• Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
Jumat, Juli 10, 2026
  • Login
GALASIBOT.CO.ID
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
GALASIBOT.CO.ID
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Home Opini

Harimau Sumatera: Binatang Langka yang Dikorbankan Atas Nama Pembangunan

Redaksi Galasibot.co.id
27 Januari 2026
/ Opini
0 0
0
Harimau Sumatera: Binatang Langka yang Dikorbankan Atas Nama Pembangunan
Share on FacebookShare on Twitter

 

 

Tragedi di Jalan Nasional, Alarm Bagi Negara

Kematian seekor anak Harimau Sumatera di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Girsang tidak dapat lagi dipandang sebagai insiden satwa liar biasa. Peristiwa tersebut telah menjadi simbol nyata kegagalan negara dan pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan ekosistem Bukit Barisan yang terus mengalami degradasi.

Baca Juga

Dari Ruang Redaksi Menuju Gerakan Ekonomi: Ikhtiar Koperasi Pers Indonesia Membina Kesejahteraan

Dugaan Mega Korupsi BGN: Saat Program Makan Bergizi Terjebak dalam Politik Relasi

Provinsi Tapanuli: Strategi Baru Pertumbuhan Ekonomi Sumatera

Kematian itu terjadi bukan di tengah rimba, melainkan di atas aspal jalan nasional. Dengan demikian, sebuah pesan keras telah disampaikan oleh alam bahwa batas toleransi lingkungan telah dilampaui.

Konflik yang Sering Disalahartikan

Selama ini, istilah “konflik manusia dan satwa” kerap digunakan untuk menjelaskan peristiwa serupa. Namun, istilah tersebut sesungguhnya telah menyesatkan. Yang terjadi bukan konflik alamiah, melainkan dampak langsung dari kerusakan hutan yang dilakukan secara sistematis.

Ruang hidup Harimau Sumatera telah dipersempit oleh pembalakan, pembukaan lahan, dan pemutusan koridor satwa. Ketika jalur jelajah diubah menjadi jalan raya dan kawasan industri, maka pertemuan dengan manusia tidak lagi dapat dihindari.

Perlindungan yang Mandek di Atas Kertas

Secara hukum, Harimau Sumatera telah ditetapkan sebagai satwa yang dilindungi penuh. Namun, perlindungan tersebut hanya kuat dalam regulasi, lemah dalam implementasi. Di lapangan, perlindungan justru lebih terasa bagi kepentingan investasi, alat berat, dan proyek pembangunan.

Ketegasan negara kerap terlihat saat penertiban masyarakat kecil dilakukan. Sebaliknya, kelambanan tampak nyata ketika pelanggaran terhadap kawasan hutan harus ditindak. Akibatnya, konservasi hanya dijadikan slogan tanpa tindakan nyata.

Bom Waktu Ekologis di Permukiman Warga

Keberadaan induk harimau dan satu anak lainnya yang masih berkeliaran di sekitar perladangan warga telah menjadi ancaman ekologis yang serius. Jika konflik lanjutan terjadi, baik berupa korban manusia maupun satwa, maka kesalahan tidak lagi dapat dialihkan kepada alam.

Tanggung jawab sepenuhnya berada pada kebijakan yang gagal membaca daya dukung lingkungan dan mengabaikan prinsip kehati-hatian dalam pembangunan.

Martabat Bangsa Dipertaruhkan

Harimau Sumatera bukan sekadar satwa liar. Ia telah menjadi indikator kesehatan ekosistem, penjaga keseimbangan rantai makanan, dan simbol komitmen bangsa terhadap warisan alamnya. Ketika seekor anak harimau mati sia-sia di jalan raya, maka yang sesungguhnya runtuh adalah kredibilitas konservasi itu sendiri.

Komitmen terhadap keberlanjutan telah dipertanyakan secara terbuka melalui tragedi ini.

Garis Merah Terakhir Konservasi

Jika keberlanjutan masih dianggap penting, maka peristiwa Girsang harus dijadikan garis merah terakhir. Perusakan hutan harus dihentikan, koridor satwa wajib dipulihkan, dan hukum harus ditegakkan tanpa kompromi.

Jika langkah tersebut kembali diabaikan, Harimau Sumatera hanya akan tersisa sebagai simbol di logo, ilustrasi buku pelajaran, dan penyesalan kolektif di masa depan—sementara hutannya telah lenyap dan kita kehilangan lebih dari sekadar seekor harimau.(*)

Source: Penulsi Opini :Joan Berlin Damanik
Tags: #Harimau Sumatera#kebijakan pembangunan dan ekologi#kerusakan hutan Bukit Barisan.#konflik manusia satwa#konservasi lingkungan
SendShareTweet
Kembali

Tim Universitas Andalas Lakukan Studi Kelayakan Pengembangan Bisnis Gambir di Pakpak Bharat

Lanjut

Parliament Tour Universitas Battuta ke DPRD Kota Medan, Mahasiswa Belajar Fungsi Legislatif

Baca Juga

Dari Ruang Redaksi Menuju Gerakan Ekonomi: Ikhtiar Koperasi Pers Indonesia Membina Kesejahteraan
Opini

Dari Ruang Redaksi Menuju Gerakan Ekonomi: Ikhtiar Koperasi Pers Indonesia Membina Kesejahteraan

9 Juli 2026
Dugaan Mega Korupsi BGN: Saat Program Makan Bergizi Terjebak dalam Politik Relasi
Opini

Dugaan Mega Korupsi BGN: Saat Program Makan Bergizi Terjebak dalam Politik Relasi

5 Juli 2026
Provinsi Tapanuli: Strategi Baru Pertumbuhan Ekonomi Sumatera
Opini

Provinsi Tapanuli: Strategi Baru Pertumbuhan Ekonomi Sumatera

29 Juni 2026
Provinsi Tapanuli: Dari Jejak Sejarah Menuju Pusat Pertumbuhan Baru Sumatera
JURNAL

Provinsi Tapanuli: Dari Jejak Sejarah Menuju Pusat Pertumbuhan Baru Sumatera

24 Juni 2026
Menelusuri Lorong Kepemimpinan: Mengalirkan Pengaruh Melampaui Jabatan
Opini

Menelusuri Lorong Kepemimpinan: Mengalirkan Pengaruh Melampaui Jabatan

13 Juni 2026
“Go and Sin No More” TPL: Sebuah Rekonstruksi Solusi atas Konflik Panjang di Tanah Batak
Opini

“Go and Sin No More” TPL: Sebuah Rekonstruksi Solusi atas Konflik Panjang di Tanah Batak

4 Juni 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HPN 2026

POPULER

  • Perkumpulan Raja Parhata Sedunia Resmi Dibentuk, Jaga Marwah Adat Batak di Era Globalisasi

    Perkumpulan Raja Parhata Sedunia Resmi Dibentuk, Jaga Marwah Adat Batak di Era Globalisasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengakar di Tanah Batak: Kiprah Jenny Waskita di Prabowonomics hingga Rencana Penabalan Boru Sinaga

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Provinsi Tapanuli Tinggal Ketok Palu? DPR RI Desak Kemendagri Rampungkan Aturan Pemekaran Daerah!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Felicia Babak 6 Besar The Icon Indonesia SCTV: Mohon Dukungan untuk Rebut Tiket Top 5 Senin Ini!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, BPS Sumut Terjunkan Petugas Serentak ke Pelosok Daerah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Usut Tuntas! Punguan Silauraja Indonesia Desak Keadilan atas Kematian Jaka Malau

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Provinsi Tapanuli: Dari Jejak Sejarah Menuju Pusat Pertumbuhan Baru Sumatera

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
GALASIBOT.CO.ID

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Navigate Site

  • Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In