Medan | galasibot.co.id
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan bahwa predikat Kota Layak Anak (KLA) bukan sekadar gelar administratif, melainkan sebuah amanah besar yang menuntut kerja keras, kolaborasi lintas sektor, dan keterlibatan aktif masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikannya saat membuka Verifikasi Lapangan Hybrid (VLH) Evaluasi KLA 2025 di Gedung Serbaguna PKK Kota Medan. Kegiatan ini dihadiri oleh tim verifikasi dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia serta berbagai pemangku kepentingan di lingkungan Pemko Medan.
“Pemko Medan berkomitmen penuh menjadikan Medan sebagai Kota Layak Anak. Kehadiran tim verifikasi ini adalah momen penting untuk menilai sekaligus belajar,” ujar Rico.
Pemko Medan, lanjut Rico, telah menyusun Rencana Aksi Daerah KLA 2022–2026 dan mengeluarkan Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Anak. Pembentukan Gugus Tugas KLA pun telah dilakukan sebagai bentuk keseriusan.
Dalam paparannya, Rico menekankan sejumlah langkah konkret yang telah diambil, seperti pengembangan fasilitas ramah anak, perluasan akses pendidikan dan kesehatan, hingga penguatan sistem pelaporan kekerasan terhadap anak.
“Anak-anak Medan berhak tumbuh dalam lingkungan yang sehat, aman, dan penuh kasih sayang. Kami menjamin hak mereka atas identitas, pendidikan, perlindungan, rekreasi, dan partisipasi dalam pembangunan,” ucapnya.
Ia juga menyebut, Pemko Medan melakukan evaluasi mandiri pada beberapa sekolah negeri terkait penerapan enam indikator Sekolah Ramah Anak, termasuk kebijakan, pelatihan guru, proses belajar mengajar, sarana prasarana, serta keterlibatan orang tua dan masyarakat.
Lebih lanjut, Rico memaparkan sejumlah kegiatan pada 2023 yang mendukung perlindungan anak, seperti koordinasi lintas sektor pencegahan kekerasan dan TPPO, pembentukan PATBM, serta forum komunikasi PUSPAGA Kota Medan.
Rico menutup sambutannya dengan ajakan kepada semua pihak untuk bersinergi menjadikan Medan sebagai kota terbaik bagi tumbuh kembang generasi masa depan. “Yang terpenting bukan hanya penghargaan, tapi bagaimana kita menjamin kehidupan anak-anak kita menjadi lebih baik.”
Kegiatan ini juga diisi dengan sesi diskusi antara tim verifikator dan jajaran Pemko Medan, di mana setiap pertanyaan dijawab secara sistematis oleh para kepala perangkat daerah.(*)











