Medan | Galasibot.co id
Pesta Bona Taon Punguan Siraja Oloan Medan Permai Sekitarnya, Senin (16/2/2026), berlangsung dengan penuh sukacita dan kekhidmatan di Island Kenanga Garden. Ibadah dan rangkaian acara yang dihadiri seluruh anggota punguan beserta keluarga ini menjadi momentum mempererat kebersamaan sekaligus mengawali tahun 2026 dengan hati yang penuh syukur.
Mengusung tema dari Mazmur 118 ayat 28, “Allahku Engkau, aku mau bersyukur kepada-Mu, Allahku, aku mau meninggikan Engkau,” perayaan Bona Taon kali ini mengajak seluruh anggota untuk kembali menyadari pentingnya bersyukur atas setiap penyertaan Tuhan sepanjang tahun yang telah berlalu.
Dalam khotbahnya, Pdt Zendrato Simanullang menyampaikan perenungan tentang bumi yang berputar. Bumi berputar pada tempatnya dan juga mengelilingi porosnya. Perputaran itu teratur dan tidak pernah keluar dari orbitnya. Bahkan ketika terjadi perlambatan perputaran, dampaknya dapat dirasakan, termasuk meningkatnya panas. Dari gambaran ini, anggota Punguan Siraja Oloan Medan Permai diajak memahami bahwa segala sesuatu berjalan teratur karena Tuhan yang mengatur dan menggerakkannya.
Pergantian tahun disebut sebagai peristiwa yang terus berulang, sebagaimana bumi yang terus berputar. Namun di balik peristiwa itu, ada makna rohani yang dalam: Tuhanlah yang membuat perputaran itu terjadi. Tahun baru bukan sekadar pergantian kalender, melainkan kesempatan untuk mengingat kembali kasih dan pemeliharaan Tuhan dalam hidup setiap pribadi dan keluarga.
Ditekankan pula bahwa keharmonisan lahir dari pengharapan. Jika hingga hari ini Tuhan masih memelihara kehidupan, itu berarti Tuhan berharap umat-Nya berbuah. Seperti bumi yang tetap berada pada orbitnya, demikian pula setiap anggota punguan diingatkan untuk tetap berada pada “orbit” masing-masing.
Rahasia keharmonisan, sebagaimana disampaikan dalam perenungan, adalah belajar dari pergantian tahun. Setiap orang memiliki peranan dan posisinya sendiri. Untuk harmonis, masing-masing harus tetap setia pada orbit dan perannya, tidak saling mengambil tempat serta tidak keluar dari jalur yang telah Tuhan tetapkan.
Dalam kehidupan punguan, prinsip ini sangat relevan. Agar tetap rukun dan sehati, setiap anggota perlu menerima apa pun posisinya. Peranan itu harus diterima dengan lapang dada dan dijalankan dengan setia. Sebab sejak dalam kandungan, Tuhan telah menenun kehidupan setiap orang dan menetapkan rancangan-Nya.
Prinsip tersebut berlaku dalam segala hal: dalam keluarga, pekerjaan, pelayanan, maupun dalam kebersamaan di punguan. Ketidakharmonisan kerap muncul ketika seseorang tidak bersyukur atas apa yang didapat dan tidak menerima perannya. Sebaliknya, ketika setiap pribadi berdamai dan menerima bagian yang dipercayakan Tuhan, maka keharmonisan akan terwujud.
Melalui Pesta Bona Taon ini, Punguan Siraja Oloan Medan Permai Sekitarnya diingatkan kembali untuk senantiasa bersyukur kepada Tuhan, setia menjalankan peranan masing-masing, serta menjaga kebersamaan dalam kasih. Dengan demikian, perjalanan di tahun yang baru ini diharapkan semakin diberkati, berbuah, dan tetap berada dalam “orbit” yang telah Tuhan tetapkan.
Usai ibadah, acara dilanjutkan dengan periodesasi pengurus untuk periode 2026–2029. Terpilih sebagai Ketua S Naibaho, Wakil Ketua L Manullang, Sekretaris M Manullang, dan Bendahara L Br Sihotang. Kepengurusan yang baru diharapkan mampu membawa punguan semakin solid, harmonis, dan menjadi berkat bagi seluruh anggota di tahun-tahun mendatang.(*)











