• Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
GALASIBOT.CO.ID
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Tidak ada
Tampilkan semua
GALASIBOT.CO.ID
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Home Opini

Harimau Sumatera: Binatang Langka yang Dikorbankan Atas Nama Pembangunan

Redaksi Galasibot.co.id
27 Januari 2026
/ Opini
0 0
0
Harimau Sumatera: Binatang Langka yang Dikorbankan Atas Nama Pembangunan
Share on FacebookShare on Twitter

 

 

Tragedi di Jalan Nasional, Alarm Bagi Negara

Kematian seekor anak Harimau Sumatera di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Girsang tidak dapat lagi dipandang sebagai insiden satwa liar biasa. Peristiwa tersebut telah menjadi simbol nyata kegagalan negara dan pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan ekosistem Bukit Barisan yang terus mengalami degradasi.

Baca Juga

ENSIKLIK MAGNIFICA HUMANITAS: Cara Paus Lawan Kebangkitan ‘Menara Babel’

Blackout Sumbagut dan Alarm Rapuhnya Infrastruktur Energi Nasional

Integritas Sekolah Diuji: Menyelaraskan Retorika Kejujuran dengan Transparansi Dana BOS di Sumut

Kematian itu terjadi bukan di tengah rimba, melainkan di atas aspal jalan nasional. Dengan demikian, sebuah pesan keras telah disampaikan oleh alam bahwa batas toleransi lingkungan telah dilampaui.

Konflik yang Sering Disalahartikan

Selama ini, istilah “konflik manusia dan satwa” kerap digunakan untuk menjelaskan peristiwa serupa. Namun, istilah tersebut sesungguhnya telah menyesatkan. Yang terjadi bukan konflik alamiah, melainkan dampak langsung dari kerusakan hutan yang dilakukan secara sistematis.

Ruang hidup Harimau Sumatera telah dipersempit oleh pembalakan, pembukaan lahan, dan pemutusan koridor satwa. Ketika jalur jelajah diubah menjadi jalan raya dan kawasan industri, maka pertemuan dengan manusia tidak lagi dapat dihindari.

Perlindungan yang Mandek di Atas Kertas

Secara hukum, Harimau Sumatera telah ditetapkan sebagai satwa yang dilindungi penuh. Namun, perlindungan tersebut hanya kuat dalam regulasi, lemah dalam implementasi. Di lapangan, perlindungan justru lebih terasa bagi kepentingan investasi, alat berat, dan proyek pembangunan.

Ketegasan negara kerap terlihat saat penertiban masyarakat kecil dilakukan. Sebaliknya, kelambanan tampak nyata ketika pelanggaran terhadap kawasan hutan harus ditindak. Akibatnya, konservasi hanya dijadikan slogan tanpa tindakan nyata.

Bom Waktu Ekologis di Permukiman Warga

Keberadaan induk harimau dan satu anak lainnya yang masih berkeliaran di sekitar perladangan warga telah menjadi ancaman ekologis yang serius. Jika konflik lanjutan terjadi, baik berupa korban manusia maupun satwa, maka kesalahan tidak lagi dapat dialihkan kepada alam.

Tanggung jawab sepenuhnya berada pada kebijakan yang gagal membaca daya dukung lingkungan dan mengabaikan prinsip kehati-hatian dalam pembangunan.

Martabat Bangsa Dipertaruhkan

Harimau Sumatera bukan sekadar satwa liar. Ia telah menjadi indikator kesehatan ekosistem, penjaga keseimbangan rantai makanan, dan simbol komitmen bangsa terhadap warisan alamnya. Ketika seekor anak harimau mati sia-sia di jalan raya, maka yang sesungguhnya runtuh adalah kredibilitas konservasi itu sendiri.

Komitmen terhadap keberlanjutan telah dipertanyakan secara terbuka melalui tragedi ini.

Garis Merah Terakhir Konservasi

Jika keberlanjutan masih dianggap penting, maka peristiwa Girsang harus dijadikan garis merah terakhir. Perusakan hutan harus dihentikan, koridor satwa wajib dipulihkan, dan hukum harus ditegakkan tanpa kompromi.

Jika langkah tersebut kembali diabaikan, Harimau Sumatera hanya akan tersisa sebagai simbol di logo, ilustrasi buku pelajaran, dan penyesalan kolektif di masa depan—sementara hutannya telah lenyap dan kita kehilangan lebih dari sekadar seekor harimau.(*)

Source: Penulsi Opini :Joan Berlin Damanik
Tags: #Harimau Sumatera#kebijakan pembangunan dan ekologi#kerusakan hutan Bukit Barisan.#konflik manusia satwa#konservasi lingkungan
SendShareTweet
Kembali

Tim Universitas Andalas Lakukan Studi Kelayakan Pengembangan Bisnis Gambir di Pakpak Bharat

Lanjut

Parliament Tour Universitas Battuta ke DPRD Kota Medan, Mahasiswa Belajar Fungsi Legislatif

Baca Juga

ENSIKLIK MAGNIFICA HUMANITAS: Cara Paus Lawan Kebangkitan ‘Menara Babel’
Opini

ENSIKLIK MAGNIFICA HUMANITAS: Cara Paus Lawan Kebangkitan ‘Menara Babel’

26 Mei 2026
Blackout Sumbagut dan Alarm Rapuhnya Infrastruktur Energi Nasional
Opini

Blackout Sumbagut dan Alarm Rapuhnya Infrastruktur Energi Nasional

23 Mei 2026
Integritas Sekolah Diuji: Menyelaraskan Retorika Kejujuran dengan Transparansi Dana BOS di Sumut
Opini

Integritas Sekolah Diuji: Menyelaraskan Retorika Kejujuran dengan Transparansi Dana BOS di Sumut

12 Mei 2026
Menakar “Rapor Hijau” Dairi: Sukses Realisasi di Tengah Ancaman Lumpuhnya Pembangunan Fisik
Opini

Menakar “Rapor Hijau” Dairi: Sukses Realisasi di Tengah Ancaman Lumpuhnya Pembangunan Fisik

11 Mei 2026
75 Tahun PERSAJA: Meneguhkan Integritas Jaksa dalam Mengawal Stabilitas Nasional
Opini

75 Tahun PERSAJA: Meneguhkan Integritas Jaksa dalam Mengawal Stabilitas Nasional

6 Mei 2026
IRONI DI BALIK TEROMPET HARI PENDIDIKAN: Ketika Negara Merayakan, Pendidikan Terabaikan
Opini

IRONI DI BALIK TEROMPET HARI PENDIDIKAN: Ketika Negara Merayakan, Pendidikan Terabaikan

3 Mei 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULER

  • Tiger Sumatera Binjai Kecewa: Tuntut Kompensasi Total Atas Pembatalan Kejuaraan Batam Internasional Taekwondo 2026

    Tiger Sumatera Binjai Kecewa: Tuntut Kompensasi Total Atas Pembatalan Kejuaraan Batam Internasional Taekwondo 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Penganiayaan Dilaporkan Sejak Januari, Korban Kecewa Penanganan di Polsek Duren Sawit Lambat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pengurus Barus Jakarta Barat–Tangerang Resmi Dilantik, Perkuat Solidaritas Keluarga Besar Karo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • HARDIKNAS 2026: Seremoni dan Tantangan Substansi yang Belum Tuntas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • May Day 2026: Aktivis Mahasiswa Soroti Perlindungan Buruh, Negara Diminta Jangan Ciptakan “Buah Simalakama”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dukung Program Kesbangpol Sumut, Ketum FKBNI Instruksikan Jajaran Pengurus Hadiri Rapat Deklarasi Anti Narkoba

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengembalikan Marwah Sinaga Sitolu Ompu: Menolak Egoisme di Ambang Mubes XVI PPTSB

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
GALASIBOT.CO.ID

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Navigate Site

  • Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In