menyasar mahasiswa dari keluarga kategori Desil 1 hingga Desil 5 yang memiliki prestasi akademik memadai.
Syarat dan Alokasi Bantuan Biaya Pendidikan
Penerima bantuan dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) wajib memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00. Sementara itu, mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta (PTS) harus mengantongi IPK minimal 3,25.
Wali Kota Medan Rico Waas menegaskan bantuan bertujuan memotivasi mahasiswa agar mampu menyelesaikan studi tepat waktu. Pendidikan tinggi menjadi jalan bagi generasi muda untuk meraih pekerjaan layak dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
“Ini dari masyarakat untuk masyarakat. Dana yang kita kumpulkan dari pajak masyarakat dikembalikan lagi kepada masyarakat,” tegas Rico Waas.
Harapan Baru bagi Orang Tua Kurang Mampu
Bantuan tersebut memberikan kelegaan nyata bagi para orang tua penerima manfaat. Zulkifli Nasution, seorang pencari barang bekas di Medan, mengaku sangat terbantu untuk membiayai kuliah anaknya di tengah penghasilan yang tidak menentu.
“Dengan adanya bantuan ini, sangat membantulah kami yang masyarakat menengah ke bawah. Kalau enggak ada ini, sudah tersengap-sengap bahasa kasarnya,” kata Zulkifli penuh haru.
Manfaat senada dirasakan Maisyarah, warga Medan Timur. Bantuan ini mempermudah pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) anaknya, Norah Hanifa, yang menempuh semester V di Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU).
Apresiasi dan Harapan Penerima Manfaat
Maisyarah berharap Pemko Medan menambah kuota penerima bantuan pada tahun mendatang. Ia juga mengusulkan adanya dukungan fasilitas penunjang belajar seperti laptop atau tablet.
Penerima bantuan lainnya, Afriza Yenni Nasution dari Fakultas Syariah dan Hukum UINSU, merasa bangga terpilih dalam program ini. Ia menilai penyeleksian program sudah tepat sasaran karena memperhitungkan kondisi ekonomi keluarga dan prestasi akademik.
“Harapan saya, semoga program ini terus berjalan ke depannya dan bisa membantu kawan-kawan mahasiswa lainnya,” ujar Afriza.(*)
Source:
Penulis berita : Wilfrid Sinaga










