• Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
Senin, September 7, 2026
  • Login
GALASIBOT.CO.ID
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
GALASIBOT.CO.ID
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Home Budaya

Presiden Jokowi Sambut Paus Fransiskus di Istana Negara: PausTekankan Pentingnya Kerukunan dalam Keberagaman

Redaksi
4 September 2024
/ Budaya, News, Ragam
0 0
0
Presiden Jokowi Sambut Paus Fransiskus di Istana Negara: PausTekankan Pentingnya Kerukunan dalam Keberagaman

Paus Fransiskus disaksikan Presiden RI Joko Widodo saat melakukan penandatanganan dokumen kunjungan kenegaraan Paus Fransiskus di Indonesia selama 4 hari, Rabu (4/9/2024) di Istana Negara, Jakarta.(Foto galasibot.co.id/tangkapan layar/Wilfrid)

Share on FacebookShare on Twitter

P

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambut kunjungan Pemimpin Tertinggi Gereja Katolik Dunia Paus Fransiskus yang didampingi Pastor Markus Solo Kewuta SVD (Staf Dewan Kepausan), Rabu (4/9/2024) di Istana Negara, Jakarta.(Foto galasibot.co.id/tangkapan layar/Wilfrid)

Jakarta I galasibo.co.id

Baca Juga

Wali Kota Rico Waas Sampaikan Perubahan APBD Medan 2026, Belanja Daerah Naik Jadi Rp7,73 Triliun

Tingkatkan Kompetensi ASN, Pemko Medan Resmi Luncurkan Platform Medan Corpu Smart

Think Talk: RUU Perampasan Aset Jangan Hanya Dikejar untuk Disahkan

Paus Fransiskus, Pemimpin Gereja Katolik Sedunia dan Kepala Negara Vatikan, mengungkapkan pesan mendalam tentang pentingnya saling menghargai dan menjaga kerukunan di tengah keberagaman budaya, etnis, bahasa, dan agama di Indonesia. Pesan ini disampaikan dalam sambutannya saat diterima Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta Pusat pada Rabu pagi, (4/9/2024).

Paus Fransiskus tiba di Istana Negara sekitar pukul 09.35 WIB, dengan menumpangi mobil MPV berpelat SCV 1, yang dikawal oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspamres) serta tim Pengamanan Vatikan. Sesampainya di lokasi, Paus tampak ramah, melambaikan tangan dan tersenyum kepada anak-anak yang telah menunggu di area Istana Negara.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambut kedatangan Paus dengan penuh kehormatan. Jokowi, yang menunggu di pintu masuk Istana Merdeka, menyapa dan menyalami Paus sambil tersenyum. Setelah sambutan tersebut, keduanya memasuki Istana Negara untuk memulai acara kenegaraan.

Dalam sambutan acara kenegaraan itu , Presiden Jokowi menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada Paus Fransiskus atas kunjungannya. Dalam pidatonya, Presiden Jokowi menyampaikan keberagaman Indonesia yang terdiri dari 714 suku bangsa, 17.000 pulau, dan berbagai agama serta budaya. Ia menyatakan, “Perbedaan adalah anugerah bagi Indonesia. Toleransi adalah pupuk bagi persatuan dan perdamaian sebagai sebuah bangsa. Indonesia sangat beruntung memiliki Pancasila.”

Paus Fransiskus didampingi oleh sejumlah pejabat penting dari Vatikan, termasuk Pastor Markus Solo Kewuta SVD dari Dewan Kepausan untuk Dialog Antaragama, Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Mgr. Antonius Bunjamin, Mgr. Ignatius Kardinal Suharyo, serta Duta Besar Vatikan untuk Republik Indonesia, Trias Kuncahyono. Menekankan bahwa semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” (Bersatu dalam Keberagaman) adalah cerminan nyata dari semangat persatuan bangsa Indonesia, yang dapat diibaratkan seperti samudera yang menghubungkan pulau-pulau di negara kepulauan ini. Menurut Paus, keberagaman Indonesia, mirip dengan keanekaragaman hayati negara ini, merupakan sumber kekayaan dan keindahan yang menyusun mosaik otentik dan berharga. Ia menegaskan bahwa kerukunan dalam perbedaan dapat dicapai ketika semua perspektif memperhitungkan kebutuhan bersama dan bertindak dalam semangat persaudaraan.

Paus Fransiskus juga mengingatkan pentingnya mempertahankan keseimbangan ini dari ketimpangan, dengan menekankan tanggung jawab khusus bagi para politisi untuk memperjuangkan kerukunan, persamaan, hak-hak dasar manusia, pembangunan berkelanjutan, dan perdamaian. Gereja Katolik, menurut Paus, berkomitmen untuk meningkatkan dialog antaragama, menghapus prasangka, dan menciptakan suasana saling percaya sebagai langkah penting dalam menghadapi ekstremisme dan intoleransi.

Mengacu pada Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 Indonesia, Paus Fransiskus menyoroti pentingnya keadilan sosial dan perlunya berkat Allah, yang ia hubungkan dengan moto kunjungannya ke Indonesia: “Iman, Persaudaraan, Bela Rasa.” Paus mengingatkan masyarakat untuk tidak hanya mengandalkan prinsip-prinsip keadilan sosial tetapi juga menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, dengan membangun jembatan, memperkokoh kesepakatan, dan menyatukan kekuatan untuk mengatasi penderitaan sosial, ekonomi, dan moral.

Dalam konteks ini, Paus Fransiskus mengutip pernyataan Santo Yohanes Paulus II pada tahun 1989, menegaskan bahwa prinsip-prinsip toleransi dan saling menghargai harus tetap menjadi panduan bagi masyarakat Indonesia. Meskipun prinsip-prinsip tersebut tidak selalu diterapkan di masa lalu, mereka tetap relevan dan harus menjadi mercusuar bagi perjalanan menuju masyarakat yang adil dan damai.

Paus Fransiskus menutup pidatonya dengan harapan bahwa setiap individu akan terinspirasi untuk menerapkan prinsip-prinsip ini dalam kehidupan mereka, serta mendoakan agar Indonesia diberkati dengan perdamaian dan masa depan yang penuh harapan. Pesan kuat tentang persatuan dalam keberagaman dan keadilan sosial yang disampaikan dalam kunjungan ini memberikan dorongan baru bagi bangsa Indonesia untuk terus memperjuangkan kerukunan dan keadilan dalam masyarakat.

Selain pertemuan di Istana Negara, sebelumnya Paus Fransiskus juga menyempatkan diri untuk mengunjungi kelompok marginal di kompleks Kedutaan Besar Vatikan (Nunciatura) Jakarta pada Selasa (3/9/2024). Dalam acara tersebut, Paus menyapa anak yatim, orang sakit, dan pengungsi, menunjukkan kepeduliannya terhadap mereka yang berada di pinggiran eksistensial. Rm Martinus Dam Febrianto SJ, Indonesia Country Director Jesuit Refugee Service (JRS), menyatakan bahwa perhatian Paus terhadap kelompok marginal mencerminkan komitmennya terhadap keadilan dan kebaikan bersama.

Kunjungan Paus Fransiskus selama empat hari ini turut hadir dalam acara tersebut Wakil Presiden Ma’ruf Amin serta Presiden terpilih Prabowo Subianto, menandakan pentingnya acara ini dalam konteks kenegaraan dan politik Indonesia. Diharapkan dapat memperkuat hubungan antara Indonesia dan Vatikan serta menginspirasi langkah-langkah positif dalam dialog dan kerukunan antaragama di negara kepulauan ini.(*)

Penulis berita : Wilfrid Sinaga

 

Tags: Paus Fransiskus di Istana NegaraPresiden Jokowi
SendShareTweet
Kembali

Dishub Sumut Intensifkan Mobilisasi Jelang PON XXI Aceh-Sumut 2024, Operasikan 180 Kendaraan untuk Atlet dan Official

Lanjut

Pj Gubernur Sumut Agus Fatoni Dorong Percepatan Pembangunan Proyek Strategis Nasional dan Stadion Utama

Baca Juga

Wali Kota Rico Waas Sampaikan Perubahan APBD Medan 2026, Belanja Daerah Naik Jadi Rp7,73 Triliun
Medan

Wali Kota Rico Waas Sampaikan Perubahan APBD Medan 2026, Belanja Daerah Naik Jadi Rp7,73 Triliun

7 September 2026
Tingkatkan Kompetensi ASN, Pemko Medan Resmi Luncurkan Platform Medan Corpu Smart
Medan

Tingkatkan Kompetensi ASN, Pemko Medan Resmi Luncurkan Platform Medan Corpu Smart

7 September 2026
Think Talk: RUU Perampasan Aset Jangan Hanya Dikejar untuk Disahkan
Hukum

Think Talk: RUU Perampasan Aset Jangan Hanya Dikejar untuk Disahkan

7 September 2026
Presiden Prabowo Pimpin Ratas Penanganan Bencana, Tegaskan Mitigasi dan Kesiapsiagaan Nasional
Nasional

Presiden Prabowo Pimpin Ratas Penanganan Bencana, Tegaskan Mitigasi dan Kesiapsiagaan Nasional

7 September 2026
Pemerintah Perpanjang Penutupan Tujuh Bandara Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Siapkan Bandara Alternatif
Nasional

Pemerintah Perpanjang Penutupan Tujuh Bandara Terdampak Abu Vulkanik Anak Krakatau, Siapkan Bandara Alternatif

7 September 2026
Wakapolda Sumut Tinjau Situasi Bandara Kualanamu Terkait Pembatalan Penerbangan
News

Wakapolda Sumut Tinjau Situasi Bandara Kualanamu Terkait Pembatalan Penerbangan

7 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HPN 2026

POPULER

  • Rumah Warga di Depan SMA Negeri 1 Namorambe Diduga Dilempar Bom Molotov, Polisi Selidiki Pelaku

    Rumah Warga di Depan SMA Negeri 1 Namorambe Diduga Dilempar Bom Molotov, Polisi Selidiki Pelaku

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rekonsiliasi Jakarta Raya: Saatnya Menguatkan BPH dan Menjaga Marwah PPTSB

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Meriahkan HUT ke-81 RI, Karang Taruna Desa Pollung Gelar Lomba Antardusun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Warisan Kita Hanya Kegaduhan? : Jadilah “Tua-Tua” yang Dicatat Sejarah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Konsolidasi Marga Sinaga: Sairon Deklarasi Maju Calon Ketum PPTSB 2026-2030

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bukti Otentik Hak Ulayat: Sejarah Enklave Marga Sinaga di Simalungun dan Perjuangan Ruang Hidup Masyarakat Adat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemimpinan dalam Marga: Jangan Biarkan Ambisi Mengalahkan Persaudaraan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
GALASIBOT.CO.ID

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Navigate Site

  • Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In