• Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
Kamis, Oktober 15, 2026
  • Login
GALASIBOT.CO.ID
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
GALASIBOT.CO.ID
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Home Opini

Harimau Sumatera: Binatang Langka yang Dikorbankan Atas Nama Pembangunan

Redaksi Galasibot.co.id
27 Januari 2026
/ Opini
0 0
0
Harimau Sumatera: Binatang Langka yang Dikorbankan Atas Nama Pembangunan
Share on FacebookShare on Twitter

 

 

Tragedi di Jalan Nasional, Alarm Bagi Negara

Kematian seekor anak Harimau Sumatera di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Girsang tidak dapat lagi dipandang sebagai insiden satwa liar biasa. Peristiwa tersebut telah menjadi simbol nyata kegagalan negara dan pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan ekosistem Bukit Barisan yang terus mengalami degradasi.

Baca Juga

Darurat “Vape Getar” dan Lingkaran Setan Narkotika: Menakar Ancaman Nyata Demografi Sumatera Utara

Jebakan Formalisme Hukum: Menakar Batas Substansi dan Kewenangan dalam Putusan MK Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026

Di Balik Putusan MK Ijazah Gibran: Membaca Masa Depan Penegakan Hukum dan Demokrasi Indonesi

Kematian itu terjadi bukan di tengah rimba, melainkan di atas aspal jalan nasional. Dengan demikian, sebuah pesan keras telah disampaikan oleh alam bahwa batas toleransi lingkungan telah dilampaui.

Konflik yang Sering Disalahartikan

Selama ini, istilah “konflik manusia dan satwa” kerap digunakan untuk menjelaskan peristiwa serupa. Namun, istilah tersebut sesungguhnya telah menyesatkan. Yang terjadi bukan konflik alamiah, melainkan dampak langsung dari kerusakan hutan yang dilakukan secara sistematis.

Ruang hidup Harimau Sumatera telah dipersempit oleh pembalakan, pembukaan lahan, dan pemutusan koridor satwa. Ketika jalur jelajah diubah menjadi jalan raya dan kawasan industri, maka pertemuan dengan manusia tidak lagi dapat dihindari.

Perlindungan yang Mandek di Atas Kertas

Secara hukum, Harimau Sumatera telah ditetapkan sebagai satwa yang dilindungi penuh. Namun, perlindungan tersebut hanya kuat dalam regulasi, lemah dalam implementasi. Di lapangan, perlindungan justru lebih terasa bagi kepentingan investasi, alat berat, dan proyek pembangunan.

Ketegasan negara kerap terlihat saat penertiban masyarakat kecil dilakukan. Sebaliknya, kelambanan tampak nyata ketika pelanggaran terhadap kawasan hutan harus ditindak. Akibatnya, konservasi hanya dijadikan slogan tanpa tindakan nyata.

Bom Waktu Ekologis di Permukiman Warga

Keberadaan induk harimau dan satu anak lainnya yang masih berkeliaran di sekitar perladangan warga telah menjadi ancaman ekologis yang serius. Jika konflik lanjutan terjadi, baik berupa korban manusia maupun satwa, maka kesalahan tidak lagi dapat dialihkan kepada alam.

Tanggung jawab sepenuhnya berada pada kebijakan yang gagal membaca daya dukung lingkungan dan mengabaikan prinsip kehati-hatian dalam pembangunan.

Martabat Bangsa Dipertaruhkan

Harimau Sumatera bukan sekadar satwa liar. Ia telah menjadi indikator kesehatan ekosistem, penjaga keseimbangan rantai makanan, dan simbol komitmen bangsa terhadap warisan alamnya. Ketika seekor anak harimau mati sia-sia di jalan raya, maka yang sesungguhnya runtuh adalah kredibilitas konservasi itu sendiri.

Komitmen terhadap keberlanjutan telah dipertanyakan secara terbuka melalui tragedi ini.

Garis Merah Terakhir Konservasi

Jika keberlanjutan masih dianggap penting, maka peristiwa Girsang harus dijadikan garis merah terakhir. Perusakan hutan harus dihentikan, koridor satwa wajib dipulihkan, dan hukum harus ditegakkan tanpa kompromi.

Jika langkah tersebut kembali diabaikan, Harimau Sumatera hanya akan tersisa sebagai simbol di logo, ilustrasi buku pelajaran, dan penyesalan kolektif di masa depan—sementara hutannya telah lenyap dan kita kehilangan lebih dari sekadar seekor harimau.(*)

Source: Penulsi Opini :Joan Berlin Damanik
Tags: #Harimau Sumatera#kebijakan pembangunan dan ekologi#kerusakan hutan Bukit Barisan.#konflik manusia satwa#konservasi lingkungan
SendShareTweet
Kembali

Tim Universitas Andalas Lakukan Studi Kelayakan Pengembangan Bisnis Gambir di Pakpak Bharat

Lanjut

Parliament Tour Universitas Battuta ke DPRD Kota Medan, Mahasiswa Belajar Fungsi Legislatif

Baca Juga

Darurat “Vape Getar” dan Lingkaran Setan Narkotika: Menakar Ancaman Nyata Demografi Sumatera Utara
News

Darurat “Vape Getar” dan Lingkaran Setan Narkotika: Menakar Ancaman Nyata Demografi Sumatera Utara

11 Oktober 2026
Jebakan Formalisme Hukum: Menakar Batas Substansi dan Kewenangan dalam Putusan MK Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026
Opini

Jebakan Formalisme Hukum: Menakar Batas Substansi dan Kewenangan dalam Putusan MK Nomor 01/PHPU.PRES-XXIV/2026

10 Oktober 2026
Di Balik Putusan MK Ijazah Gibran: Membaca Masa Depan Penegakan Hukum dan Demokrasi Indonesi
Hukum

Di Balik Putusan MK Ijazah Gibran: Membaca Masa Depan Penegakan Hukum dan Demokrasi Indonesi

7 Oktober 2026
Dari Jantung Medan untuk Indonesia: Menelisik Ketahanan Finansial dan Layanan Unggulan di Usia 70 Tahun Asuransi Astra
Ekonomi

Dari Jantung Medan untuk Indonesia: Menelisik Ketahanan Finansial dan Layanan Unggulan di Usia 70 Tahun Asuransi Astra

24 September 2026
Galasibot dan Palti Raja : Menata Masa Depan PPTSB melalui Kepemimpinan, Program, dan Regenerasi (Refleksi Menjelang Mubes XVI PPTSB Tahun 2026)
Budaya

Galasibot dan Palti Raja : Menata Masa Depan PPTSB melalui Kepemimpinan, Program, dan Regenerasi (Refleksi Menjelang Mubes XVI PPTSB Tahun 2026)

20 September 2026
Menagih Kedaulatan Manusia di Balik Megahnya Anggaran dan Paradoks “Kurikulum Robotik”
Opini

Menagih Kedaulatan Manusia di Balik Megahnya Anggaran dan Paradoks “Kurikulum Robotik”

17 September 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HPN 2026

POPULER

  • Menanti Dua Dekade Air Bersih: Asa Baru Warga Griya Kencana Usai Disinggahi Walikota Medan Rico Waas

    Menanti Dua Dekade Air Bersih: Asa Baru Warga Griya Kencana Usai Disinggahi Walikota Medan Rico Waas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Pungutan Liar di MAN 2 Tanjung Pura Langkat Didorong ke Kejatisu

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Warga  Desak Transparansi Kompensasi dan Legalitas Proyek Perumahan, Antonius Tumanggor Minta Pemko Medan Turun Tangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Rumah Dirusak Sekelompok Orang, Janda di Hamparan Perak Minta Polisi Tangkap Pelaku

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengurai Teror Bom Molotov di Namorambe: Polisi Naikkan Status Penyelidikan dan Ancam Jemput Paksa Saksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 5 Hari Tidur di Polsek Namorambe, Korban Teror Bom Molotov Tagih Ketegasan Polisi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DPD PATRIA Sumut Buka Kembali Ruang Dialog: Dari Kerinduan Kader Menuju Kaderisasi Politik Berbasis Pelayanan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
GALASIBOT.CO.ID

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Navigate Site

  • Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In