Simalungun | galasibot.co.id
Ratusan umat dari berbagai denominasi gereja dan masyarakat berkumpul di Sihaporas, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, untuk mengikuti Ibadah dan Aksi Gotong Royong Ekologis. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk solidaritas terhadap masyarakat adat yang mengalami perusakan akses jalan ke ladang mereka oleh alat berat milik PT Toba Pulp Lestari (TPL).
Sebelumnya, pada Senin, 22 September 2025, terjadi insiden penyerangan dan penganiayaan terhadap warga Sihaporas oleh oknum yang diduga terkait dengan TPL. Sebanyak 33 warga luka-luka, 9 di antaranya harus menjalani perawatan intensif di RS Harapan, Pematang Siantar. Korban sebagian besar adalah perempuan, termasuk seorang anak disabilitas dan seorang mahasiswa IPB yang sedang melakukan penelitian.
Aksi ini dikoordinasi oleh SEKRETARIAT BERSAMA GERAKAN OIKUMENIS UNTUK GERAKAN KEADILAN EKOLOGIS SUMATERA UTARA, yang melibatkan berbagai tokoh agama dan masyarakat. Hadir di antaranya pastor, suster, frater, bruder, pendeta, serta perwakilan dari Gereja HKI, JPIC Kapusin, JPIC Fransiskan Keuskupan Agung Medan, STT HKBP, dan aktivis dari KSPPM, BAKUMSU, AMAN, serta akademisi dan relawan lainnya.
Dalam suasana penuh keheningan dan pengharapan, kegiatan diawali dengan ibadah oikumenis di lokasi yang rusak. Setelah itu, dilanjutkan dengan gotong royong memperbaiki jalan menuju ladang yang menjadi sumber hidup masyarakat Sihaporas.
“Kami hadir bukan hanya sebagai pemuka agama, tetapi juga sebagai penjaga ciptaan Tuhan. Perusakan lingkungan dan penindasan masyarakat adat adalah dosa ekologis dan sosial yang harus dilawan,” ujar salah satu pastor yang memimpin ibadah.
Aksi ini menjadi simbol nyata bahwa iman dan keadilan ekologis saling berkaitan erat, serta menjadi bentuk dukungan terhadap perjuangan masyarakat adat mempertahankan hak-hak atas tanah ulayat mereka dari ancaman industri ekstraktif.(*)











