Simalungun | galasibot co id
Bantuan Sosial (Bansos) yang selama ini menjadi tumpuan bagi warga kurang mampu di Kecamatan Pematang Bandar, Kabupaten Simalungun, tiba-tiba terhenti tanpa penjelasan yang jelas. Sejumlah warga yang selama ini menerima bantuan BPNT, PKH, dan BLT BBM kini mendapati bahwa bantuan tersebut tidak lagi mereka terima, meski data mereka masih terdaftar di sistem Cek Bansos Kemensos.go.id.
Minuriati Sirait (58), warga Nagori Talun Rejo, adalah salah satu penerima bantuan yang kini tidak lagi mendapatkan BPNT. Meskipun datanya masih tercatat dalam proses Bank Himbara pada Mei-Juni 2024, bantuan tersebut tidak kunjung sampai kepadanya. Minuriati mempertanyakan kemana arahnya dana tersebut, dan siapa yang sebenarnya menerima bantuan yang seharusnya untuk dirinya.
Hal serupa dialami oleh Endang Susilawati (49), seorang janda dengan dua anak yang masih bersekolah. Sejak Juli 2023, bantuan PKH, BPNT, dan BPJS Kesehatan yang sebelumnya diterima, tiba-tiba dihentikan tanpa penjelasan. Meskipun sudah mengajukan keluhan kepada Lurah Pematang Bandar, hingga kini belum ada tindak lanjut.
Endang kini harus bekerja keras sebagai buruh di rumah makan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan biaya sekolah anak-anaknya. Ia berharap pemerintah, khususnya Dinas Sosial, segera mengevaluasi dan mencari tahu penyebab terhentinya bantuan tersebut.
Tokoh pemuda dan pemerhati lingkungan Kecamatan Pematang Bandar, Sandi Siahaan, turut angkat bicara. Ia mendesak Kepala Dinas Sosial, Osnidar Marpaung, untuk meneliti kembali data penerima bantuan, agar mereka yang benar-benar membutuhkan tidak dirugikan. “Jangan sampai yang sudah mampu masih menerima, sementara yang susah malah dihapuskan bantuannya,” tegasnya.(*)
Penulis berita :JAT Purba











