Binjai I galasibot.co,id
Minat masyarakat untuk menunaikan ibadah umroh terus meningkat di tengah tingginya biaya haji yang mencapai lebih dari Rp.60.000.000,-. Namun, hal ini tidak membawa keberuntungan bagi 27 calon jama’ah umroh yang mendaftarkan diri melalui travel PT AM. Mereka merasa ditipu oleh pengelola travel yang dipimpin oleh A Syahputra.
Awalnya, keberangkatan mereka dijadwalkan beberapa kali, dimulai pada bulan April lalu, dengan tanggal pasti pada 18 April. Namun, keberangkatan tersebut terus ditunda hingga akhirnya dijanjikan pada tanggal 13 Agustus 2024. Berdasarkan janji tersebut, para calon jama’ah mulai berkumpul di kantor Travel AM di Jalan Sudirman, Binjai, pada pukul 14.00 WIB (12/8/2024), dan menunggu hingga malam hari.
Hingga pukul 13.00 WIB siang tadi, salah satu calon jama’ah, Hamzah, masih terlihat berkumpul di lokasi dengan pengawalan pihak kepolisian dari Polsek Binjai Kota. Miranda, salah satu calon jama’ah umroh yang berasal dari Binjai, menyatakan bahwa mereka merasa telah ditipu. “Kami dijanjikan akan menerima paspor dan bisa berangkat, tapi hingga saat ini pengelola travel tidak bisa dihubungi lagi,” ujarnya sedih.
Miranda juga menambahkan bahwa sebagian besar jama’ah yang mendaftar melalui travel ini berasal dari daerah Langkat. “Kami hanya ingin dana kami dikembalikan agar bisa berangkat melalui travel lain,” harap Miranda.
Miranda dan jama’ah lainnya tertarik untuk mendaftar karena ajakan dari Rasyid, seorang mantan pegawai yang juga berperan dalam merekrut calon jama’ah umroh. “Kami percaya karena beliau, dan juga karena kami sudah menerima perlengkapan seperti tas, mukenah, dan baju. Namun hingga saat ini, tiket dan paspor untuk enam orang belum ada,” jelasnya.
Sementara itu, Rasyid, yang juga merasa tertipu, mengatakan bahwa dia hanya bertugas mencari orang yang ingin ikut umroh. “Saya pun tidak tahu kalau begini jadinya,” ujarnya. Rasyid menambahkan bahwa para jama’ah telah sepakat untuk menunggu hingga tanggal 5 September, atau meminta pengembalian dana jika keberangkatan tetap tidak terjadi.
Para jama’ah kini telah mengumpulkan bukti setoran dan berencana membuat pengaduan ke Polres Binjai. Kapolsek Binjai Kota, AKP Arnawati, membenarkan kejadian ini dan menyarankan para jama’ah untuk segera membuat laporan resmi agar dapat diproses secara hukum.(*)
Penulis berita : Andi











