Simalungun I galasibot.co.id
Pengaduan resmi terkait dugaan tertabraknya seekor anak Harimau Sumatera di wilayah Kelurahan Girsang, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, Kabupaten Simalungun, telah disampaikan oleh perwakilan masyarakat kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara.
Pengaduan tersebut disampaikan sebagai bentuk keprihatinan warga atas kejadian yang dinilai berpotensi mengancam keselamatan masyarakat sekaligus kelestarian satwa dilindungi di sekitar kawasan permukiman.
Kronologi Awal Kemunculan Satwa Liar
Berdasarkan keterangan warga, pada Sabtu (24/1/2026) sekitar pukul 17.00 WIB, dua ekor rusa dilaporkan terlihat turun dari arah Hutan Lindung Register II Sibatu Loting menuju area perladangan warga. Lokasi tersebut diketahui berjarak sekitar tiga kilometer dari kawasan hutan lindung yang menjadi habitat Harimau Sumatera.
Peristiwa tersebut kemudian disusul dengan kejadian lain pada Minggu (26/1/2026) sekitar pukul 07.00 WIB. Saat itu, tiga ekor harimau yang terdiri dari satu induk dan dua anak dilaporkan terlihat menyeberang Jalan Lintas Sumatera, sekitar 50 meter dari Jembatan Sisera-sera Girsang.
Bangkai Satwa Ditemukan di Permukiman
Dalam peristiwa tersebut, satu ekor anak harimau dilaporkan tertabrak kendaraan hingga mengalami kondisi fatal. Kendaraan yang terlibat diketahui berhenti di area permukiman warga setelah mengalami kerusakan.
Kejadian itu kemudian dilaporkan kepada lurah, aparat setempat, serta pihak kepolisian. Setelah dilakukan pengecekan di lokasi, bangkai anak satwa tersebut ditemukan dalam kondisi rusak akibat terlindas kendaraan.
Dugaan Induk Harimau Masih di Sekitar Lokasi
Sekitar 30 menit setelah kejadian, suara auman harimau dilaporkan terdengar sebanyak dua kali dari arah yang tidak jauh dari lokasi kejadian. Kondisi tersebut memunculkan dugaan kuat bahwa induk harimau masih berada di sekitar wilayah permukiman warga.
Pada hari yang sama sekitar pukul 13.00 WIB, petugas BBKSDA Sumatera Utara tiba di lokasi untuk melakukan penanganan. Bangkai satwa tersebut kemudian dibawa untuk keperluan pemeriksaan lebih lanjut.
Perbedaan Pernyataan Picu Keresahan Warga
Namun demikian, keresahan warga muncul setelah BBKSDA Sumatera Utara menyampaikan melalui media sosial bahwa bangkai tersebut bukan merupakan anak Harimau Sumatera, melainkan kucing hutan atau harimau akar. Pernyataan tersebut dinilai menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.
Hal ini disebabkan adanya saksi mata yang melihat langsung kejadian, suara auman harimau, serta lokasi kejadian yang berada sangat dekat dengan habitat resmi Harimau Sumatera.
Warga Minta Klarifikasi dan Pengamanan
Melalui pengaduan tersebut, masyarakat Kelurahan Girsang meminta agar penjelasan resmi dan tertulis disampaikan kepada publik, termasuk hasil pemeriksaan laboratorium atau uji DNA apabila telah dilakukan.
Selain itu, klarifikasi terbuka juga diminta agar tidak terjadi simpang siur informasi. Langkah pengamanan dan pemantauan intensif di sekitar wilayah permukiman turut diharapkan apabila keberadaan Harimau Sumatera masih terdeteksi di kawasan tersebut.











