Pakpak Bharat I galasibot.co.id
Wakil Bupati Pakpak Bharat, H. Mutsyuhito Solin, Dr., M.Pd, menerima audiensi dari perwakilan Yayasan Bakti Tanoto Foundation di Ruang Rapat Garuda, Kantor Bupati Pakpak Bharat, Rabu (08/05/2025). Pertemuan ini membahas perpanjangan kerja sama dalam upaya penanganan dan percepatan penurunan stunting di wilayah Kabupaten Pakpak Bharat.
Rombongan Tanoto Foundation dipimpin oleh Meriyen Silalahi selaku Program Implementation Lead dari Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, Meriyen memaparkan hasil pendampingan teknis selama tahun 2024 serta capaian yang telah diraih, terutama di dua desa binaan yakni Desa Kuta Meriah dan Majanggut I.
“Kerja sama dengan Yayasan Bakti Tanoto Foundation dalam percepatan penurunan stunting adalah langkah strategis dan wujud komitmen kita bersama untuk meningkatkan kualitas generasi penerus di Pakpak Bharat,” ujar Wakil Bupati Mutsyuhito dalam sambutannya.
Ia menegaskan bahwa stunting bukan hanya persoalan kesehatan semata, melainkan menjadi ancaman serius terhadap kualitas sumber daya manusia serta masa depan bangsa. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Pakpak Bharat menempatkan percepatan penurunan stunting sebagai prioritas utama pembangunan daerah.
Sementara itu, Meriyen menyebutkan bahwa kolaborasi yang telah berlangsung memberikan dampak signifikan. Berdasarkan data E-PPBGM tahun 2024, Desa Majanggut I mengalami penurunan prevalensi stunting dari 42,50% menjadi 26,70%, sementara Desa Kuta Meriah mengalami penurunan dari 28% menjadi 15%.
“Bakti Tanoto Foundation yang didirikan pada tahun 1981 oleh Sukanto Tanoto dan Tinah Bingei Tanoto, berkomitmen meningkatkan kesetaraan melalui pendidikan berkualitas, mulai dari PAUD hingga pengembangan kepemimpinan,” jelas Meriyen.
Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, angka stunting di Kabupaten Pakpak Bharat tercatat 28,9%, turun dari 30,8% pada tahun sebelumnya. Kerja sama ini diharapkan dapat terus memperkuat upaya pengentasan stunting secara terstruktur dan berkelanjutan. (*)











