Medan I galasibot.co.id
Wakil Gubernur Sumut berjanji akan membantu dan akan mengunjungi pelaku Konservasi Penu di Konservasi Penyu Pantai Binasi Tapanuli Tengah. Hal itu diungapkan Musa Rajekshah di Rumah Dinas Wakil Gubernur, Jalan Teuku Daud, Medan, Selasa (28/2/2023).
Janji untukmengunjungi kelompor kernservasi penyu itu disampaikan setelah mendengar kisah Ketua Kelompok Konservasi Penyu Pantai Binasi, Kecamatan Sorkam Barat, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Sahbudi Sikumbang yang sudah sejak tahun 2000 lalu melakukan konservasi secara mandiri.
“Luar biasa saya sangat apresiasi ternyata di Sumatera Utara juga ada konservasi penyu seperti di Bali, kalau di Bali mungkin kita tidak terlalu heran karena mindset masyarakatnya sudah berpikir hal-hal untuk mendukung perkembangan pariwisata di daerahnya. Saya terkejut, ternyata Bapak Budi ini pakai dana sendiri saya kira dibantu pemerintah ternyata tidak ada,” ujar Ijeck.
Ditambahkannya bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut, akan segera melihat di bagian mana bisa membantu konservasi ini agar bisa bertahan dan terus berkembang. “Nanti Insya Allah, kita berkunjung ke sana dan kita lihat dimana Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bisa bantu karena memang kita tahu penyu ini termasuk hewan langka,” ujar Ijeck.
Sebelumnya Sahbudi Sikumbang menuturkan alasannya mau mengorbankan harta dan waktu untuk mengurusi ribuan penyu. Pria yang akrab disapa Budi ini mengaku sekitar tahun 2000 lalu, Ia memutuskan merawat penyu setelah melihat seekor penyu di pantai yang terus melihat ke arahnya dan sempat terlihat mengeluarkan air mata.
“Saya ke kanan dia (penyu) lihat saya ke kanan, saya jalan ke kiri dia lihat juga jadi kayak saya ngerasa dia minta pertolongan,” ujar Budi menjawab pertanyaan Musa Rajekshah.
Pria yang berprofesi sebagai nelayan ini mengaku sempat dibilang gila dan dapat penolakan dari keluarga. Namun Budi tetap berusaha mempertahankan pendapatnya hingga akhirnya saat ini, Budi telah memiliki 13 pekerja dan telah melepaskan sebanyak 10.875.000 tukik (bayi penyu) dan penyu sejak tahun 2013.
“Konservasinya mulai tahun 2000, kemudian tahun 2003 kita mulai melepaskan penyu ke laut, rasanya puas bisa melepaskan penyu ke laut. Jenis penyu yang kita kembangkan ada penyu hijau, penyu tempayan, penyu lekang dan penyu sisik,” ujarnya sembari mengatakan selama ini dana untuk mengelola kelompoknya dengan dana sendiri dan dibantu beberapa rekan-rekannya.(red)
Editor: Wilfrid Sinaga











