Washington D.C. | galasibot.co.id
Di tengah dinamika geopolitik global yang sarat ketegangan dan rivalitas kekuatan besar, Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengusung visi besar bertajuk “Prabowo for Global Peace” sebagai penegasan peran Indonesia dalam menjaga stabilitas dunia. Visi tersebut tidak berhenti pada diplomasi, tetapi diterjemahkan ke dalam langkah konkret melalui penguatan kerja sama ekonomi strategis.
Dalam forum US–Indonesia Business Summit 2026 yang digelar di Washington, D.C., Amerika Serikat, Jumat (19/2/2026), Presiden Prabowo menawarkan 18 proyek raksasa hilirisasi kepada para pengusaha papan atas Amerika Serikat sebagai peluang investasi jangka panjang. Forum tersebut diselenggarakan oleh U.S. Chamber of Commerce, US-ASEAN Business Council, dan U.S.-Indonesia Society.
Proyek-proyek yang ditawarkan mencakup sektor strategis seperti mineral kritis, energi, ketahanan pangan, hingga industri pertahanan, yang dirancang untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global sekaligus meningkatkan nilai tambah dan daya saing nasional.
Langkah ini menegaskan bahwa perdamaian global tidak dapat dipisahkan dari stabilitas dan kesejahteraan ekonomi. Bagi Prabowo, kekuatan suatu bangsa tidak semata diukur dari militernya, tetapi dari kemampuannya membangun ketahanan nasional dan kerja sama internasional yang saling menguntungkan.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga memberikan tiga jaminan utama kepada investor Amerika Serikat:
Stabilitas politik dan ekonomi yang terjaga sebagai fondasi pertumbuhan jangka panjang.
Kepastian hukum dan perlindungan terhadap investasi, dengan tata kelola yang transparan.
Perang terhadap korupsi dan kartel, guna menciptakan iklim usaha yang sehat dan kompetitif.
Sebagai negara dengan politik luar negeri bebas dan aktif, Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo berkomitmen menjadi jembatan dialog di tengah dunia multipolar. Konsep global peace yang ia dorong bukan sekadar ketiadaan konflik, tetapi terciptanya keadilan, kesejahteraan, dan rasa saling percaya antarbangsa.
Melalui penguatan ketahanan pangan, energi, dan pertahanan, Indonesia diproyeksikan menjadi kekuatan penyeimbang yang konstruktif di kawasan Indo-Pasifik. Dengan demikian, pembangunan nasional dan diplomasi global berjalan seiring—mewujudkan stabilitas domestik sekaligus kontribusi nyata bagi perdamaian dunia.
“Prabowo for Global Peace” bukan hanya slogan, melainkan strategi besar yang menghubungkan investasi, stabilitas, dan diplomasi sebagai satu kesatuan visi menuju masa depan yang aman, adil, dan sejahtera.(*)











