• Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
Senin, September 14, 2026
  • Login
GALASIBOT.CO.ID
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku
Tidak ada
Tampilkan semua
GALASIBOT.CO.ID
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Home Opini

Pertamax Oplos: Mengungkap Praktik yang Menyudutkan Pertamina dan Kepercayaan Publik

Redaksi Galasibot.co.id
3 Maret 2025
/ Opini
0 0
0
Pertamax Oplos: Mengungkap Praktik yang Menyudutkan Pertamina dan Kepercayaan Publik

illustrasi

Share on FacebookShare on Twitter

Pertamax Oplos. Dua kata yang akhir-akhir ini mengundang banyak perbincangan dan bahkan kecaman dari berbagai pihak. Mengingat Pertamax dan Pertalite, meskipun diproduksi oleh Pertamina, memiliki pengaruh yang berbeda, ada sebuah realitas pahit yang menghinggapi permasalahan ini: adanya dugaan bahwa Pertamax yang seharusnya mengandung bahan bakar dengan RON 92, ternyata dicampur dengan RON 90. Sebuah praktik yang tentu menurunkan kualitas dan membuat masyarakat merasa tertipu.

 

Baca Juga

Membedah Dugaan Pidana Korporasi PT Toba Pulp Lestari: Antara Kejahatan Individu dan Korporasi

Memiskinkan Kejahatan vs Menjaga Keadilan: Menakar Arah RUU Perampasan Aset

Bayangkan bagaimana perasaan para karyawan Pertamina yang kini tengah berhadapan dengan kritik dan tuduhan tanpa bisa melakukan banyak hal. Meskipun mereka tidak turut serta dalam keputusan tersebut, namun mereka juga merasakan dampaknya. Tidak hanya terkait dengan reputasi perusahaan, tetapi juga kepercayaan publik yang perlahan luntur. Kepercayaan yang telah terbangun selama ini harus dipertaruhkan hanya karena praktik yang merugikan ini.

 

Tuduhan ini, meskipun masih dalam bentuk dugaan, mengarah pada sebuah kenyataan pahit bahwa selama bertahun-tahun, Pertamina telah membeli bensin dengan kualitas lebih rendah (RON 90) dari pemasok swasta, namun tetap dijual sebagai Pertamax (RON 92). Hal ini tentu tidak bisa diterima begitu saja. Bukan hanya karena masalah kualitas bahan bakar yang beredar di masyarakat, tetapi juga terkait dengan kerugian negara yang hampir mencapai angka fantastis: hampir 1.000 triliun.

 

Masalahnya, siapa yang bertanggung jawab atas hal ini? Apakah Pertamina, yang pada akhirnya membeli dan mendistribusikan produk tersebut, harus disalahkan? Atau apakah para pengusaha pompa bensin yang hanya berperan sebagai pengecer yang juga menjadi korban dari kebijakan yang berlarut-larut ini? Mereka semua, pada akhirnya, merasakan dampak dari praktik oplosan ini.

 

Tentu kita harus memperhitungkan segala kemungkinan di balik fenomena ini. Indonesia, seperti yang diketahui, memiliki ketergantungan pada pemasok BBM dari luar negeri, terutama Singapura, yang menyediakan sekitar 40% kebutuhan bahan bakar nasional. Ditambah dengan tantangan dalam pembangunan kilang baru yang memadai, di mana proyek kilang baru di Balikpapan yang menelan biaya hingga Rp 60 triliun, menjadi semakin rumit dengan adanya penambahan biaya akibat pandemi.

 

Namun, ada sebuah pertanyaan besar: apakah kita bisa terus bergantung pada mekanisme impor ini? Kalau kita terus dibiarkan dalam ketergantungan seperti ini, maka kerugian negara akan terus berlanjut, bahkan semakin besar. Solusi yang paling realistis adalah dengan beralih ke energi alternatif, seperti mobil listrik. Ini bukan sekadar utopia, melainkan langkah nyata yang perlu dipertimbangkan oleh pemerintah Indonesia.

 

Meski demikian, tidak ada yang lebih meresahkan dari perasaan rakyat yang merasa tertipu. Mereka merasa telah membayar untuk kualitas yang lebih tinggi, namun apa yang mereka terima jauh dari yang dijanjikan. Jika Pertamina sebagai perusahaan pelat merah pun tidak dapat memberikan jaminan kualitas yang transparan, maka siapa lagi yang bisa dipercaya? Oleh karena itu, sudah saatnya Pertamina untuk membuka semua data dan hasil pemeriksaan yang ada, agar publik tahu persis apa yang sebenarnya terjadi.

 

Hingga saat ini, meskipun ada karyawan yang tidak tahu menahu mengenai praktik ini, mereka tetap harus merasakan dampaknya. Dan lebih dari itu, seluruh proses yang ada harus benar-benar dibuka secara transparan agar masyarakat tidak terus dibohongi. Jika ada yang harus bertanggung jawab, maka harus ada langkah tegas dari pemerintah dan pihak berwenang untuk mengungkap siapa yang harus disalahkan dalam kasus ini. Jika tidak, kepercayaan masyarakat terhadap BUMN ini bisa hilang selamanya.

 

Mungkin jika ingin membersihkan Pertamina dari praktik yang merugikan ini, maka lebih baik jika seseorang yang benar-benar berkomitmen untuk membuka data dan fakta di dalamnya diberikan posisi yang strategis, seperti Direktur Utama, bukan hanya menjadi Komisaris Utama yang terbatas gerakannya. Satu hal yang pasti, kepercayaan masyarakat terhadap Pertamina harus segera dipulihkan agar perusahaan ini tidak kehilangan masa depannya.(*)

–
–
–
–
–

Tags: Korupsi PertaminaKrisis Energi Indonesia.Kualitas BBM IndonesiaPertamax OplosSkandal Pertamina
SendShareTweet
Kembali

Wali Kota Medan Patroli Keliling, Cegah dan Pastikan Tidak Ada Aktivitas “Asmara Subuh” di Kota Medan

Lanjut

Ketua Komisi II DPRD Medan: Perusahaan Bayar THR Tepat Waktu

Baca Juga

Opini

10 September 2026
Membedah Dugaan Pidana Korporasi PT Toba Pulp Lestari: Antara Kejahatan Individu dan Korporasi
Hukum

Membedah Dugaan Pidana Korporasi PT Toba Pulp Lestari: Antara Kejahatan Individu dan Korporasi

9 September 2026
Memiskinkan Kejahatan vs Menjaga Keadilan: Menakar Arah RUU Perampasan Aset
Opini

Memiskinkan Kejahatan vs Menjaga Keadilan: Menakar Arah RUU Perampasan Aset

1 September 2026
156 Juta Pengguna Medsos Indonesia: Saatnya Menata Kembali Etika Bermedia Sosial
Opini

156 Juta Pengguna Medsos Indonesia: Saatnya Menata Kembali Etika Bermedia Sosial

29 Agustus 2026
Rekonstruksi Tekstual: Menakar Fakta dan Varian Ungkapan Parhatian Sibola Timbang vs So Ra Monggal
Opini

Rekonstruksi Tekstual: Menakar Fakta dan Varian Ungkapan Parhatian Sibola Timbang vs So Ra Monggal

27 Agustus 2026
Rekonsiliasi Jakarta Raya: Saatnya Menguatkan BPH dan Menjaga Marwah PPTSB
Opini

Rekonsiliasi Jakarta Raya: Saatnya Menguatkan BPH dan Menjaga Marwah PPTSB

25 Agustus 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

HPN 2026

POPULER

  • Rekonsiliasi Jakarta Raya: Saatnya Menguatkan BPH dan Menjaga Marwah PPTSB

    Rekonsiliasi Jakarta Raya: Saatnya Menguatkan BPH dan Menjaga Marwah PPTSB

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Meriahkan HUT ke-81 RI, Karang Taruna Desa Pollung Gelar Lomba Antardusun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Apakah Warisan Kita Hanya Kegaduhan? : Jadilah “Tua-Tua” yang Dicatat Sejarah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Konsolidasi Marga Sinaga: Sairon Deklarasi Maju Calon Ketum PPTSB 2026-2030

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kepemimpinan dalam Marga: Jangan Biarkan Ambisi Mengalahkan Persaudaraan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Eksklusif Wawancara Yohanes Suhardin: Dari Ruang Kuliah Menuju Panggung Advokasi Demi Penegakan Hukum Tanpa Politik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Koperasi Merah Putih di Taput Mandek, Tumonggi: Jangan Jadi Program di Atas Kertas!

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
GALASIBOT.CO.ID

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Navigate Site

  • Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
    • Buku

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In