Dairi | galasibot co.id
Desa Parbuluan I menggelar rapat penting di aula kantor desa pada Selasa, 11 Februari 2025, guna membahas pengalokasian Dana Desa sebesar Rp 200 juta untuk program Ketahanan Pangan (Ketapang). Rapat yang dihadiri oleh berbagai pemangku kebijakan dan masyarakat ini bertujuan untuk merencanakan pengelolaan anggaran yang akan digunakan untuk perkebunan kentang dan peternakan ikan lele.
Kehadiran Kepala Desa Parihotan Sinaga, Ketua BPD P. Sinaga, Babinsa Sertu Riduan Sitanggang, perwakilan Kecamatan Parbuluan J. Naibaho, dan TPAM Kabupaten Dairi Benri Simanjorang menandai pentingnya agenda ini. Meskipun rapat tersebut diharapkan menjadi wadah untuk menampung aspirasi warga, banyak pertanyaan yang tidak terjawab mengenai transparansi dan efektivitas pengelolaan dana tersebut.
Babinsa Sertu Riduan Sitanggang yang turut hadir dalam rapat mengungkapkan bahwa dirinya hanya datang untuk mendukung acara tersebut dan belum mengetahui detail teknis mengenai pelaksanaan anggaran. “Saya hanya hadir dalam rapat. Yang saya tahu, anggaran Rp 200 juta akan dialokasikan untuk perkebunan kentang dan peternakan ikan lele, yang nantinya akan dikelola oleh BUMDes. Selebihnya, masih akan dirapatkan kembali,” ujarnya. Pernyataan ini memunculkan pertanyaan besar: Apakah desa sudah siap mengelola dana tersebut dengan baik?
Sesuai dengan ketentuan Permendesa PDTT No. 7 Tahun 2021, dana desa memang dapat dialokasikan untuk program ketahanan pangan, namun harus disertai keputusan Musyawarah Desa (Musdes) dan dikelola oleh BUMDes yang memiliki legalitas dan kapasitas manajerial yang jelas. Hingga kini, belum ada kejelasan apakah Desa Parbuluan I telah memenuhi semua persyaratan yang dibutuhkan.
Transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana ini menjadi sorotan utama bagi masyarakat. Dengan potensi besar yang dimiliki, proyek Ketapang dapat meningkatkan kesejahteraan warga desa jika dikelola secara transparan dan efektif. Namun, tanpa pengawasan yang ketat, proyek ini berisiko menjadi kontroversi baru di tengah masyarakat.
Warga kini menanti langkah nyata dari pemerintah desa untuk memastikan bahwa dana desa ini benar-benar digunakan untuk kesejahteraan bersama dan tidak disalahgunakan.(*)
- Dana Desa Parbuluan I Dairi
- Ketahanan Pangan Dairi
- Transparansi Pengelolaan Dana Desa











