PAKPAK BHARAT | galasibot.co.id –
Studi kelayakan pengembangan bisnis gambir skala ekonomis di Kabupaten Pakpak Bharat mulai dilaksanakan oleh Tim Universitas Andalas (Unand), Padang. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya percepatan hilirisasi komoditas unggulan daerah.
Tim yang dipimpin Direktur Kerja Sama dan Hilirisasi Riset Universitas Andalas, Dr. Eng. Muhammad Makky, S.TP., M.Si., diterima secara resmi oleh Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat di Ruang Rapat Garuda, Kantor Bupati Pakpak Bharat.
Pakpak Bharat Jadi Lokasi Prioritas Pabrik Gambir Nasional
Dalam pertemuan tersebut, disampaikan bahwa Kabupaten Pakpak Bharat telah ditetapkan sebagai salah satu lokasi prioritas pembangunan pabrik gambir oleh Pemerintah Pusat. Penetapan tersebut dilakukan untuk mempercepat pengembangan dan hilirisasi tanaman gambir di Indonesia.
Namun demikian, dijelaskan bahwa kesiapan lokasi masih perlu dimatangkan, terutama terkait ketersediaan energi, bahan baku, serta infrastruktur pendukung lainnya. Kualitas gambir Pakpak Bharat dinilai cukup baik karena proses pengolahan dilakukan tanpa metode pencampuran bahan.
Selain itu, kualitas produk gambir disebut tetap terjaga karena para petani dinilai konsisten mempertahankan standar produksi tradisional yang murni.
Kajian Menyeluruh Jadi Dasar Perencanaan
Dalam studi kelayakan ini, seluruh rantai pengembangan gambir akan dianalisis secara menyeluruh. Aspek penanaman, proses produksi, hingga pemasaran akan disesuaikan dengan kebutuhan industri skala besar.
Tak hanya itu, kajian juga dilakukan terhadap aspek permodalan, sosial, ekonomi, serta risiko dan manajemen risiko. Dengan demikian, hasil studi kelayakan diharapkan dapat dijadikan dasar perencanaan pengembangan gambir yang berkelanjutan.
Tim Universitas Andalas juga melakukan peninjauan terhadap rencana pengembangan lahan gambir seluas 10 ribu hektare, termasuk penentuan lokasi pembangunan pabrik yang dinilai paling layak.
Pemkab Siapkan Ribuan Hektare Lahan Gambir
Dari pihak pemerintah daerah, disampaikan bahwa calon lahan pengembangan tanaman gambir telah tersedia seluas 5.974 hektare. Dukungan lintas organisasi perangkat daerah (OPD) pun diminta agar proses pengembangan dapat dipercepat.
Bupati Pakpak Bharat menegaskan bahwa gambir merupakan salah satu komoditas unggulan daerah yang tumbuh subur dan tersebar di delapan kecamatan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2024, luas tanaman gambir di Pakpak Bharat mencapai 1.623,5 hektare dengan total produksi sebesar 3.910 ton.
Lebih lanjut, disampaikan pula bahwa Gambir Pakpak Bharat telah terdaftar dan tersertifikasi sebagai produk Indikasi Geografis oleh Kementerian Hukum Republik Indonesia.
Tinjauan Lapangan Bersama Petani Gambir
Setelah audiensi, kunjungan lapangan dilakukan oleh Tim Universitas Andalas bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat. Lokasi rencana pembangunan pabrik gambir ditinjau langsung, sekaligus dilakukan dialog dengan para petani gambir.
Selain itu, proses pemanenan dan produksi gambir turut diamati secara langsung. Beberapa perhitungan awal terkait nilai ekonomi komoditas gambir juga dilakukan sebagai bagian dari rangkaian studi kelayakan.(*)











