SAMOSIR I galasibot.co.id
Gedung Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) adalah suatu unit kerja non struktural milik pemerintah yang ada di beberapa kecamatan di Kabupaten Samosir yang merupakan pos simpul koordinasi (posko) Pembangunan Pertanian Berbasis Kawasan.
Hal itu tertuang Dalam Undang-undang nomor 16 Tahun 2006, BPP berfungsi sebagai tempat pertemuan bagi para penyuluh pertanian, petani dan pelaku usaha, dan dipimpin oleh Kepala Balai Penyuluhan Pertanian.
Namun sangat di sayangkan ketika Gedung Balai Penyuluhan Pertanian yang sudah dibangun tidak dimanfaatkan dan di rawat semestinya.
Selain itu kondisi gedung saat di tinjau langsung banyak jendela kaca yang pecah, banyak rumput liar, dengan kondisi dalam gedung penyuluhan penuh abu dengan kondisi kursi dan meja yang diduga tidak pernah ditempati.
Sedangkan bangunan rumah Dinas yang terletak di sebelah bangunan penyuluhan terlihat sangat parah, dengan kondisi cendela pecah, asbes lepas, pintu kamar mandi yang tergeletak di ruang tamu dan penuh puing-puing berserakan, dan terlihat sangat menyeramkan.
Hal itu dijelaskan oleh Ketua DPC LSM LPPAS RI, Bastian Simbolon saat berada di salah satu Balai Penyuluhan Pertanian di Desa Sijambur, Kecamatan Ronggur Nihuta Kabupaten Samosir, Selasa (07/02/2023) lalu.
Selain itu Bastian mengatakan sangat prihatin dengan kondisi jalan menuju lokasi Balai Penyuluhan Pertanian, karena masih banyak masyarakat yang berada sekitar lokasi harus melalui rute jalan yang cukup exstrim.
“Tadi sudah kita lalui jalan menuju balai penyuluhan pertanian yang cukup memprihatinkan, apa lagi tadi ada anak petani yang harus pulang dan pergi menuntut ilmu harus menelusuri jalan yang cukup berbahaya. ” ucapnya
Lanjut, Bastian sangat menyayangkan ketika program Bunga Desa yang sangat baik dibuat, namun masih ada Desa yang belum sepenuhnya mendapat perhatian oleh pemerintah.
Di tempat yang tidak jauh dari Gedung Balai Penyuluhan Pertanian (Ns) masyarakat Desa Sijambur saat dikonfirmasi dik kebun Kopi miliknya menjelaskan sudah 2 tahun tidak pernah mendapat pupuk.
“Bangunan Balai Penyuluh Pertanian itu kurang lebih sudah 4 tahun berdiri, namun cuma sekali saja kegiatan pelatihan dilakukan disana.” jelasnya
Saat ditanyakan apa ada petugas yang datang untuk merawat atau menjaga tempat tersebut, Ns mengatakan tidak pernah ada petugas yang datang.
“Tidak ada petugas yang tinggal disana apa lagi merawatnya.” ucapnya
“Apa lagi saya saat ini sudah 2 tahun tidak pernah lagi mendapat pupuk,” keluhnya.
Plt.Kadis Ketapang & Pertanian Kab. Samosir Tiur Gulotom saat di Konfirmasi melalu telepon seluler mengatakan kondisi gedung Balai Penyuluhan Pertanian itu aksn di rapikan.Rabu,(08/02/2023)
” Anggota sudah mengecek dan merapikan, kenapa tidak di tempati karena tidak ada aliran listrik dan air di sana”, jelasnya.(*)
Penulis berita | Royziki F.Sinaga
Editor | Wilfrid Sinaga











