• Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami
GALASIBOT.CO.ID
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Tidak ada
Tampilkan semua
GALASIBOT.CO.ID
Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal
Home Budaya

Melihat Titik Temu Migrasi “Ompu Jorang Raja Sinaga” Dengan “Pomparan Ompu Jorang Raja Sinaga”

admin
13 Februari 2023
/ Budaya, Opini
0 0
0
Melihat Titik Temu Migrasi “Ompu Jorang Raja Sinaga” Dengan “Pomparan Ompu Jorang Raja Sinaga”

Gunung Pusuk Buhit.(Foto galasibot.co.id/Moses Sinaga)

Share on FacebookShare on Twitter

Melihat Titik Temu Migrasi “Ompu Jorang Raja Sinaga” Dengan “Pomparan Ompu Jorang Raja Sinaga”

Tugu Toga Sinaga di Desa Urat Kecamatan Palipi Kabupaten Samosir.(Foto galasibot.co.id/Moses Sinaga)

I. Pendahuluan

Baca Juga

ENSIKLIK MAGNIFICA HUMANITAS: Cara Paus Lawan Kebangkitan ‘Menara Babel’

Blackout Sumbagut dan Alarm Rapuhnya Infrastruktur Energi Nasional

Integritas Sekolah Diuji: Menyelaraskan Retorika Kejujuran dengan Transparansi Dana BOS di Sumut

 

“Tano Urat Namartua (Tempat Suci) Pusuk Buhit asal Mulani Hajolmaon di Halak Batak, Huta Urat Bona Pasogit asal mulani Margani Sinaga, Girsang Sipangan Bolon Simalungun Bona Ni Pinasa Ni Marga Sinaga”
Kisah secara turun temurun bagi Marga Sinaga meyakini bahwa Namartua, Nabadia (Tempat Suci) Gunung Pusuk Buhit merupakan Tano Urat (Asal Mula) Peradaban Kehidupan Bagi orang Batak. Urat merupakan Bonani Pasogit Tempat asal mula bagi Marga Sinaga.

 

Silsilah/Tarombo Sinaga yang disadur dan dihimpun dari Catatan Silsilah Tarombo yang disimpan oleh Generasi Keluarga Marga Sinaga dengan menyadur dari dokumen dan penjelasan Generasi Keturunan Marga Sinaga terdiri :

Prasasti Silsilah Sinag di Tugu Toga Sinaga. (Foto galaibot.o.co/Moses Sinaga)

I. Siraja Batak Memperanakkan 1.Guru Tataea Bulan, 2.Raja Sumbaon.

II. Guru Tatea Bulan Memperanakkan 1.Raja Uti (Raja Miok – Miok), 2. Saribu Raja, 3. Limbong Maulana, 4. Sagala Raja, 5. Malau Raja, 6. Siboru Pareme (Perempuan), 7. Siboru Paromas (Perempuan), 8. Siboru Biding Laut (Perempuan), 9. Siboru Nantinjo (Perempuan)

III. Saribu Raja mememiliki istri Siboru Pareme, Saribu Raja juga memiliki Istri Boru Maringir Laut. Saribu Raja Memiliki Keturunan dua (2) Orang; yaitu:1. Raja Lontung dan 2. Raja Bonor.

IV. Raja Lontung menikah dengan Siboru Pareme, Siraja Lontung memiliki 9 Orang Keturunan terdiri dari;
1.Sinaga,
2.Situmorang,
3.Pandiangan,
4.Naingolan
5.Simatupang,
6.Aritonang,
7.Siregar,
8.Simamora (Boru),
9.Sihombing (Boru).

Keturunan Raja Lontung degan istrinya Siboru Pareme disebut dengan istilah “Lontung Si Sia Sada Ina” (Sembilan kakak beradik lahir dari satu ibu). Anak Sulung Raja Lontung adalah Sinaga.

V. Sinaga kemudian menikah dengan boru Malau. Sinaga dikarunia 3 (Tiga) orang Keturunan yaitu:
1. Raja Bonor Sinaga
2. Raja Ompu Ratus Sinaga
3. Raja Hasagian (Uruk) Sinaga.

Berdasarkan Silsilah Tarombo Marga Sinaga bahwa Sinaga Bonor juga memiliki 3 (Tiga) Orang anak masing masing,
1. Raja Pande Sinaga
2. Raja Tiang Nitonga Sinaga
3. Raja Suhutni Huta Sinaga

Demikian juga anak kedua Ompu Ratus Sinaga memiliki anak 3 (tiga) masing masing,
1. Raja Ratus Nagodang Sinaga
2. Raja Sitinggi Sinaga
3. Raja Siongko Sinaga

Selanjutnya Raja Hasagian/Uruk Sinaga memiliki 3 orang anak masing-masing,
1. Raja Guru Hatautan Sinaga
2. Barita Raja Sinaga
3. Raja Datuhurung Sinaga

Dari Silsilah tersebut dikenal istilah “ Si Tolu Ompu si Sia Ama” (3 Ompu /Kakek) dan 9 Bapak). Istilah Sitolu Ompu si Sia Ama diamanatkan sebagai sesama saudara dari garis keturunan darah dari Toga Sinaga.
Toga Sinaga menyiratkan makna bahwa Keturunan (Pinompar) Si Tolu Ompu Si Sia Ama merupakan satu garis keturunan yang diikat tali persaudaraan darah. Dan Konsekwensinya adalah selalu saling mengasihi, tolong menolong dan memperlakukan satu dengan lain secara adil.

Dari situ muncullah filosofi, “Parhatian Sibola Timbang, Parninggala Sibola Tali, Mangakat Rap Tu Ginjang, Manimbung Rap Tu Toru, Sisada Lulu Anak Sisada Lulu Boru”.
Filosofi itu kemudian dibakukan menjadi Lambang Parsadaan Pomparan Toga Sinaga PPTSB dengan Lambang Katian (Timbangan).

Dengan menganut filosofi tersebut maka dalam perjalanaan kehidupan generasi Toga Toga Sinaga selalu melekatkan “Sinaga” pada di belakang namanya. Dan tidak ada menggunakan nama berdasarkan ompu (Bonor,Ompu Ratus dan Uruk)

Jauh jauh hari tali komunikasi itu dijaga dan dirawat keturuan Toga Sinaga yang sudah membuat Perkumpulan /Organisasi yang dikenal dengan Parsadaan Pomparan Toga Sinaga Dohot Boru (PPTSB) pada tahun 1940. Dan organisasi itu terus menerus melakukan pembenahan dan perkembangan sehingga pada tahun 2021 secara resmi PPTSB terdaftar sebagai Organisasi Kemasyarakatan dan terdaftar di Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia (Kemenkumham RI) sebagai organisasi yang berbadan hukum.

PPTSB terus mengalami perkembangan karena semua Keturunan dari Toga Sinaga menganggap bahwa PPTSB adalah Sopo (Tempat Berteduh) dan Rumah Parsaktian (Rumah berkumpul) bagi seluruh keturunan Toga Sinaga yang dikenal dengan Sebutan “Si Tolu Ompu Si Sia Ama”.

Dalam perkembangannya ada keturunan Toga Sinaga menggunakan Nama Ompu di belakang namannya sehingga mengaburkan cara pandang untuk melihat garis silsilah pada Toga Sinaga.
Hal itu dialami oleh Keturunan Raja Hasagian/Uruk- Datu Hurung. Dimana Datu Hurung memiliki anak 5 orang masing masing Ginjang Namora, Datu Upar, Datu Jongar, Totni Gajah dan Janji Maraja.

Keturunan Raja Uruk Sinaga yang memperanakkan:
1. Raja Hatautan Sinaga
2. Barita Raja Sinaga
3. Raja Datu Hurung Sinaga.
Kemudian Raja Datu Hurung Sinaga /Boru Tamba memperanakkan:
1. Ginjang Namora Sinaga
2. Datu Upar Sinaga
3. Datu Jogar Sinaga
4. Totni Gajah Sinaga
5. Janji Maraja Sinaga.
Ompu Datu Upar /Boru Situmorang Lumbannahor memperanakkan:
1. Ompu Jorang Raja Sinaga
2. Ompu Babiat Sosunggulon Sinaga
3. Ompu Jogit Mangaraja Sinaga.
Ompu Jorang Raja Sinaga memperanakkan:
1. Simanjorang Sinaga
2. Simaibang Sinaga
3. Simandalahi Sinaga.

Huta Siduan Datu Kabupaten Samosir.(Foto galasibot.co.id/Moses Sinaga)

Keturunan Ompu Jorang Raja Sinaga inilah yang menimbulkan polemik di sebagian Keturunan dari Toga Sinaga karena karena Keturunan Ompu Jorang Raja Sinaga mengalami “garis putus putus” (missing link) untuk melihat dan menghubungkan tarombonya hingga ke Ompu Jorang Raja Sinaga.

Dominasi dari oknum keturunan Toga Sinaga yang mengklaim bahwa kebenaran dari informasi tarombo yang dimilikinya adalah kebenaran mutlak menjadi salah satu faktor polemik.
Hal itu terlihat dari Informasi tarombo Sinaga yang dibangun di Girsang. Satu garis keturunan dari Bonor Sinaga yaitu Bonor Suhut Nihuta Sinaga dengan penuh percaya diri mengklaim bahwa Simanjorang, Simandalahi dan Simaibang adalah adik dari Sidaloggan dan Sidasuhut.

Klaim itu pula yang menimbulkan polemik yang berkepanjangan karena Keturunan Simanjorang, Simandalahi dan Simaibang yang tinggal di tempat lain secara khusus di Hasinggaan Samosir, Sikodonkodon Karo merasa bahwa mereka berasal dari Garis Keturunan Raja Hasagian/Uruk Sinaga.

Dokumen tentang Migrasi Enam (Enam) Orang Keturunan Ompu Jorang Raja yang berasal dari Girsang ditemukan di Huta Sialapit Samosir.(Foto galasibot.co.id/Moses Sinaga)

Ketua Departemen Adat dan Budaya PPTSB Pusat, Jawali Sinaga melihat ini ibarat seekor “agas” yang sewaktu waktu bisa menimbulkan ketidaknyamanan. Dan solusinya harus dicari “Disinfektan” sehingga ketidaknyamana itu bisa diretas.

Hal yang berbeda pernah disampaikan Dr AB Sinaga OFMCap bahwa perbedaan cara pandang terhadap tarombo itu adalah satu kekayaan dari Marga Sinaga. Bahkan terhadap Keturunan Ompu Jorang Raja Sinaga (Simanjorang,Simandalahi dan Simaibang) patut diajungkan jempol terhadap “heroisme” dari keturunannya (pomparannya) membuka kampung ke seluruh penjuru kawasan Danau Toba dan bahkan seluruh penjuru Dunia.

Dan di lain pihak hal itu juga dianggap sebagai “ potensi” dimana bila dilihat secara jelas penggunaan nama itu menjadi “”marga”” adalah untuk menunjukan kemampuan di dalam membuka wilayah baru sebagai parhutaan (Perkampungan). Terbukti dengan penggunaan nama itu Keturunana Toga Sinaga bisa membuka perkampungan hingga seratusan kampung di luar Bona Pasogit (Urat) dan disebut sebagai Bona Nipinasa (tempat untuk hidup dan berketurunan).

Untuk meretas polemik itu bisa dilihat dari Huta tempat kelahiran Ompu Jorang Raja Sinaga di Siduan Datu Urat Samosir. “”Migrasi”” yang dilakukan Ompu Jorang Raja Sinaga yang tidak pernah pulang ke Bona Pasogitnya (Urat-Siduan Datu) membuat mis’informasi (missing link) bagi keturunannya (Simanjorang,Simaibang dan Simandalahi).

Hal inilah yang menjadi sumber ketidaknyamanan Pomparan Ompu Jorang Raja Sinaga bahkan menjadi polemik yang berkepanjangan.

Yang menjadi ironi adalah ada yang mengklaim kebenaran mutlak terhadap sebuah “tarombo” yang dibuat sehingga membuat keturunan Sinaga menjadi mengikuti yang pada akhirnya terjadi ketidaknayaman bagi sesama “namarhahamarangg”(Kakak Beradik). Bahkan yang lebih mengkhawatrkan bagi PPTSB dengan munculnya perkumpulan baru yang mengkhususkan diri pada keturunan Simanjorang, Simandalahi, Simaibang dengan nama “PPJR”.

Rombongan Tim Napak Tilas Pomparang Ompu Jorang Raja saat berada di bekas Pahutaan Ompu Simanjorang di Huta Simanjorang Kelurahan Girsang Kecamatan Girsangsipanganbolon. Jumat (12/3/2022) lalu.(Foto galaibot.co.id/Moses Sinaga)

Polemik yang berkepanjangan itulah yang membuat pemikiran kepada PPTSB Pusat dengan mengutus Departemen Adat dan Budaya PPTSB untuk mendampingi Keturunan Ompu Jorang Raja Sinaga yaitu Simanjorang Sinaga, Simaibang Sinaga dan Simandalahi Sinaga untuk melakukan “Penelusuran Jejak Migrasi Ompu Jorang Raja Sinaga” yang bertujuan untuk melihat “Titik Temu” Garis Keturunan Pomparan Ompu Jorang Raja Sinaga dari Keturunan Sinaga-Raja Uruk Sinaga-Datuhurung Sinaga-Datu Upar Sinaga.

Filosifi yang dibawa dalam Napak Tilas itu adalah “ PARHATIAN SIBOLA TIMBANG, PARNINGGALA SIBOLA TALI, MANGAKAT RAP TU GINJANG, MANIMBUNG RAP TU TORU, SISADA LULU ANAK, SISADA LULU BORU”.

Dokumen silsilah Keturunan Ompu Jorang Raja ditemuakn di Sikodon-kodon Kabupaten Karo.(Foto galasibot.co.id/Moses Sinaga)

II. PERMASALAHAN.

Garis Tarombo yang menyebut Keturunan Simanjorang Sinaga, Simaibang Sinaga dan Simandalahi Sinaga dari Keturunan dari Uruk Sinaga dan ada yang menyebut dari Keturunan Suhut ni Huta Sinaga telah melahirkan “hiding polemk”. Serta keputusasaan karena tidak kunjung melihat kepastian asal usul keturunan dari mana dan dipersemu dengan adanya oknum oknum yang memaksakan tarombo yang dimilikinya adalah sebuah kebenaran mutlak. Seperti klaim dari Sidasuhut Sinaga yang mengklaim bahwa Simanjorang Sinaga, Simandalahi Sinaga, dan Simaibang Sinaga merupakan keturunan dari Suhut Maraja Sinaga.Bahkan di lain pihak Keturunan Op Jorang Raja Sinaga menyebut dirinya merupakan keturunan dari Op Barita Raja (Uruk). Polemik itu membuat sebagian keturunan Simanjorang Sinaga,Simandalahi Sinaga, Simaibang Sinaga memilih untuk membuat perkumpulan sendiri yaitu PPJR Se-Indonesia.

Rombongan Napak Tilas Pomparan Ompu Jorang Raja saat berda di Huta Sialapit Kabupaten Samosir.(Foto galaibot.co.id/Moses Sinaga)

Ketidaknyamanan yang menimbulkan keprihatinan bagi namarhahamarangi keturunan Toga Sinaga yang selalu memegang Prinsip Parsaadaan (Kesatuan dalam Bingkai PPTSB) maka Departemen Sejarah Tarombo Seni dan Budaya PPTSB Pusat melakukan pendampingan kepada Pomparan Simanjorang Sinaga, Simaibang Sinaga dan Simandalahi Sinaga melakukan langkah langkah untuk mencari penyegar (refresener) dan disinfektan serta gambaran dari kebesaran Op Jorang Raja Sinaga. Sehingga akan terbangun harmonisasai Pomparan Toga Sinaga dalam bingkai PPTSB.

III. HIPOTESA

Dari Permasalahan yang muncul penulis membuat hipotesa bahwa Simanjorang Sinaga, Simandalahi Sinaga dan Simaibang Sinaga adalah keturunan Ompu Jorang Raja Sinaga- Ompu Jorang Raja Sinaga Keturunan dari Datu Upar Sinaga-Datu Upar Sinaga Keturunan dari Datu Hurung Sinaga-Datu Hurung Sinaga keturunan dari Raja Uruk (Raja Hasagian) Sinaga-Raja Uruk (Raja Sagiulubalang) Sinaga keturunan dari Sinaga (Toga Sinaga).
Tempat Kelahiran Ompu Jorang Raja Sinaga adalah Huta Siduan Datu Desa Urat Kabupaten Samosir.

Tempat Migrasi (Pamoparan) Ompu Jorang Raja Sinaga diawali dari Ajibata-Girsang. Sampai di Muara Sungai Naborsahan Ajibata Kabupaten Toba dan Berdoa dan memulai perkampungan di Dolok Namartua Sirikki Kabupaten Simalungun.

Tempat Makam Ompu Jorang Raja Sinaga kemungkinan besar di Girsang Kabupaten Simalungun. Kemungkinan di Liang Batu Sitahoan Kabupaten Simalungun.
Ompu Simanjorang membuka perkampungan di Huta Simanjorang Girsang, Ompu Simandalahi membuka Kampung di Huta Simandalahi Girsang, Ompu Simaibang membuka kampug di Huta Simaibang di Sipanganbolon.

V. METODE PENULISAN

Metode penulisan Napak Tilas 2022 Penelusuran Jejak Migrasi Ompu Jorang Raja Sinaga adalah dengan menggunakan teori sejarah agar tak terjadi ketidakterkaitan antar kejadian dalam suatu sejarah serta memastikan sejarah yang ditulis memiliki keterkaitan (berpengaruh) hingga saat ini.

Dengan menggunakan metode sejarah ada 4 Tahapan penulisan yang dilakukan yaitu:
1. Heuristik

Heuristik adalah proses pengumpulan informasi atau pengumpulan sumber untuk penelitian sejarah yang dilakukan. Berdasarakan sumbernya, sumber sejarah terbagi menjadi, Sumber Primer dan Sumber Sekunder. Sumber primer adalah proses pengumulan informasi secara langsung tanpa perantara seperti wawancara kepada saksi mata peristiwa sejarah, prasasti, naskah kuno dan lain lain sedangkan Sumber Sekunder adalah proses pengumulan informasi secara tidak langsung melalui media kabar, buku, jurnal atau majalah.

2. Verifikasi atau Kritik Sumber

Setelah pengumpulan sumber sejarah selesai, sumber sejarah tersebut akan memasuki tahapan verifikasi atau kritik sumber. Sumber sejarah yang sudah terkumpulkan itu akan diuji dari segi keaslian dan kredibilitasnya. Ada dua macam kritik yang dilakukan. Pertama kritik eksternal, yaitu kritik terhadap keaslian sumber meliputi aspek bahan pembuat sumber, pembuktian keaslian, dan waktu atau penanggalan. Lalu yang kedua adalah kritik internal, yaitu kritik terhadap kredibilitas dengan menguji sumber baik secara benda, tulisan ataupun lisan. Contohnya dengan melakukan cek silang antara informan satu dengan informan yang lain.

3. Interpretasi

Interpretasi adalah tahapan yang dilakukan untuk menganalisis dan mencoba untuk membandingkan fakta yang satunya dengan fakta yang lainnyasehingga fakta-fakta yang ada dapat dijadikan kesatuan yang masuk akal.

4. Historiografi

Historiografi adalah proses penulisan sejarah berdasarkan sumber sumber yang telah ditemukan, dinilai, diseleksi dan dikritisi. Dalam menuliskan sejarah, penulis harus memperhatikan kaidah penulisan seperti tanda baca, bahasan dan format penulisan, penggunakan istilah serta rujukan sumber sejarahnyaa.(Tulisan merupakan rangkuman Buku Berjudul “Melihat Titik Temu Migrasi “Ompu Jorang Raja Sinaga” Dengan “Pomparan Ompu Jorang Raja Sinaga” dan akan diterbitkan di Media Online galasibot.co.id bersambung….)

 

Source: Penulis : Wilfrid Sinaga
Via: Editor :Baldwin
Tags: Budaya BatakJorang rajaPPTSBsilsilahSimanjorangtarombo
SendShareTweet
Kembali

Ekspedisi Kaldera Toba SMSI 2023: Menapak Sejarah Danau Toba, “Danau Purba” Nan Indah

Lanjut

Kardinal Miguel Ayuso Terima Gelar Doktor Kehormatan Dari  UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta: Konsep “Jalan Tengah” Elemen Penting Menghadapi Kebangkitan Fundamentalisme dan Ekstremisme Agam

Baca Juga

ENSIKLIK MAGNIFICA HUMANITAS: Cara Paus Lawan Kebangkitan ‘Menara Babel’
Opini

ENSIKLIK MAGNIFICA HUMANITAS: Cara Paus Lawan Kebangkitan ‘Menara Babel’

26 Mei 2026
Blackout Sumbagut dan Alarm Rapuhnya Infrastruktur Energi Nasional
Opini

Blackout Sumbagut dan Alarm Rapuhnya Infrastruktur Energi Nasional

23 Mei 2026
Integritas Sekolah Diuji: Menyelaraskan Retorika Kejujuran dengan Transparansi Dana BOS di Sumut
Opini

Integritas Sekolah Diuji: Menyelaraskan Retorika Kejujuran dengan Transparansi Dana BOS di Sumut

12 Mei 2026
Danau Toba Siap Sambut Trail of The Kings by UTMB 2026: Diikuti Pelari dari 33 Negara
Budaya

Danau Toba Siap Sambut Trail of The Kings by UTMB 2026: Diikuti Pelari dari 33 Negara

12 Mei 2026
Menakar “Rapor Hijau” Dairi: Sukses Realisasi di Tengah Ancaman Lumpuhnya Pembangunan Fisik
Opini

Menakar “Rapor Hijau” Dairi: Sukses Realisasi di Tengah Ancaman Lumpuhnya Pembangunan Fisik

11 Mei 2026
75 Tahun PERSAJA: Meneguhkan Integritas Jaksa dalam Mengawal Stabilitas Nasional
Opini

75 Tahun PERSAJA: Meneguhkan Integritas Jaksa dalam Mengawal Stabilitas Nasional

6 Mei 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULER

  • Tiger Sumatera Binjai Kecewa: Tuntut Kompensasi Total Atas Pembatalan Kejuaraan Batam Internasional Taekwondo 2026

    Tiger Sumatera Binjai Kecewa: Tuntut Kompensasi Total Atas Pembatalan Kejuaraan Batam Internasional Taekwondo 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kasus Penganiayaan Dilaporkan Sejak Januari, Korban Kecewa Penanganan di Polsek Duren Sawit Lambat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dukung Program Kesbangpol Sumut, Ketum FKBNI Instruksikan Jajaran Pengurus Hadiri Rapat Deklarasi Anti Narkoba

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lantik Wakajati dan 7 Kajari Baru, Kajati Sumut Muhibuddin: Bentengi Diri dengan Iman dan Taqwa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gandeng Kejari, Pemkab Humbang Hasundutan Sisir Rumah Warga untuk Verifikasi Faktual Bansos PKH

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • HARDIKNAS 2026: Seremoni dan Tantangan Substansi yang Belum Tuntas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • May Day 2026: Aktivis Mahasiswa Soroti Perlindungan Buruh, Negara Diminta Jangan Ciptakan “Buah Simalakama”

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
GALASIBOT.CO.ID

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Navigate Site

  • Beranda
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Tentang Kami

Follow Us

Tidak ada
Tampilkan semua
  • Beranda
  • News
  • Hukum
  • Olahraga
  • Budaya
  • Ekonomi
  • Opini
  • Pendidikan
  • Politik
  • Ragam
  • Sumut
  • Video
  • Jurnal

© 2015 GALASIBOT.CO.ID

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In